Hydrocortisone adalah obat steroid buatan yang bekerja seperti hormon alami dari kelenjar adrenal. Obat ini membantu mengurangi peradangan (bengkak, panas, nyeri, dan kemerahan) dan juga digunakan untuk mengatasi:
-
Reaksi alergi
-
Gatal-gatal dan ruam
-
Asma
-
Kekurangan hormon ACTH (gangguan hormon adrenal)
Bentuk Obat & Cara Pemberian
Hydrocortisone tersedia dalam berbagai bentuk sesuai kebutuhan medis:
-
Tablet
-
Suspensi cair
-
Cairan infus (IV)
-
Krim atau salep
Efek Samping yang Mungkin Terjadi
Tidak semua anak mengalami efek samping, tetapi penting untuk mengenali dan segera melaporkannya.
Efek Samping Umum (jangka pendek):
-
Sakit perut atau rasa terbakar di lambung
-
Iritasi ringan pada kulit (untuk sediaan krim atau salep)
-
Kulit kemerahan atau menyengat
Efek Alergi Serius (darurat – segera ke dokter):
-
Ruam atau biduran
-
Demam, menggigil, sakit kepala
-
Sesak napas, batuk, tenggorokan terasa menyempit
-
Bengkak di wajah, bibir, atau leher
Efek Samping Jangka Panjang (Jika digunakan terus-menerus):
-
Sakit kepala, pusing
-
Perubahan suasana hati, mudah marah
-
Gangguan tidur
-
Nafsu makan meningkat → bisa menyebabkan kenaikan berat badan, terutama di wajah dan perut
-
Jerawat
-
Retensi cairan → bisa meningkatkan tekanan darah
-
Kadar gula darah meningkat
-
Kalium darah menurun
-
Penurunan kekebalan tubuh (meski jumlah sel darah putih meningkat)
-
Kelemahan otot, kulit menipis, penyembuhan luka lambat
-
Tulang melemah (osteoporosis, terutama pada penggunaan jangka panjang)
Tips untuk Orang Tua
-
Selalu beri obat sesuai petunjuk dokter.
-
Jangan menghentikan obat secara tiba-tiba tanpa berkonsultasi.
-
Jika anak tampak lebih lapar dari biasanya, bantu dengan memberi makanan sehat.
-
Perhatikan perubahan suasana hati, gangguan tidur, atau kenaikan berat badan.
-
Jangan lewatkan jadwal kontrol untuk monitor tekanan darah, gula darah, dan fungsi tubuh lainnya.