Mitos Seputar Pijat Bayi: Mana yang Benar dan Mana yang Salah?

1208 kali dilihat

Ayah dan Bunda pasti pernah mendengar tentang pijat bayi untuk si kecil. Orang-orang tua kerap kali berkata, pijat bayi sangat penting untuk membantu supaya tangan dan kaki anak tidak bengkok saat dewasa. Ada juga yang berpendapat bahwa jika rajin dipijat, anak kita akan tumbuh tampan atau cantik karena struktur ototnya "diperbaiki".

ibu hamil

Ayah dan Bunda pasti pernah mendengar tentang pijat bayi untuk si kecil. Orang-orang tua kerap kali berkata, pijat bayi sangat penting untuk membantu supaya tangan dan kaki anak tidak bengkok saat dewasa. Ada juga yang berpendapat bahwa jika rajin dipijat, anak kita akan tumbuh tampan atau cantik karena struktur ototnya "diperbaiki".

Mitos-mitos mengenai pijat bayi ini mungkin membuat Ayah dan Bunda kebingungan apakah pijat bayi benar-benar perlu. Nah, tak perlu risau. Simak paparan mengenai mitos seputar pijat bayi kali ini. 

Mitos atau Fakta #1: Pijat Bayi Harus Dilakukan Ahli

Poin ini hanyalah mitos, Ayah dan Bunda. Banyak yang berpikir bahwa yang boleh memijat hanya para dokter, bidan, paraji atau tukang pijat anak. Padahal, orang tua sendiri juga boleh memijat si kecil.

Pijat bayi oleh Ayah atau Bunda juga bisa mendekatkan hubungan fisik dan psikis antara anak dan orang tua, sehingga tercipta rasa nyaman dari kedua belah pihak. Hasilnya, si kecil akan merasa dekat dan senang.

Mitos atau Fakta #2: Pijat Bayi Bikin Bayi Lebih Cerdas dan Cepat Berjalan

Ini fakta! Pasalnya, rutin dipijat bisa merangsang refleks sensorik dan motorik pada diri bayi. Syaraf otak anak juga turut terstimulan untuk terlatih dan bekerja, sehingga anak pun tumbuh cerdas dan tangkas. 

Mitos atau Fakta #3: Jangan Memijat Bayi Setiap Hari

Mitos. Sebaliknya, justru berikanlah pijatan pelan pada bayi selama 15-20 menit pelan-pelan. Pijatan ini juga membuat bayi nyaman dan lebih rileks saat tidur. Sebab itu, waktu terbaik untuk memijat bayi adalah peralihan dari pagi ke siang dan sore hari sehabis mandi.

Mitos atau Fakta #4: Jangan Pijat Bayi Di Bawah 2 Tahun

Ada kekhawatiran bahwa tulang bayi di bawah 2 tahun masih terlalu lunak, sehingga rentan jika dipijat. Sayangnya, anggapan ini hanyalah mitos. 

Bayi sudah bisa dipijat sejak berusia 0 bulan untuk membantu merangsang titik-titik sensor dan fleksibilitas sendi. Sepanjang kita mengindahkan kaidah memijat bayi, maka si kecil akan memperoleh manfaat maksimal dari kegiatan satu ini.

Perhatikan Hal-Hal Ini Sebelum Memijat Bayi: 

Meskipun demikian, ada beberapa hal yang wajib diperhatikan sebelum memijat si kecil. Yaitu:

  • Gunakan minyak pijat khusus bayi yang nyaman dan lembut di kulit. Minyak ini bisa diperoleh di toko khusus bayi atau mengikuti merek anjuran bidan

  • Pastikan tangan tidak kasar atau berkuku panjang sebab itu rentan membuat bayi merasa kesakitan 

  • Perhatikan suhu ruangan saat memijat. Jangan terlalu panas atau terlalu dingin. Kenyamanan bayi adalah nomor satu

  • Lakukan dengan gerakan pelan dan telaten. Jika bayi tampak menangis dan tidak nyaman, segera berhenti. 

Jadi, ibu pandai jangan keliru terjebak mitos soal pijat bayi dan melewatkan manfaat maksimalnya untuk si kecil kesayangan, ya!

 

SUMBER:

https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/34060735/

https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/21263210/

https://kesmas.kemkes.go.id/konten/133/0/090815-stimulasi-pijat-pada-baduta

 



Info lainnya: