Rituximab adalah obat yang termasuk kelompok antibodi monoklonal. Obat ini bekerja seperti “alat bantu pencari musuh” dalam tubuh. Rituximab mencari dan menempel pada sel-sel tertentu yang menyebabkan kanker, lalu membantu sistem kekebalan tubuh menghancurkan sel tersebut tanpa merusak sel sehat lainnya.
Bagaimana Obat Ini Diberikan?
- Diberikan melalui infus (selang kecil ke pembuluh darah di tangan), biasanya di rumah sakit
- Proses infus bisa berlangsung beberapa jam
- Sebelum infus, anak akan diberi obat untuk mengurangi risiko alergi atau efek samping
- Selama pemberian obat, tim medis akan memantau tekanan darah, napas, dan suhu tubuh anak
Efek Samping yang Mungkin Terjadi
Saat atau setelah infus pertama, anak mungkin mengalami:
- Demam atau menggigil
- Ruam di kulit
- Mual, muntah
- Sesak napas atau nyeri dada
- Lemas atau tidak enak badan
- Nyeri otot atau sendi
💡 Ini adalah efek yang cukup umum dan biasanya hanya terjadi pada infus pertama.
Efek Setelah Beberapa Hari
Beberapa hari setelah infus, anak bisa mengalami:
- Jumlah sel darah turun, sehingga anak bisa lebih mudah sakit atau tampak lemas
- Tubuh mudah berdarah atau memar
- Nafsu makan berkurang
- Fungsi hati menurun (akan dicek lewat pemeriksaan darah)
Tanda Bahaya – Segera ke Dokter Jika Anak
- Ruam yang makin parah
- Demam tinggi atau batuk terus menerus
- Kesulitan bernapas
- Wajah atau leher membengkak
- Mata atau kulit menguning
- Urin (air kencing) sangat gelap atau sedikit
- Sakit kepala hebat, pusing, atau pingsan
Tips untuk Orang Tua
- Pastikan anak datang ke rumah sakit sesuai jadwal infus dan tes darah yang telah diberikan
- Catat dan laporkan semua keluhan anak ke dokter
- Berikan makanan sehat dan cukup istirahat
- Jangan ragu untuk bertanya jika ada hal yang tidak dimengerti