Kanker tulang adalah jenis kanker yang menyerang bagian tulang anak.
Jenis yang paling sering ditemukan disebut osteosarkoma. Kanker ini biasanya muncul pada anak-anak menjelang remaja, terutama usia 10 tahun ke atas.
Osteosarkoma berasal dari sel pembentuk tulang dan paling sering menyerang tulang panjang, seperti:
- Tulang paha,
- Tulang lengan atas, atau
- Tulang kering (tulang di bawah lutut).
Meskipun merupakan kanker tulang yang paling sering ditemukan pada anak, osteosarkoma sebenarnya tergolong langka, hanya sekitar 3 dari 100 anak dengan kanker yang mengalaminya.
Selain osteosarkoma, ada juga beberapa jenis kanker tulang lainnya, yaitu:
-
Kondrosarkoma, yaitu kanker yang tumbuh dari tulang rawan.
-
Sarkoma Ewing, yaitu kanker yang bisa tumbuh dari tulang atau jaringan di sekitarnya.
Ketiga jenis kanker ini termasuk dalam kelompok kanker tulang primer, yaitu kanker yang berasal langsung dari tulang (bukan menyebar dari organ lain).
Penyebab
Hingga saat ini, penyebab pasti kanker tulang (osteosarkoma) pada anak belum diketahui dengan jelas. Namun, penelitian menunjukkan bahwa penyakit ini tidak diturunkan dari orang tua dan tidak menular.
Sebagian besar kasus terjadi secara spontan, tanpa ada riwayat kanker tulang dalam keluarga. Kanker ini muncul karena adanya perubahan pada sel-sel pembentuk tulang yang membuatnya tumbuh dan membelah tanpa bisa dikendalikan.
Perubahan ini biasanya terjadi saat masa pertumbuhan cepat, seperti ketika anak memasuki masa pubertas (usia remaja awal). Karena pada masa ini tulang sedang aktif tumbuh, sel yang mengalami perubahan bisa berkembang menjadi tumor ganas atau kanker tulang.
Gejala
Osteosarkoma adalah kanker tulang yang sering menyerang anak usia di atas 10 tahun, terutama saat masa pertumbuhan. Penyakit ini sering terlambat terdeteksi karena gejalanya menyerupai cedera umum. Orang tua perlu waspada jika anak mengalami nyeri tulang yang tidak biasa, terutama jika menetap atau memburuk di malam hari. Selain itu, terdapat beberapa tanda lain yang perlu diperhatikan:
-
Nyeri tulang, terutama yang memburuk di malam hari atau setelah beraktivitas.
-
Pembengkakan pada area tulang yang terkena, disertai kemerahan dan rasa hangat.
-
Gerakan sendi terbatas, terutama jika tumor berada dekat dengan sendi.
-
Fraktur/patah tulang spontan, yang bisa terjadi meski tanpa trauma yang jelas.
-
Nyeri punggung yang menetap, bila lokasi kanker berada di tulang belakang.
-
Benjolan atau massa yang lebih besar dan hangat dibanding sisi tubuh yang normal.
-
Penurunan fungsi sendi, seperti berkurangnya sudut gerak sendi (range of motion).
-
Pembesaran kelenjar getah bening lokal, di area sekitar tumor.
-
Sesak napas, jika kanker sudah menyebar ke paru-paru.
-
Gejala sistemik: demam, mudah lelah, penurunan berat badan, dan pucat.
Jika gejala-gejala ini muncul secara progresif, segera konsultasikan ke fasilitas kesehatan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Diagnosis
Untuk memastikan diagnosis kanker tulang (osteosarkoma), dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan berikut:
-
Pemeriksaan darah lengkap dan laju endap darah (LED): Untuk menilai kondisi umum anak serta mendeteksi adanya infeksi atau peradangan.
-
Pemeriksaan kimia darah (termasuk LDH dan alkali fosfatase): Kadar LDH (Laktat Dehidrogenase) dan alkali fosfatase dapat meningkat jika terdapat aktivitas tumor pada tulang.
-
Foto rontgen tulang dan toraks: Digunakan untuk melihat bentuk dan ukuran tumor serta mendeteksi apakah kanker telah menyebar ke paru-paru.
-
CT-scan tulang: Memberikan gambaran struktur tulang yang lebih detail dan membantu dokter menilai sejauh mana tumor mempengaruhi tulang.
-
USG atau MRI (bila diperlukan): Digunakan untuk melihat jaringan lunak di sekitar tumor dan menentukan apakah kanker telah meluas ke jaringan sekitarnya.
-
Biopsi (pemeriksaan histopatologi): Ini adalah pemeriksaan utama untuk memastikan diagnosis. Dokter akan mengambil sedikit jaringan dari tumor untuk diperiksa di laboratorium patologi anatomi.
Osteosarkoma dapat menyebar melalui aliran darah, dan organ yang paling sering terkena adalah paru-paru, oleh karena itu pemeriksaan paru-paru selalu menjadi bagian penting pada evaluasi awal dan selama kontrol pengobatan
Pengobatan
Pengobatan osteosarkoma biasanya melibatkan kombinasi kemoterapi dan pembedahan. Tujuannya adalah untuk mengangkat tumor, mencegah penyebaran sel kanker, dan meningkatkan peluang kesembuhan anak.
Biasanya, pengobatan dimulai dengan kemoterapi sebelum operasi untuk membantu mengecilkan ukuran tumor dan menghentikan penyebaran awal sel kanker. Setelah operasi, anak akan melanjutkan kemoterapi lanjutan untuk memastikan tidak ada sel kanker yang tersisa di dalam tubuh.
Jenis Pengobatan Utama
- Kemoterapi
Kemoterapi adalah pengobatan menggunakan obat-obatan yang berfungsi membunuh atau menghambat pertumbuhan sel kanker.
Obat diberikan melalui infus, dan biasanya diberikan sebelum dan sesudah operasi.
Tujuannya adalah untuk meningkatkan efektivitas pengobatan dan mencegah penyebaran kanker ke paru-paru atau organ lainnya.
Efek samping yang mungkin terjadi: rambut rontok, mual muntah, sariawan, penurunan jumlah sel darah, peningkatan risiko infeksi, gangguan fungsi organ tertentu. Namun efek samping ini umumnya bersifat sementara dan diawasi oleh tim medis.
- Pembedahan (Operasi)
Tindakan operasi dilakukan untuk mengangkat tumor dari tulang yang terkena. Jenis operasi tergantung pada kondisi anak dan letak tumor:
-
- Amputasi, dilakukan bila tumor tidak memungkinkan untuk diselamatkan, dimana tumor terlalu luas atau melibatkan pembuluh darah dan saraf yang penting. Apabila amputasi diperlukan, anak dapat menggunakan prostesis dan tetap dapat beraktivitas dengan rehabilitasi yang baik.
- Limb-salvage surgery (operasi pelestarian tungkai), dilakukan bila masih mungkin mempertahankan fungsi kaki atau tangan anak.
Setelah operasi, anak akan melanjutkan kemoterapi lanjutan untuk membasmi sisa sel kanker.
Secara umum, durasi total pengobatan berkisar sekitar 42 minggu (sekitar 10 bulan).
Menjalani seluruh rangkaian terapi dan mengikuti jadwal kontrol secara teratur sangat penting agar peluang kesembuhan anak dapat maksimal.
Prognosis
Prognosis tergantung pada stadium penyakit, respon terhadap kemoterapi, keberhasilan operasi. Apabila kanker belum menyebar, peluang kesembuhan cukup tinggi, namun apabila sudah menyebar terapi tetap dapat dilakukan dan peluang tetap ada.
Evaluasi dan monitoring
Segera ke fasilitas kesehatan apabila anak mengalami :
- Demam tinggi
- Sesak napas
- Nyeri hebat
- Luka operasi bernanah atau bengkak
- Ada perdarahan
Penting dipahami bahwa setelah selesai terapi, anak tetap perlu kontrol rutin untuk :
- Mendeteksi kemungkinan kekambuhan
- Memantau paru-paru
- Menilai pertumbuhan tulang
- Mengawasi efek jangka panjang terapi
Menghadapi kanker adalah perjalanan panjang yang tidak mudah, dukungan keluarga terutama ayah ibu sangat penting bagi kesembuhan anak.
“Kemoterapi dan pembedahan harus dijalani sesuai rencana dokter. Kepatuhan terhadap jadwal pengobatan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan terapi.”
dr. I Dewa Ayu Agung Sridharaswari, Sp.A(K)