Mencegah Remaja Tergoda NAPZA


Mencegah Remaja Tergoda NAPZA

Kita semua tentu masih ingat dengan berita yang banyak beredar di media massa belum lama ini, tentang anak seorang artis dangdut terkenal berumur 15 tahun yang masih duduk di bangku SMP, ditangkap polisi karena sudah menjadi pengedar narkotika.

Berita ini membuat kita terhenyak, di usia yang masih sangat muda seorang remaja telah menjadi pengguna bahkan pengedar narkotika. Akan seperti apa masa depan bangsa kita kalau remajanya sudah menjadi pecandu narkotika. 

Narkotika atau yang sering disebut dengan NAPZA telah menjadi teror mengerikan tidak hanya untuk orang tua tapi seluruh negeri.

Apa itu NAPZA ?

NAPZA merupakan akronim dari Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya, yang apabila digunakan dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan ketergantungan. 

Ketergantungan NAPZA ditandai dengan dosis penggunaan yang semakin sering dan meningkat jumlahnya, kesulitan mengontrol keinginan untuk menahan diri dalam menggunakan NAPZA serta muncul gejala putus zat yang menyiksa penggunanya jika penggunaan dihentikan. 

Akibatnya orang dengan gangguan penggunaan NAPZA akan terus menggunakan meskipun telah mengetahui dampak buruknya, bahkan saat dia telah berada di ambang kematian karena penggunaan NAPZA.

Jenis-jenis NAPZA saat ini

NAPZA yang beredar saat ini berdasarkan efeknya terhadap Susunan Saraf Pusat (SSP), diklasifikasikan sebagai stimulan, depresan dan halusinogen.

NAPZA stimulan dan efek sampingnya pada kesehatan

NAPZA yang termasuk dalam kelompok stimulan akan meningkatkan aktifitas SSP, misalnya menyebabkan peningkatan detak jantung dan tekanan darah serta meningkatkan kewaspadaan pada pengguna. Efek sampingnya pengguna akan banyak bicara, gelisah, sulit tidur, panik, cemas, sakit kepala, paranoia yaitu memiliki rasa curiga dan takut berlebihan serta agresi yaitu melakukan tindakan yang dapat menyakiti atau melukai orang lain baik secara fisik, verbal maupun psikis.

NAPZA dari kelompok stimulan yang banyak beredar saat ini contohnya seperti Amfetamin dan Nikotin yang terkandung pada rokok.

NAPZA Depresan dan efek sampingnya pada kesehatan

NAPZA yang termasuk dalam kelompok depresan akan menekan aktifitas SSP, misalnya menyebabkan penurunan detak jantung dan pernapasan. Efek sampingnya pengguna akan merasa tenang, euforia atau gembira berlebihan, sempoyongan, mual hingga muntah dan saat berbicara menjadi cadel.

NAPZA dari kelompok depresan yang banyak ditemukan saat ini berasal dari golongan Barbiturate seperti Fenobarbital atau Aprobarbital serta yang berasal dari golongan Benzodiazepine seperti Diazepam.

NAPZA Halusinogen dan efek sampingnya pada kesehatan

NAPZA yang termasuk dalam kelompok halusinogen akan menyebabkan pengguna mengalami perubahan persepsi atau kesadaran akan kondisi sekitarnya termasuk ruang dan waktu, perubahan pikiran dan perasaan.

Efek samping dari penggunaan NAPZA kelompok halusinogen ini antara lain pengguna akan kehilangan nafsu makan, mengalami kram perut, banyak bicara dan tertawa tanpa sebab, merasa panik, pupil mata akan melebar atau dilatasi pupil serta mengalami peningkatan tekanan darah dan detak jantung.

Contoh NAPZA yang termasuk dalam kelompok halusinogen ini adalah Jamur Psylocibin (mushroom).

Berbagai efek samping yang ditimbulkan dari gangguan penggunaan NAPZA ini mengganggu kesehatan, merusak organ tubuh dan apabila terus dilakukan tanpa pengobatan yang tepat melalui proses rehabilitasi baik itu medis dan sosial akan dapat membawa yang bersangkutan kepada kematian.

Melihat semua dampak tersebut, maka masa remaja yang merupakan masa rentan untuk mengalami gangguan penggunaan NAPZA karena merupakan masa penuh gejolak dan rasa ingin tahu serta keinginan untuk mencoba-coba hal baru, maka peran keluarga terutama orang tua sangat penting untuk terus menjaga dan mengingatkan anak-anaknya.

Lalu orang tua harus berbuat apa?

Peran orang tua antara lain :

  1. Mengingatkan apabila ada yang menawarkan untuk menggunakan NAPZA, maka harus ditolak dengan tegas serta segera menghindari orang yang menawarkan NAPZA tersebut;

  2. Orang tua juga harus terus mengajak anak untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Tuhan;

  3. Bergaul dengan teman-teman yang membawa pengaruh positif;

4. Tidak mencoba untuk merokok;

5. Rajin berolahraga; dan

6. Tidak menerima hadiah atau pemberian barang dari orang yang tidak dikenal.

Untuk mencegah terjadinya gangguan penggunaan NAPZA pada remaja merupakan tanggung jawab kita bersama terutama orang tua, karena remaja adalah masa depan dan penentu nasib bangsa kita. 

Orang tua bisa meminta bantuan dari mana?

Apabila anak dari Ayah dan Bunda ada yang mengalami gangguan penggunaan NAPZA, jangan khawatir dan jangan takut, segera datang ke Puskesmas terdekat untuk memperoleh informasi dan penanganan lebih lanjut. 

Saat ini pemerintah melalui Kementerian Kesehatan, telah menyiapkan fasilitas pelayanan kesehatan yang memberikan layanan rehabilitasi medis untuk orang dengan gangguan penggunaan NAPZA, termasuk untuk anak Ayah dan Bunda.

Fasilitas tersebut adalah Institusi Penerima Wajib Lapor disingkat IPWL, yang bisa dimanfaatkan oleh orang tua yang membutuhkan bantuan untuk anak-anaknya tersayang.

Semua orang tua tentunya tidak ingin anaknya terpampang di media massa, menggunakan baju tahanan karena tertangkap akibat kasus penyalahgunaan NAPZA, atau berakhir di kamar jenazah meninggal karena overdosis NAPZA. Ayo kita bersama cegah penyalahgunaan NAPZA.

Kalender

Media Lainnya


Artikel Terkait