Paclitaxel merupakan jenis obat kemoterapi yang bekerja menghambat pembelahan sel kanker. Pada umumnya sel kanker memiliki kemampuan proliferasi sel yang tinggi, oleh karena itu paclitaxel efektif dalam menekan pertumbuhan dan penyebaran sel-sel tersebut. Paclitaxel pada umumnya digunakan dalam terapi berbagai jenis tumor padat.
Cara Pemberian
- Paclitaxel diberikan secara intravena (IV) melalui infus ke pembuluh darah
- Biasanya setiap 3 minggu sekali, tergantung jadwal dan jenis kanker
- Paclitaxel dapat menimbulkan reaksi hipersensitivitas pada sebagian pasien. Oleh karena itu, pemberian obat premedikasi berupa antihistamin atau obat antialergi lainnya umumnya dilakukan sebelum terapi untuk mengurangi risiko terjadinya reaksi alergi.
Pemantauan Selama Pengobatan
Pemeriksaan darah rutin dilakukan untuk memantau:
- Jumlah sel darah merah, putih, dan trombosit
- Fungsi hati dan ginjal
Pemantauan selama dan setelah infus untuk mendeteksi reaksi alergi atau efek samping lainnya.
Efek Samping yang Mungkin Terjadi
Efek Samping Umum (paling sering terjadi):
- Penurunan sel darah → risiko infeksi, anemia, dan perdarahan
- Mual dan muntah ringan
- Hilang nafsu makan
- Rambut rontok
- Kesemutan di tangan/kaki (neuropati perifer)
- Kelelahan/lemas
- Sariawan
- Perubahan rasa di mulut
- Nyeri otot atau sendi
- Diare atau sembelit
- Perubahan pada kuku (menjadi gelap atau rapuh)
- Pembengkakan karena retensi cairan
- Iritasi atau ruam di kulit
Efek Samping Serius:
-
Reaksi alergi (hipersensitivitas ):
- Gatal-gatal atau ruam
- Sesak napas, batuk, atau kesulitan menelan
- Penurunan tekanan darah
- Pembengkakan wajah atau leher
-
Masalah pada hati ( dipantau lewat tes darah)
-
Gangguan penglihatan (laporkan jika anak mengeluh gangguan penglihatan ( kabur)
Tips Penting untuk Keluarga
- Pastikan anak hadir sesuai jadwal kemoterapi dan jadwal kontrol untuk pemeriksaan darah.
- Laporkan segera bila ada gejala seperti demam, memar, kelelahan ekstrem, atau reaksi kulit.
- Tanyakan pada tim medis bila ada efek samping atau prosedur yang tidak dipahami.
- Jaga nutrisi dan asupan cairan anak selama masa pengobatan.
- Laporkan jika anak mengeluhkan kesemutan atau nyeri di jari tangan/kaki, untuk evaluasi