Mesna adalah obat pelindung kandung kemih yang digunakan bersamaan dengan kemoterapi tertentu, seperti ifosfamide atau siklofosfamid. Obat ini tidak membunuh sel kanker, tapi mencegah kerusakan kandung kemih akibat efek racun dari obat kemoterapi tersebut, khususnya peradangan atau perdarahan pada kandung kemih (hemorrhagic cystitis).
Bentuk dan Cara Pemberian
Mesna bisa diberikan dengan dua cara:
-
Melalui infus (IV) ke pembuluh darah
-
Diminum langsung dalam bentuk cairan
Dosis dan cara pemberian akan disesuaikan dengan jadwal kemoterapi anak.
Efek Samping yang Mungkin Terjadi
Efek samping yang umum, tetapi tidak selalu terjadi:
- Mual dan muntah
- Diare atau sembelit
- Rasa tidak enak di mulut (terutama jika diminum)
- Sakit kepala
- Reaksi alergi ringan (jarang)
Jika muncul gejala seperti ruam, gatal, sesak nafas, atau pembengkakan, segera hubungi tenaga medis.
Tips Penting untuk Keluarga
- Minum banyak air putih — ini penting untuk membantu tubuh membuang zat sisa obat melalui urin dan melindungi kandung kemih.
- Pantau urin anak — jika terlihat kemerahan, ada darah, atau anak mengeluh nyeri saat buang air kecil, segera hubungi dokter.
- Jika anak muntah dalam 2 jam setelah minum Mesna, mungkin perlu dosis ulang – tanyakan kepada dokter atau perawat.
- Mesna dapat mempengaruhi hasil tes urin, terutama pada anak dengan diabetes. Sampaikan kepada dokter sebelum tes dilakukan.