Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2019


Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2019

Setiap tanggal 31 Mei diperingati sebagai Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS). Tahun ini, Peringatan  Puncak HTTS dilaksanakan pada tanggal 11 Juli 2019 di Auditorium Prof. Dr. G.A. Siwabessy Kementerian Kesehatan. Tema HTTS kali ini adalah Rokok dan Kesehatan Paru dengan mengambil sub tema Jangan Biarkan Rokok merenggut Nafas Anda.

Kepala BKKBN, Perwakilan Menteri Dalam Negeri, Perwakilan Kepala BAPPENAS, Anggota Komisi IX Peduli Tembakau, beberapa Kepala Daerah Kabupaten/ Kota di Indonesia, dan para penggiat anti tembakau bersama dengan Menteri Kesehatan dan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit hadir dalam puncak peringatan HTTS tersebut.

Dalam laporan Dirjen P2P disampaikan bahwa setiap orang berhak mendapatkan udara bersih dan untuk mendukung masyarakat mendapatkan udara bersih sudah dilaksanakan beberapa kegiatan baik di Pusat dan Daerah untuk mengkampanyekan seruan berhenti merokok.

Pada kesempatan ini juga Menteri Kesehatan dan Dirjen P2P juga memberikan beberapa Penghargaan Pastika, Parahita, Penghargaan Paramesti, Penghargaan Pastika Parama, Penghargaan Awya Pariwara Kepala Daerah yang telah berhasil menerapkan Perda/ Kebijakan dalam pengendalian konsumsi hasil tembakau.

Penghargaan tersebut diberikan Kementerian Kesehatan kepada Daerah yang telah memiliki kebijakan dan menerapkkannya untuk pengendalian hasil tembakau di wilayahnya

Pada kesempatan kali ini juga dilakukan penandatanganan MoU antara Kementerian Kesehatan dengan Dunia Usaha dalam bidang kesehatan. 5 dunia usaha adalah PT. Herlina Indah, PT. Reckitt Benckiser, PT Bank BTPN, PT. Nutrifood, PT. Boehringer Ingelheim.

Dalam sambutannya Menteri Kesehatan menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Kepala Desa Buding, Belitung Timur dan Richard Maradona yang telah berhasil berhenti merokok dan dapat memotivasi orang lain untuk melakukan hal yang sama. 

Menkes juga berpesan akibat penyakit tidak menular BPJS setiap tahunnya harus mengeluarkan uang yang sangat banyak untuk pengobatan masyarakat Indonesia.

Banyak perokok yang lebih memilih beli rokok daripada membayar premi asuransi BPJS. Rata-rata usia orang Indonesia 71,4 tahun dan usia sehat sampai 62 tahun sehingga selama 9 tahun akan mengalami berbagai macam penyakit. Penyakit Tidak Menular itu dapat dicegah dengan pola hidup sehat dimulai dari sejak dini. Boleh makan enak tetapi dibatasi dan ingat pola makan seimbang. 

 

Kalender

Artikel Terkait