Pemeriksaan Mata


Pemeriksaan Mata

Pemeriksaan mata adalah pemeriksaan oleh dokter atau petugas khusus untuk melihat apakah penglihatan anak normal, apakah ada masalah pada retina, saraf mata, atau otot mata, serta memeriksa apakah ada tanda-tanda penyakit tertentu, termasuk kondisi yang berhubungan dengan kanker anak (misalnya retinoblastoma atau efek samping pengobatan).

Pemeriksaan ini penting untuk:

  • Menilai kemampuan melihat anak
  • Mendeteksi kelainan struktur mata
  • Mendeteksi efek samping obat atau terapi kanker yang dapat mempengaruhi mata
  • Memastikan mata anak tetap sehat selama pengobatan

Bagaimana Prosedurnya?

Pemeriksaan berlangsung di ruangan yang sedikit gelap agar mata dapat diperiksa dengan lebih jelas.

Langkah-langkah pemeriksaan:

  1. Posisi anak

  2. Anak duduk di kursi atau dipangku orang tua agar lebih nyaman.

  3. Pemeriksaan awal

    • Anak diminta melihat ke sebuah lampu kecil.

    • Petugas menutup satu mata lalu mata lainnya untuk melihat apakah mata lurus dan bekerja sama dengan baik.

  4. Mengikuti cahaya

Anak diminta mengikuti gerakan lampu kecil dengan matanya.

  1. Melihat angka, huruf, atau gambar

Anak melihat kartu bergambar/angka dengan satu mata bergantian, lalu menyebutkan apa yang terlihat.

  1. Pemeriksaan struktur mata

    • Anak meletakkan dagu di penyangga dan dahi pada bantalan.

    • Petugas melihat bagian dalam mata menggunakan alat dengan cahaya terang.

  2. Pemberian tetes mata (dilatasi)

    • Anak diberikan tetes mata yang membuat pupil membesar.

    • Obat bekerja sekitar 30 menit.

    • Setelah ditetesi, anak mungkin melihat agak buram, ini normal dan akan hilang sendiri.

  3. Pemeriksaan lanjutan

Setelah pupil membesar, petugas memeriksa retina, saraf mata, dan bagian dalam mata lebih detail.

 

Ditambahkan pemeriksaan refleks merah (red reflex): Metode sederhana dan rutin digunakan untuk skrining.

  1. Petugas menggunakan oftalmoskop atau penlight yang ditembakkan ke mata anak

  2. Cahaya akan dipantulkan kembali dari retina dan terlihat sebagai noda merah di pupil (refleks merah) jika mata tidak ada kelainan.

 

Apakah Menyakitkan?

  • Pemeriksaan tidak menimbulkan rasa sakit.
  • Tetes mata mungkin sedikit membuat perih atau tidak nyaman, tetapi hanya sebentar.
  • Penglihatan kabur setelah tetes mata adalah normal dan akan membaik beberapa jam kemudian.

 

Setelah Prosedur

Setelah pemeriksaan:

  • Anak bisa langsung kembali ke kamar atau pulang.
  • Penglihatan buram akan hilang dengan sendirinya.
  • Jika berada di luar ruangan, gunakan topi atau hindari cahaya terlalu terang sampai efek tetes mata hilang.

 

⚠️ Efek Samping & Risiko

Pemeriksaan mata sangat aman. Namun beberapa hal yang mungkin terjadi:

  • Sedikit perih saat ditetesi obat mata
  • Mata terasa silau setelah pupil membesar
  • Penglihatan buram sementara
  • Alergi terhadap obat tetes (sangat jarang)
  • Hubungi tim medis jika anak mengalami:
  • Kemerahan mata yang tidak hilang
  • Keluhan nyeri yang kuat
  • Pembengkakan kelopak mata
  • Penurunan penglihatan setelah beberapa jam

 

Tabel Ringkas Tanda Mata yang perlu diwaspadai VS Normal pada Anak

Aspek yang diamati

Tanda yang perlu diwaspadai (waspadai kemungkinan retinoblastoma)

Tanda yang normal (tidak mencurigakan)

Warna pupil saat foto/terkena cahaya

Pupil tampak putih seperti “mata kucing” (leukokoria), terutama di salah satu mata atau berbeda antar mata.

Pupil tampak merah atau hitam mengkilap saat diambil foto dengan flash.

Pergerakan dan keselarasan mata

Mata juling/berantakan (salah satu mata tidak sejajar, sering menyipit/menutup satu mata, atau tidak mau melihat ke satu sisi).

Mata sejajar, tidak tampak menyilang atau “berlompat‑lompat” saat melihat ke kiri/kanan.

Penglihatan anak

Anak kesulitan menatap lampu, tidak merespons wajah dekat, sering menabrak meja, atau tidak mau melihat.

Anak bisa menatap, mengikuti gerakan mainan, dan merespons wajah orang tua dengan jelas.

Bentuk bola mata/kelopak

Bola mata tampak menonjol (mengembang), atau tidak simetris ukurannya,  kelopak bengkak seperti infeksi berat yang tidak membaik, atau mata tampak merah dan sakit terus‑menerus.

Bola mata dan kelopak simetris, tidak menonjol, tidak bengkak berat secara terus‑menerus.

Reaksi terhadap cahaya

Anak sering menyipit/menutup salah satu mata saat terang, atau tidak mau menatap cahaya sama sekali.

Anak bisa menatap lampu/red‑later tanpa reaksi berlebihan atau hanya menutup sebentar.

Tanda lain yang mungkin muncul

Perubahan warna mata (misalnya gelap tidak biasa), benjolan di kelopak, atau keluhan nyeri mata yang tidak reda.

Tidak ada perubahan warna atau benjolan, mata tidak tampak sakit atau merah terus.

 

"Pemeriksaan mata adalah langkah sederhana namun penting untuk menjaga kesehatan penglihatan anak. Dengan mengenali perubahan sejak dini, kita dapat membantu memastikan anak tetap dapat melihat dunia di sekelilingnya dengan baik selama masa pengobatan."
Apa Kata Ahlinya
dr. I Dewa Ayu Agung Sridharaswari, Sp.A(K)
dr. I Dewa Ayu Agung Sridharaswari, Sp.A(K)

Pemeriksaan mata adalah langkah sederhana namun penting untuk menjaga kesehatan penglihatan anak. Dengan mengenali perubahan sejak dini, kita dapat membantu memastikan anak tetap dapat melihat dunia di sekelilingnya dengan baik selama masa pengobatan

Kalender

Artikel Terkait