Vincristine merupakan salah satu jenis obat kemoterapi yang sering digunakan untuk mengobati berbagai jenis kanker pada anak, seperti leukemia, limfoma, dan tumor padat lainnya. Obat ini bekerja dengan cara mengganggu proses pembelahan sel, sehingga dapat memperlambat atau menghentikan pertumbuhan sel-sel kanker yang membelah dengan cepat.
Bentuk dan Cara Pemberian
-
Vincristine berbentuk cairan bening.
-
Diberikan melalui pembuluh darah (intravena) dalam bentuk infus atau suntikan, sesuai dengan protokol pengobatan yang ditetapkan oleh dokter.
Efek Samping yang Perlu Diketahui
Efek Samping Jangka Pendek (dalam 24 jam)
-
Iritasi kulit di sekitar area infus, seperti:
-
Kemerahan
-
Sensasi terbakar
-
Bintik seperti melepuh (jika obat keluar dari pembuluh darah)
-
Konstipasi (sulit buang air besar)
Efek Samping Jangka Panjang
-
Sakit atau kram perut
-
Rambut rontok (bersifat sementara)
-
Gangguan saraf, seperti:
-
Kesemutan di jari tangan dan kaki
-
Nyeri pada rahang
-
Kelemahan otot, terutama di kaki dan tangan
-
Demam (bisa menjadi tanda infeksi → harus dilaporkan segera)
Instruksi Khusus untuk Orang Tua
-
Amati gerakan usus anak Anda. Jika tidak buang air besar selama lebih dari 2 hari, segera beri tahu dokter. Dokter mungkin akan menyarankan pengaturan pola makan atau memberikan obat pencahar ringan.
-
Waspadai gejala iritasi saat infus berlangsung, seperti:
-
Rasa terbakar
-
Nyeri di area suntikan
-
Kulit memerah atau terasa nyeri ➤ Jika ini terjadi, segera laporkan ke perawat atau dokter.