Pemeriksaan Biopsi


Pemeriksaan Biopsi

Apa Itu Biopsi?

Biopsi adalah tindakan mengambil sedikit contoh jaringan dari dalam tubuh anak untuk diperiksa di laboratorium dengan mikroskop.. Ini adalah salah satu langkah penting dalam menentukan diagnosis penyakit, termasuk kanker.

Jaringan yang diambil akan diperiksa oleh dokter spesialis patologi, yaitu dokter yang dilatih khusus untuk melihat perbedaan antara sel sehat dan sel yang tidak normal.

Melalui pemeriksaan ini (disebut histologi jaringan), dokter dapat mengetahui:

  • Jenis kanker
  • Stadium penyakit (sejauh mana kanker menyebar)
  • Tingkat keagresifan kanker

Hasil biopsi menjadi dasar penting untuk menyusun rencana pengobatan anak.

 

Bagaimana Biopsi Dilakukan?

Cara melakukan biopsi tergantung pada:

  • Letak jaringan yang dicurigai
  • Jumlah jaringan yang dibutuhkan
  • Apakah perlu bantuan  pemeriksaan penunjang, seperti USG, CT-scan, atau MRI

Anak mungkin akan memerlukan bius lokal (untuk membuat area tertentu mati rasa) atau bius total (agar anak tertidur selama tindakan), tergantung jenis prosedur dan usia anak.

Jenis-Jenis Biopsi

  1. Biopsi Jarum (Needle Biopsy)

    • Bisa dibantu alat seperti USG atau CT-scan agar jarum tepat sasaran
    • Umumnya tidak memerlukan sayatan besar

    • Menggunakan jarum untuk mengambil jaringan dari organ seperti otot, tulang, atau kelenjar

  1. Biopsi Bedah (Surgical Biopsy)

    • Dilakukan dengan membuat sayatan di kulit untuk mengambil jaringan

    • Digunakan bila jaringan sulit dijangkau atau perlu sampel lebih besar

    • Jika memungkinkan, tindakan ini dapat dilakukan sekaligus untuk mengangkat seluruh massa tumor

    • Kadang juga dilakukan pemeriksaan terhadap kelenjar getah bening di area sekitar

  2. Aspirasi Sumsum Tulang

    • Diambil dari tulang panggul 

    • Umumnya dilakukan bila dicurigai leukemia atau terdapatn penyebaran kanker ke sumsum tulang

This image is a visual guide on different types of biopsy procedures, including needle biopsy, surgical biopsy, and bone marrow aspiration, each with a brief description of their purpose, method, and common reasons for use.

AI-generated content may be incorrect.

Biopsi dengan Bius Total 

Pada beberapa kasus, biopsi dilakukan saat anak dibius total. Ini disebut EUA (pemeriksaan di bawah anestesi). Prosedur ini:

  • Dilakukan di ruang operasi
  • Diawasi oleh dokter anestesi
  • Umumnya dilakukan untuk diagnosis retinoblastoma (kanker mata) atau biopsi terletak di area sensitif (seperti panggul)

Dokter akan menghindari bius total jika tidak benar-benar diperlukan. Namun, dalam beberapa kondisi bius total dibutuhkan agar anak tetap tenang dan tidak bergerak selama prosedur.

 

Apa yang Terjadi Saat Biopsi?

  • Tim medis akan menyiapkan anak, termasuk memberikan penjelasan prosedur kepada orang tu
  • Obat penenang atau bius akan diberikan agar anak merasa nyaman
  • Prosedur dilakukan sesuai jenis biopsi
  • Setelah selesai, anak akan dipantau hingga pulih, terutama jika menggunakan bius

Biopsi umumnya tidak menyakitkan saat dilakukan, tetapi anak mungkin merasa sedikit nyeri atau tidak nyaman setelahnya. Obat pereda nyeri akan diberikan sesuai kebutuhan.

 

Setelah Biopsi

Sampel jaringan akan diperiksa oleh dokter patologi di laboratorium. Hasilnya akan memuat informasi seperti:

  • Jenis sel kanker
  • Stadium (apakah kanker sudah menyebar)
  • Grading, yaitu tingkat keagresifan sel kanker

Informasi ini akan digunakan tim medis untuk:

  • Menentukan jenis pengobatan (kemoterapi, operasi, dll)
  • Menilai seberapa cepat pengobatan perlu dimulai
  • Merencanakan langkah lanjutan bersama keluarga

Hasil biopsi biasanya selesai  dalam 3–7 hari kerja, tergantung jenis jaringan dan pemeriksaan.

 

Perawatan Setelah Biopsi

Setelah biopsi:

  • Area bekas tindakan akan ditutup dengan perban atau jahitan
  • Anak diminta beristirahat dan menghindari aktivitas berat
  • Ikuti semua petunjuk perawatan luka dari tim medis

Segera hubungi tenaga medis jika anak mengalami:

  • Demam atau menggigil
  • Pendarahan terus-menerus dari area biopsi
  • Kemerahan, bengkak, keluar cairan, atau bau di area luka

 

⚠️ Risiko Biopsi

Biopsi adalah prosedur yang relatif aman namun tetap memiliki risiko, seperti:

  • Pendarahan ringan

  • Infeksi di area tindakan

  • Nyeri atau bekas luka kecil

  • Reaksi terhadap bius atau obat penenang

Semua tindakan akan dilakukan oleh tim medis untuk mengurangi risiko, termasuk pemantauan ketat selama dan setelah tindakan.

Apa Kata Ahlinya
dr. Ludi Dhyani Rahmartani, SpA(K)
dr. Ludi Dhyani Rahmartani, SpA(K)

-

Kalender

Artikel Terkait