Peluncuran Penguatan Advokasi Kebijakan GERMAS di Daerah


Peluncuran Penguatan Advokasi Kebijakan GERMAS di Daerah

Demi mendorong kegiatan Germas agar mampu menjadi salah satu budaya baik yang berjalan di tengah masyarakat, Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan bekerjasama dengan SPEAK Indonesia dan Aliansi Kabupaten/Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI) menggelar acara yang bertema “Peluncuran Penguatan Advokasi Kebijakan Germas di Daerah” pada hari Kamis, tanggal 28 Oktober 2021 secara hybrid (luring dan daring).

Proses pembudayaan GERMAS menjadi salah satu hal yang sangat penting untuk dilakukan agar mampu mempercepat dan mensinergikan upaya promotif dan preventif  hidup sehat, sehingga masyarakat mampu lebih produktif dan beban pembiayaan pelayanan kesehatan akibat penyakit yang diderita dapat menurun. Dengan adanya diskusi tersebut diharapkan mampu membawa pengaruh baik kepada masyarakat,  sehingga terwujudnya masyarakat yang sehat dapat segera tercapai.

Hasil dari kegiatan ini dikemukakan masalah terkait dengan implementasi GERMAS, dimana GERMAS masih dinilai sebagian pihak sebagai program yang belum menyentuh dasar kehidupan warga. GERMAS masih dipandang hanya program seremonial di lingkungan pemerintah, baik pusat maupun daerah. GERMAS dinilai hanya bertujuan memenuhi indikator keberhasilan program semata, sebagaimana amanat Inpres Nomor 1 tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dan belum mengarah kepada sasaran langsung pada penggerakan masyarakat.

Berdasarkan hasil evaluasi Pemerintah Pusat, masih banyak kabupaten/kota di Indonesia yang belum melaksanakan GERMAS. Sebab berdasarkan catatan, sampai kini masih ada 3 provinsi belum menerbitkan regulasi GERMAS. Pada tahun 2020, sebanyak 33%  kabupaten/kota telah melaksanakan Implementasi GERMAS dengan target 30% untuk tahun 2020. Namun, pencapaian tahun 2021 sampai saat ini masih 8% dengan target 48%.

Menindaklanjuti catatan-catatan kritis dalam kegiatan itu, tim advokasi akan mengunjungi 6 kabupaten/kota, untuk melihat praktik GERMAS di daerah. Keenam kabupaten/kota itu adalah Kota Semarang dan Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah; Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan; Kabupaten Pringsewu, Lampung; Kabupaten Gianyar, Bali; dan Provinsi DIY. Harapannya yaitu keseluruhan wilayah yang didatangi akan menjadi champion untuk penggerakan dan pembudayaan GERMAS di tingkat kabupaten/kota.

Dalam pelaksanaannya, sesi diskusi yang dimoderatori oleh Wiwit Heris selaku Direktur SPEAK Indonesia, turut menghadirkan beberapa narasumber penting yang terdiri dari beberapa lapisan masyarakat seperti Dr. Rita Damayanti S.Psi. MPA selaku akademisi, lalu turut hadir pula dari public figure, yaitu Ikke Nurjannah. Selanjutnya, hadir pula Ketua Data dan Informasi Aliansi Jurnalistik Independen yaitu Bayu Wardana, Dr. Agustini E Raintung dari jejaring AMPL, dan pembicara terakhir adalah Angelique Dewi selaku Head of Corporate Communication  Nutrifood.

Kontributor:

Dwi Adi Maryandi, SKM, MPH

Muslimah, SKM, MKM

Editor:

Eunice Margarini, SKM, MIPH

Link kegiatan:

https://www.youtube.com/watch?v=UYNgbrE7meg

Kalender

Artikel Terkait