Yuk, Rutin Periksa Kesehatan Ibu dan Bayi Selama Masa Nifas


Yuk, Rutin Periksa Kesehatan Ibu dan Bayi Selama Masa Nifas

Baru selesai bersalin dan memasuki masa nifas? Apakah Anda sudah memeriksakan kesehatan Ibu dan bayi? Pemeriksaan kesehatan ibu dan bayi selama masa nifas penting untuk mencegah adanya komplikasi kesehatan pada ibu serta kelainan pertumbuhan pada bayi.

Perubahan pada Tubuh Ibu Selama Masa Nifas

Masa nifas adalah masa pemulihan organ reproduksi Ibu setelah melahirkan, yang berlangsung setelah hari pertama melahirkan hingga 6 minggu atau sekitar 42 hari ke depan. Pada masa ini Ibu akan mengalami berbagai perubahan fisik dan mental, seperti  

  1. Rasa Tidak Nyaman pada Payudara

    Saat menyusui, payudara Ibu mungkin terasa kencang dan membengkak. Ibu bisa mengompres payudara dengan kompres hangat atau dingin ketika sedang tidak menyusui, atau menggunakan pompa ASI untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada ASI. Hindari penggunaan obat pereda nyeri kecuali disarankan oleh bidan atau dokter.

  2. Rasa Tidak Nyaman pada Vagina

    Pada persalinan normal, biasanya ada robekan pada bagian vagina atau anus yang bisa menimbulkan rasa sakit setelah melahirkan. Namun, luka robekan ini bisa sembuh dan waktu pemulihannya tergantung pada kondisi lukanya.

    Jika terjadi luka pada jaringan sekitar kandung kemih, Ibu juga bisa mengalami kesulitan buang air kecil. Namun, masalah ini akan hilang dengan sendirinya sejalan dengan waktu. Lakukan senam kegel untuk mengurangi rasa tidak nyaman sekaligus memperkuat otot panggul.

  3. Kram atau Nyeri Perut

    Ini terjadi karena Ibu mengalami kontraksi selama masa nifas, yang tujuannya mencegah pendarahan berlebih selama masa pemulihan. Kontraksi ini juga membantu penyusutan rahim setelah melahirkan.

  4. Keputihan

    Selama 2-4 minggu setelah melahirkan tubuh mungkin akan mengeluarkan cairan nifas, yang merupakan cara alami untuk menghilangkan darah dan jaringan yang tersisa dalam rahim.

  5. Perubahan pada Kulit dan Rambut

    Selama masa nifas, biasanya rambut mudah rontok, namun kondisi ini akan membaik dalam 6 bulan. Pada kulit juga biasanya timbul guratan halus, yang dikenal sebagai stretch mark. Guratan-guratan ini lambat laun akan memudar hingga kulit menjadi terang kembali.

  6. Perubahan Emosi

    Berbagai perubahan dan tekanan yang Ibu rasakan karena harus merawat bayi bisa membuat suasana hati Ibu mudah berubah-ubah. Kadang Ibu merasa sedih, marah dan tak berdaya. Hal ini menjadi tanda terjadinya baby blues, dan jika tidak ditangani dengan baik, bisa menyebabkan depresi pada ibu setelah melahirkan.

 

BACA: Cara Menghindari Stress Saat Hamil

 

Oleh karenanya, penting untuk menjaga kesehatan ibu dan bayi secara fisik maupun mental setelah melahirkan. Tujuannya untuk mendeteksi masalah, mengobati atau merujuk ke tenaga kesehatan profesional, jika terjadi komplikasi pada ibu maupun bayi.

Pemeriksaan Kesehatan Ibu

Selama masa nifas, Ibu dan bayi dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan ke bidan atau dokter di fasilitas kesehatan. Walaupun Ibu tidak mengalami gangguan fisik atau tanda kelelahan secara mental dan emosi, bukan berarti tidak perlu melakukan pemeriksaan. Terkadang ada kondisi yang apabila tidak diketahui, kemungkinan besar akan membuat kondisi kesehatan memburuk dan membahayakan nyawa.

 

Pemeriksaan kesehatan ibu selama masa nifas dibagi menjadi beberapa tahapan, yaitu:

  • Pertama, pada 6 jam - 3 hari sesudah melahirkan.

  • Kedua, mulai hari ke 4 sampai 28 hari sesudah persalinan. 

  • Ketiga, mulai hari ke 29 hingga hari ke 42.

 

Pemeriksaan dimulai dari wawancara kondisi Ibu secara umum, dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan berikut ini:

  1. Pemeriksaan Tanda Vital

    Tujuannya untuk mengetahui adanya komplikasi setelah melahirkan, dengan cara mengukur tekanan darah, suhu tubuh, pernapasan, dan denyut nadi. Pemeriksaan darah juga bisa dilakukan untuk mengetahui kadar hemoglobin pada ibu pasca melahirkan dan mendeteksi ada tidaknya risiko anemia.

  2. Pemeriksaan Rahim

    Termasuk kondisi jalan lahir dan tanda infeksi serta kontraksi rahim. Setelah persalinan, baik secara normal atau operasi sesar, biasanya darah akan keluar dalam bentuk gumpalan atau aliran darah seperti menstruasi. Darah pasca melahirkan, yang dikenal dengan sebutan darah lokia ini, merupakan cara alami tubuh untuk membersihkan rahim dari plasenta dan jaringan yang terbentuk selama kehamilan.

  3. Pemeriksaan Payudara

    Berupa pemeriksaan bentuk payudara dan puting serta melihat ada tidaknya pembengkakan atau infeksi, yang bisa terjadi jika cara menyusui tidak tepat.

  4. Pemeriksaan Psikis

    Selain pemeriksaan fisik, pemeriksaan kondisi emosi dan mental ibu juga tak kalah penting. Hal ini karena ibu nifas rentan mengalami depresi atau baby blues, sehingga perlu penanganan kondisi mental ibu yang baik selama masa nifas. 

 

Pemeriksaan ibu nifas juga disertai dengan pemberian vitamin A, konseling dan perawatan ibu setelah melahirkan, serta pelayanan kontrasepsi.

 

Pemeriksaan Kesehatan Bayi

Selain pemeriksaan pada ibu selama masa nifas, pemeriksaan kesehatan bayi secara rutin juga tak kalah penting. Pemeriksaan yang dilakukan pada bayi, antara lain dengan

1. Penilaian APGAR

Tujuannya untuk mendeteksi adanya kelainan pada bayi, dengan cara mengukur skor APGAR (Appearance, Pulse, Grimace, Activity, Respiration) sebanyak 2 kali, yaitu di menit pertama dan 5 menit setelah kelahiran. Skor akan diberikan pada pemeriksaan organ dan fungsi tubuh bayi, seperti pernapasan, detak jantung, refleks, otot, dan warna kulit bayi. Jika skor APGAR mencapai 7 atau lebih, bayi kondisinya normal.

 

2. Pencarian Kelainan Kongenital

Tujuannya untuk mencari ada tidaknya kelainan pada perkembangan dan fungsi tubuh bayi, seperti kelainan jantung bawaan, kelainan pertumbuhan seperti autis, dan kelainan pada organ-organ lainnya.

 

3. Pemeriksaan Fisik

Tujuannya untuk mengetahui ada tidaknya kelainan pada pertumbuhan fisik bayi. Berupa pemeriksaan cairan amnion, tali pusat, plasenta, berat badan dibandingkan  dengan masa gestasi (awal perkembangan embrio menjadi fetus), pemeriksaan mulut, anus, garis tengah tubuh dan jenis kelamin.

 

BACA: Pemeriksaan Kesehatan Anak

 

Segera lakukan pemeriksaan kesehatan Ibu dan bayi dengan rutin dan tepat waktu. Jangan lupa membawa buku KIA untuk pemantauan kondisi kesehatan ibu dan bayi selama masa nifas.

 

Kalender

Artikel Terkait


Data Artikel terkait Tidak Tersedia