Asparaginase adalah obat kemoterapi yang membantu melawan kanker dengan cara menghilangkan zat yang dibutuhkan oleh sel kanker untuk tumbuh.
Obat ini sering digunakan bersama kemoterapi lain, terutama dalam pengobatan leukemia limfoblastik akut (ALL) pada anak. Asparaginase merupakan kunci dari protokol kemoterapi ALL.
Cara pemberian
- Melalui infus ke pembuluh darah (intravena) selama 1–2 jam, sesuai dengan protokol pengobatan masing-masing anak. (tergantung jenis preparat)
- Cairan disuntikkan ke dalam otot (intramuskular)
- Diberikan di rumah sakit dengan pengawasan ketat.
Efek Samping yang Perlu Diwaspadai Orang Tua
Tidak semua anak yang menerima asparaginase akan mengalami efek samping. Namun, orang tua perlu mengenali tanda-tandanya agar dapat segera melapor kepada tenaga kesehatan bila keluhan muncul.
-
Efek Samping Ringan yang Sering Terjadi
Efek ini relatif sering muncul dan umumnya dapat ditangani dengan pengawasan medis:
-
- Mual dan muntah
- Demam ringan
- Sakit kepala
- Nyeri, bengkak, kemerahan, atau rasa hangat di lokasi suntikan (jika diberikan melalui otot)
- Kelelahan
Meskipun tergolong ringan, keluhan yang menetap atau memburuk tetap perlu dilaporkan kepada dokter.
-
Efek Samping Metabolik
Asparaginase dapat memengaruhi keseimbangan gula dan lemak dalam darah. Efek yang dapat terjadi meliputi:
-
- Peningkatan kadar gula darah, yang dapat menyebabkan diabetes sementara
- Peningkatan kadar trigliserida (lemak darah)
Karena itu, dokter akan melakukan pemeriksaan darah secara berkala untuk memantau kondisi anak.
-
Efek Samping pada Organ
Beberapa efek samping dapat memengaruhi organ tubuh dan perlu diwaspadai karena dapat menjadi serius.
-
- Radang pankreas (pankreatitis akut) dapat ditandai dengan nyeri perut hebat yang dapat menjalar ke punggung, disertai mual atau muntah.
- Gangguan fungsi hati (hepatotoksisitas atau radang hati) dapat terlihat dari peningkatan enzim hati, kulit atau mata menguning, serta kelelahan berat.
- Gangguan pembekuan darah (koagulopati) dapat meningkatkan risiko perdarahan atau terbentuknya bekuan darah (trombosis), dan dalam kasus berat dapat meningkatkan risiko stroke.
- Gangguan saraf jarang terjadi, tetapi dapat berupa kebingungan atau gangguan kesadaran.
Bila efek samping berat terjadi, dokter dapat menunda, menyesuaikan dosis, atau menghentikan terapi sesuai kondisi anak.
-
Reaksi Alergi atau Hipersensitivitas Berat
Asparaginase berasal dari bakteri sehingga dapat memicu respons imun. Reaksi alergi biasanya muncul saat atau segera setelah pemberian obat.
Gejala yang perlu diwaspadai meliputi:
-
- Ruam, gatal, atau bentol (biduran)
- Demam tinggi dan menggigil
- Batuk atau sesak napas
- Sulit menelan
- Tekanan darah turun
- Pingsan
Pada beberapa kasus dapat terjadi reaksi tanpa gejala yang jelas (silent inactivation), yaitu obat menjadi tidak efektif meskipun tidak tampak tanda alergi. Oleh karena itu, pemantauan oleh tim medis sangat penting. Reaksi alergi berat merupakan kondisi darurat dan memerlukan penanganan segera.
Instruksi Khusus untuk Orang Tua
- Tim medis akan memantau tekanan darah, pernapasan, dan kondisi umum anak selama dan setelah pemberian.
- Segera beritahu dokter atau perawat jika anak menunjukkan:
- Reaksi alergi seperti di atas
- Keluhan sakit perut hebat saat di rumah
- Anak akan menjalani pemeriksaan darah secara rutin untuk memantau:
- Fungsi hati dan pankreas
- Gula darah
- Fungsi ginjal
- Jumlah sel darah dan faktor pembekuan