
Pujian, apresiasi, & apresiasi gaya KAP

“Wah, berat badan adik Budi tetap kurang ini.”
“Wah, berat badan adik Budi naik dari bulan lalu.”
Misalkan dua umpan balik di atas merujuk pada suatu angka yang sama. Titik-titiknyanya BGM (Bawah Garis Merah). Tapi hanya verbalisasi saja yang berbeda. Kira-kira mana yang membuat senang hati si Ibu yang rajin ke Posyandu?
Bagi kebanyakan orang, pernyataan yang kedua, tentu saja.
Orang lebih senang ditunjukkan hal yang positif ketimbang hal yang negatif pada dirinya. Perasaan senang ini kemudian dapat diharapkan menjadi sumber motivasi untuk tetap melakukan hal yang positif dan bahkan, memperbaiki kondisi saat ini agar semakin positif.
Dalam arena interaksi, ini namanya bersikap apresiatif. Menunjukkan hal positif, kekuataan, kelebihan dari orang. Secara bahasa, lawan katanya adalah depresiatif. Tapi, orang jarang menggunakan istilah itu.
Pujian juga menunjukkan hal yang positif pada diri orang. Bedanya, sikap apresiatif agak susah lip service atau asal sebut buat orang senang. Tidak seperti Pak Tino Sidin:
”Ya, bagus!”
“Ya, bagus!”
Karena, apanya yang bagus?
Sikap apresiatif perlu mencermati cerita atau perilaku orang lalu mengangkat sisi positif darinya. Jadi, perlu benar-benar memperhatikan. Tidak asal sebut.
Salah satu yang diharapkan praktisi KAP juga bersikap apresiatif. Lebih spesifik, sikap apresiatif yang dimaksud adalah yang berkenaan dengan upaya yang dilakukan orang. Bukan hasil dan aspek yang non usaha (seperti sesuatu yang keturunan, intelegensia, dan lain-lainnya). Tapi, fokus pada upaya.
Teorinya, apresiasi pada upaya orang akan membuatnya senang dan lebih menghargai upaya yang telah dilakukan. Sehingga, ketika ada tantangan ke depan, dia akan melakukan upaya yang lebih keras.
Sebaiknya, apresiasi ada sesuatu non-upaya, membuat orang senang tapi menghindari tantangan yang akan merusak reputasinya.
Misalnya begini: seorang anak raportnya bagus.
“Wah, nilainya 9 semua. Otak kamu memang pintar banget!”
“Wuih, nilainya 9 semua. Pantes banget, setiap hari kamu belajar 2 jam. Semua soal pasti mudah dikerjakan!”
Bisa bedakan?
Bekasi, 7 November 2024 - RR