Apa itu konstipasi?
Konstipasi adalah sembelit yaitu kondisi ketika anak susah BAB, BAB lebih jarang, atau tinja keras dan sulit dikeluarkan.
Ini sering terjadi selama pengobatan kanker karena penyakitnya sendiri, efek obat, perubahan pola makan, atau kurang bergerak.
Biasanya anak BAB lebih dari 3 kali per minggu. Jika kurang dari itu, atau terlihat kesulitan, bisa berarti konstipasi.
Tanda dan gejala
Orang tua perlu waspada jika anak mengalami:
- BAB 2 kali seminggu atau kurang
- Tinja keras, kering, atau berbentuk bulir-bulir kecil
- Sakit atau mengejan saat BAB
- Perut kembung, kram, atau terasa penuh
- Gas berlebih
- Mual atau muntah
- Rasanya “belum tuntas” setelah BAB
Dokter mungkin memeriksa perut anak, menanyakan riwayat BAB, atau melakukan pemeriksaan tambahan bila diperlukan.
Penyebab konstipasi
Konstipasi bisa disebabkan oleh:
1. Perubahan Kebiasaan atau Kondisi Tubuh
- Makan sedikit
- Kurang minum
- Kurang mengonsumsi makanan berserat
- Kurang bergerak
- Tekanan dari tumor pada usus
2. Penyakit Lain
-
Misalnya diabetes, hipotiroid, atau penyakit celiac.
3. Obat-Obatan
- Beberapa obat yang sering menyebabkan konstipasi:
- Obat nyeri (opioid): morfin, oksikodon, fentanil, codeine
- Obat mual
- Obat maag tertentu
- Obat alergi (antihistamin)
- Diuretik (obat pengeluaran cairan)
- Suplemen zat besi
- Obat kemoterapi tertentu, terutama vincristine dan vinblastine
- Obat opioid hampir selalu menyebabkan konstipasi, karena memperlambat gerakan usus dan mengurangi cairan di dalamnya.
- Biasanya dokter akan memberikan obat pencahar sejak awal bila anak memakai opioid.
Cara Mengatasi Konstipasi
Penanganan biasanya bertahap:
1. Perubahan Pola Makan & Aktivitas
- Minum cukup air sepanjang hari
- Makan makanan berserat: buah, sayur, kacang-kacangan, roti gandum
- Makan teratur
- Minuman hangat saat sarapan bisa membantu
- Banyak bergerak atau berjalan ringan (sesuai kondisi anak)
2. Obat Pencahar (Laksatif)
- Jika perubahan pola makan belum cukup, dokter dapat memberikan:
- Obat pencahar minum
- Suppositoria (dimasukkan lewat anus)
- Enema bila sangat diperlukan
- Jangan memberikan obat pencahar tanpa berkonsultasi dengan dokter.
Kapan harus menghubungi dokter ?
Segera hubungi tim medis jika anak:
- Tidak BAB selama lebih dari 3 hari
- Mengalami nyeri perut hebat
- Muntah berulang
- Tampak sangat kembung
- Terlihat sangat tidak nyaman saat BAB
- Ada darah pada tinja