Apa Itu Pemeriksaan Darah?
Pemeriksaan darah adalah salah satu pemeriksaan awal yang paling sering dilakukan saat anak dicurigai mengalami kanker. Prosesnya dilakukan dengan mengambil sedikit darah dari tangan atau lengan anak menggunakan jarum kecil, lalu diperiksa di laboratorium.
Pemeriksaan ini membantu dokter memahami kondisi kesehatan anak secara menyeluruh dari sampel darahnya.
Tujuan Pemeriksaan
Pemeriksaan darah dilakukan untuk:
- Mengetahui apakah jumlah sel darah anak normal atau tidak
- Melihat apakah ada infeksi atau tanda-tanda kanker darah (seperti leukemia) maupun penanda tumor solid ganas (tumor marker)Menilai apakah organ seperti hati dan ginjal bekerja dengan baik
- Memastikan tubuh anak siap menjalani pengobatan seperti kemoterapi
Apa Saja yang Diperiksa dari Darah?
- Beberapa hal yang biasanya dilihat dari hasil darah:
- Sel darah merah: apakah anak mengalami anemia (kurang darah)
- Sel darah putih: untuk melihat daya tahan tubuh dan tanda infeksi
- Trombosit: membantu proses pembekuan darah
- Fungsi ginjal dan hati: penting sebelum kemoterapi karena mempengaruhi proses kerja obat di dalam tubuh
- Tanda-tanda peradangan atau kerusakan sel
- Penanda sel tumor ganas seperti alfa feto protein (AFP) dan beta HCG
Tidak semua anak perlu menjalani semua pemeriksaan—dokter akan menyesuaikan sesuai kebutuhan kondisi anak.
Kapan Pemeriksaan Ini Dilakukan?
- Sebelum pengobatan: sebagai bagian dari proses diagnosis serta persiapan pemberian terapi
- Selama pengobatan: untuk melihat bagaimana tubuh anak merespon pengobatan
- Setelah pengobatan selesai: untuk memastikan kondisi anak sudah pulih dan tidak ada tanda kanker yang kembali
Apa yang Akan Dirasakan Anak?
- Pengambilan darah bisa terasa seperti dicubit sedikit saat jarum masuk
- Prosedur berlangsung singkat, hanya beberapa detik
- Anak bisa merasa tegang atau takut, tapi biasanya prosesnya cepat selesai
- Dokter atau perawat akan berusaha membuat anak senyaman mungkin selama prosedur