Morfin adalah obat pereda nyeri kuat (jenis opioid) yang digunakan untuk mengurangi nyeri sedang hingga berat, terutama pada anak-anak yang menjalani pengobatan kanker. Obat ini bekerja dengan memengaruhi otak dan sistem saraf agar rasa nyeri menjadi lebih ringan.
Morphine tidak menyebabkan kecanduan bila digunakan dengan benar sesuai arahan dokter.
Bagaimana Cara Pemberiannya?
Morfin bisa diberikan dalam berbagai bentuk, tergantung kebutuhan anak:
- Tablet atau kapsul yang diminum
- Cairan yang diminum
- Infus (IV) langsung ke pembuluh darah
- Suppositoria (dimasukkan lewat anus) jika anak sulit menelan
Ada bentuk kerja cepat (untuk nyeri mendadak) dan kerja lama (untuk nyeri terus-menerus). Dokter akan mengatur jadwal dan jenisnya sesuai kondisi anak.
Efek Samping yang Mungkin Terjadi
Efek samping umum (sering terjadi tapi bisa diatasi):
- Mengantuk, lemas, atau pusing
- Mual atau sakit perut
- Sembelit
- Mulut kering
- Gatal-gatal
- Sulit buang air kecil
- Perubahan suasana hati (lebih sensitif atau mudah marah)
- Mimpi aneh atau sulit tidur
Efek yang lebih serius (harus segera ke dokter):
- Napas anak jadi lambat atau dangkal
- Sulit bernapas atau menelan
- Ruam atau bengkak di wajah/leher
- Pusing hebat atau terasa mau pingsan
Pemantauan dan Instruksi Khusus
- Dokter mungkin minta orang tua mencatat waktu dan dosis pemberian untuk memastikan nyeri anak benar-benar terkontrol
- Jangan menghentikan obat tiba-tiba, karena tubuh bisa mengalami reaksi. Penghentian harus bertahap dan diawasi dokter
- Bila diperlukan, dokter bisa memberikan obat penawar (nalokson) jika terjadi efek overdosis
Tips untuk Keluarga
- Pastikan obat diberikan sesuai jadwal
- Beri tahu dokter jika anak tampak terlalu mengantuk atau sulit dibangunkan
- Untuk mencegah sembelit, anak mungkin akan diberi obat pencahar atau disarankan minum banyak air dan makan berserat
- Simpan obat di tempat aman, jauh dari jangkauan anak-anak lain
- Catat semua keluhan dan sampaikan ke tim medis