Kenaikan Berat Badan pada Anak yang Menjalani Pengobatan Kanker


Kenaikan Berat Badan pada Anak yang Menjalani Pengobatan Kanker

Kenaikan berat badan adalah efek samping yang cukup sering terjadi selama pengobatan kanker anak. Kondisi ini bisa muncul sejak awal terapi dan dapat bertahan lama jika tidak dikelola dengan baik. Memahami penyebabnya dan langkah pencegahannya dapat membantu orang tua menjaga kesehatan anak selama pengobatan.

Mengapa Anak Bisa Naik Berat Badan?

Beberapa jenis pengobatan kanker dapat menyebabkan kenaikan berat badan:

  • Kemoterapi
    Dapat menimbulkan rasa lelah berlebihan sehingga anak menjadi kurang aktif.

  • Steroid seperti prednisone atau dexamethasone
    Dapat meningkatkan nafsu makan dan membuat anak lebih sering merasa lapar.

  • Radioterapi ke area otak
    Dapat mempengaruhi hormon dan mengubah pola makan atau metabolisme.

Beberapa obat juga membuat tubuh menahan cairan sehingga anak tampak “puffy” atau bengkak. Selain itu, rasa lelah akibat kanker membuat anak menjadi kurang aktif, sehingga berat badannya dapat meningkat.

 

Apa Itu BMI dan Mengapa Penting?

Indeks massa tubuh (Body Mass Index/BMI) adalah cara sederhana untuk melihat apakah berat badan anak berada dalam batas sehat dengan memperhitungkan tinggi badan.

  • Overweight: BMI berada di antara persentil 85-95 (pada anak usia 2–18 tahun)
  • Obesitas: BMI berada di atas persentil 95 (pada anak usia 2–18 tahun)
  • Tenaga kesehatan akan memantau BMI secara berkala untuk melihat kecenderungan kenaikan berat badan dan risiko kesehatan jangka panjang.

 

Dampak Kesehatan Akibat Berat Badan Berlebih

Jika kenaikan berat badan berlanjut, anak berisiko mengalami:

  • Gangguan jantung dan metabolik di masa depan
  • Aktivitas menurun akibat kelelahan
  • Masalah hormonal
  • Penurunan kebugaran fisik

Pada sebagian pasien, efek jangka panjang pengobatan kanker sudah dapat mempengaruhi fungsi jantung. Berat badan berlebih dapat memperbesar risiko tersebut.

 

Dampak Emosional dan Sosial

Kenaikan berat badan bisa mempengaruhi cara anak melihat dirinya—terutama remaja. Anak mungkin merasa malu, tidak percaya diri, atau membandingkan diri dengan teman-teman.

Anak dengan berat badan berlebih berisiko mengalami:

  • Penurunan harga diri
  • Bullying atau komentar negatif
  • Menarik diri dari lingkungan sosial
  • Kebiasaan makan ekstrem atau tidak sehat

Tim kesehatan, psikolog, dan konselor dapat membantu bila anak mengalami stres terkait perubahan tubuh.

 

Tips Mengelola Kenaikan Berat Badan pada Anak

Berikut langkah praktis yang dapat dilakukan keluarga:

  • Jadikan makanan sebagai sumber energi, bukan hadiah. Hindari memberi makanan manis atau camilan tinggi kalori sebagai bentuk “reward”.
  • Ajak keluarga terlibat bersama. Kebiasaan sehat lebih mudah dijalani jika seluruh keluarga melakukannya.
  • Batasi screen time. Anak yang terlalu lama menonton TV atau bermain gawai berisiko kurang bergerak.
  • Ajak anak aktif setidaknya 60 menit per hari, sesuai kemampuan dan saran dokter.
  • Kenali pola makan emosional. Stres dapat membuat anak makan lebih banyak. Bantu anak mengekspresikan perasaan dengan cara lain.
  • Libatkan ahli gizi. Mereka dapat memberikan panduan yang sesuai kondisi medis dan kebutuhan nutrisi anak.

Kalender

Artikel Terkait