Aktifkan Posyandu Melalui Gerakan Bulan Peduli Posyandu


Aktifkan Posyandu Melalui Gerakan Bulan Peduli Posyandu

Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Indonesia turun dari 24,4% di tahun 2021 menjadi 21,6% di 2022. Prevalensi stunting ini ditargetkan turun hingga 14% di tahun 2024. Meskipun demikan ditemukan peningkatan kasus wasting dan underweight yang jika tidak ditangani secara serius akan berpotensi jating kedalam kondisi stunting. 

Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah permasalahan gizi adalah melakukan pemantauan tumbuh kembang secara berkala, agar jika ditemukan permasalahan dapat segera ditangani.  Salah satu tempat yang dekat dengan masyarakat untuk melakukan pemantauan tumbuh kembang adalah di Posyandu. Namun, data menunjukkan kunjungan masyarakat ke posyandu masih rendah. 

Kegiatan posyandu diharapkan dapat aktif sehingga bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk pencegahan stunting. Melihat kondisi tersebut, diharapkan dukungan yang seluruh stakeholder, termasuk kepala desa dan lurah untuk mendorong masyarakat untuk datang ke posyandu dan meningkatkan kualitas layanan di Posyandu, sehingga pencegahan dan penurunan stunting dapat tercapai dan terwujudnya masyarakat yang sehat.

Kementerian Kesehatan menginisiasi Gerakan Bulan Peduli Posyandu sebagai upaya yang dilakukan guna meningkatkan kunjungan masyarakat ke posyandu melalui peningkatan dukungan dan komitmen lintas sektor pusat dan daerah termasuk Kepala Desa dan Lurah.

Untuk mendukung upaya penyelenggaraan Gerakan Bulan Peduli Posyandu, maka tepat pada hari Jumat 19 Mei 2023, Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat menggelar Workshop Gerakan Bulan Peduli Posyandu.

Kegiatan workshop yang diadakan pada pukul 08.00 WIB tersebut, turut dihadiri oleh dr. Maria Endang Sumiwi, M.P.H selaku Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan; Sugito, S.Sos, M.H selaku Direktur Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan (Ditjen PDP) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT); Dr. Eko Prasetyanto Purnomo Putro, S.Si, M.Si, MA selaku Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri); Chaerul Dwi Sapta, S.H., M.AP selaku Direktur Fasilitasi Lembaga Kemasyarakatan dan Adat Desa, Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga, dan Pos Pelayanan Terpadu, Kemendagri dan; drg. Widyawati, MKM selaku Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat.

Workshop Gerakan Bulan Peduli Posyandu tersebut bertujuan untuk memperkuat posyandu dalam memberikan berbagai pelayanan kepada sasaran di seluruh siklus usia mulai dari anak-anak, remaja, ibu hamil, usia produktif dan lansia. Diharapkan Kepala Desa dan Lurah mendukung penyelenggaraan posyandu dengan menggerakkan dan serta menyediakan fasilitas bagi masyarakat sesuai kewenangannya untuk datang ke Posyandu. Dukungan tersebut dapat berupa surat edaran, WA Blast, media KIE, subsidi transport ke posyandu, dan lainnya.  

 

 

Kalender

Artikel Terkait