Apa Itu MRI?
MRI (Magnetic Resonance Imaging) adalah pemeriksaan pencitraan yang menggunakan medan magnet kuat, gelombang radio, dan komputer untuk menghasilkan gambar yang sangat detail dari bagian dalam tubuh. Berbeda dengan CT Scan atau Rontgen, MRI tidak menggunakan radiasi, sehingga lebih aman, terutama untuk anak-anak.
MRI sering digunakan untuk melihat:
-
Otak dan susunan saraf tulang belakang
-
Sendi ,tulang, dan otot
-
Organ dalam meliputi jantung, hati, ginjal dan lainnya.
-
Tumor/ kanker atau kelainan jaringan lunak.
Zat Kontras MRI
Dalam beberapa kasus, MRI dilakukan dengan pemberian zat kontras yang diberikan melalui suntikan ke pembuluh darah. Zat ini membantu memperjelas gambar pembuluh darah, jaringan, atau massa tertentu sehingga lebih presisi terutama pada kasus tumor/ kanker.
Manfaat zat kontras:
-
Membantu melihat tumor/ kanker lebih jelas
-
Membedakan jaringan normal dan abnormal
-
Melihat peradangan atau infeksi
-
Menilai pembuluh darah
Beritahu tim medis jika anak memiliki:
-
Alergi terhadap zat kontras atau yodium
-
Riwayat gangguan ginjal atau diabetes
-
Kemungkinan sedang hamil (untuk anak usia remaja)
Bagaimana Cara Pemeriksaan MRI?
Persiapan Sebelum MRI
Agar pemeriksaan berjalan lancar:
-
Jika anak koperatif, beri tahu anak bahwa ia perlu berbaring diam selama pemeriksaan MRI
-
Selama menunggu, anak bisa membawa boneka atau selimut kesayangan.
-
Ikuti instruksi puasa terutama bila anak akan menjalani bius total.
-
Informasikan bila terdapat riwayat alergi atau penyakit ginjal.
-
Hindari penggunaan benda logam karena MRI menggunakan magnet sangat kuat. Lepas semua anting, gelang, jam tangan, kacamata kancing logam, resleting, bra kawat, hairpin, aksesori rambut, makeup glitter, ponsel, kartu ATM, atau alat elektronik lainnya.
-
Beritahu tim medis jika anak memiliki alat implan atau logam dalam tubuh, seperti kawat gigi permanen, alat pacu jantung, implan koklea, atau pen di tulang.
Apa yang Terjadi Saat Pemeriksaan?
-
Anak yang kurang koperatif akan diberikan sedasi/ obat bius.
-
Anak berbaring di atas meja pemeriksaan kemudian akan masuk secara perlahan ke dalam mesin berbentuk terowongan besar. Mesin akan menghasilkan medan magnet dan gelombang radio untuk mengambil gambar dari berbagai sudut tubuh anak.
-
Diperlukan waktu sekitar 20–90 menit, tergantung area yang diperiksa
-
Anak akan diberi penutup telinga atau headphone, dan bisa menonton film atau mendengarkan musik selama proses (jika fasilitas tersedia).
-
Teknisi akan memantau anak dari ruang terpisah dan dapat berkomunikasi dua arah selama proses.
Setelah MRI
-
Jika tidak menggunakan sedasi/obat bius, anak bisa langsung pulang dan beraktivitas
-
Jika menggunakan sedasi, anak akan dipantau hingga sadar penuh
-
Hasil MRI akan dibaca oleh dokter radiologi dan dikirim ke dokter utama untuk didiskusikan bersama Anda
⚠️ Risiko dan Efek Samping
MRI tergolong aman, tetapi beberapa efek samping ringan bisa terjadi:
Tanpa kontras:
-
Rasa tidak nyaman di ruang sempit (klaustrofobia)
-
Telinga berdenging bila tanpa pelindung
-
Sedikit hangat pada tubuh (karena gelombang radio)
Dengan kontras:
-
Nyeri ringan di lokasi infus
-
Sakit kepala, mual ringan, atau rasa logam di mulut
-
Reaksi alergi ringan (sangat jarang)
MRI hanya dilakukan jika benar-benar diperlukan, dan tim medis akan mempertimbangkan manfaat serta risiko secara hati-hati.