Bagaimana Mencegah Infeksi Selama Kemoterapi


Bagaimana Mencegah Infeksi Selama Kemoterapi

Mengapa Pencegahan Infeksi Itu Penting?

Kemoterapi bekerja dengan menghancurkan sel kanker yang tumbuh cepat. Namun, efek sampingnya adalah turunnya daya tahan tubuh anak, karena sel-sel darah putih yang berperan melawan infeksi ikut berkurang.
Akibatnya, anak menjadi lebih mudah tertular atau mengalami infeksi — bahkan dari kuman yang ringan sekalipun. Karena itu, menjaga kebersihan dan mencegah infeksi adalah bagian penting dari perawatan anak selama menjalani kemoterapi.

Mengapa anak rentan infeksi saat kemoterapi?

Beberapa faktor membuat anak sangat rentan infeksi selama kemo:

  • Jumlah sel darah putih menurun (neutropenia), sehingga tubuh sulit melawan kuman.

  • Kemoterapi melemahkan sistem imun dan membunuh sel‑sel imun penting.

  • Nutrisi dan kondisi tubuh menurun karena mual, muntah, dan kurang nafsu makan.

Infeksi bisa datang dari kuman di udara, makanan, atau sentuhan tangan yang tidak bersih, sehingga kebersihan dan pencegahan sangat penting

 

Apa yang Bisa Dilakukan Orang Tua di Rumah?

  1. Membatasi Aktivitas dan Paparan 

Selama beberapa hari setelah kemoterapi (terutama saat jumlah sel darah putih rendah/neutropenia), anak lebih rentan terhadap infeksi. Yang bisa dilakukan:

    • Hindari tempat ramai seperti sekolah, taman bermain, pusat perbelanjaan, atau acara yang melibatkan banyak anak.
    • Batasi aktivitas di luar rumah sesuai anjuran dokter dan durasi neutropenia anak.
    • Hindari kontak dengan orang yang sedang batuk, pilek, demam, atau memiliki penyakit menular seperti campak atau cacar air.
    • Gunakan masker saat anak harus berada di tempat umum atau saat ada anggota keluarga yang kurang sehat.

 

  1. Kebersihan Rumah dan Lingkungan

Menjaga kebersihan lingkungan membantu menurunkan risiko infeksi.

    • Bersihkan rumah secara rutin, terutama area yang sering disentuh seperti gagang pintu, saklar lampu, meja, dan remote TV
    • Cuci mainan anak secara berkala.
    • Pastikan peralatan makan dan minum dicuci dengan bersih menggunakan sabun dan air mengalir.
    • Jaga ventilasi rumah agar sirkulasi udara baik.

 

  1. Nutrisi dan Kebersihan Tubuh

Daya tahan tubuh anak juga dipengaruhi oleh asupan dan kebersihan diri.

    • Pastikan anak mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum makan, setelah dari toilet, dan setelah beraktivitas di luar rumah
    • Mandikan anak secara teratur dan jaga kebersihan kuku serta mulut.
    • Sajikan makanan yang dimasak hingga matang sempurna.
    • Hindari makanan mentah atau setengah matang seperti sushi, telur setengah matang, atau daging yang belum matang.
    • Pastikan makanan diolah dan disimpan secara higienis.

 

  1. Perawatan Luka dan Pemeriksaan Rutin

    • Segera bersihkan luka kecil dengan air bersih dan antiseptik.
    • Tutup luka dengan kasa atau plester bersih bila diperlukan.
    • Periksa area bekas suntikan atau infus secara rutin, apakah ada kemerahan, bengkak, atau nyeri.
    • Datang kontrol sesuai jadwal yang diberikan dokter.

  1. Tanda Infeksi yang Perlu Segera Dibawa ke Rumah Sakit

Jangan menunda pemeriksaan bila muncul tanda-tanda berikut:

    • Demam (terutama suhu ≥ 38°C.
    • Batuk, pilek berat, atau nyeri tenggorokan
    • Luka bernanah atau kemerahan yang memburuk
    • Anak tampak sangat lemas, pucat, atau tidak mau makan dan minum
    • Menggigil atau tampak sangat tidak nyaman

Jika muncul salah satu tanda tersebut, segera bawa anak ke rumah sakit atau hubungi dokter yang merawat. Jangan menunggu hingga kondisi memburuk.

Apa Kata Ahlinya
dr. Ludi Dhyani Rahmartani, SpA(K)
dr. Ludi Dhyani Rahmartani, SpA(K)

Infeksi dapat menjadi serius pada anak yang sedang menjalani kemoterapi. Dengan langkah-langkah pencegahan sederhana setiap hari, orang tua dapat membantu melindungi anak dari risiko yang berbahaya dan menjaga keberhasilan pengobatan.

Kalender

Artikel Terkait