Simak Panduan Memberikan ASI dari Ibu Positif Covid-19


Simak Panduan Memberikan ASI dari Ibu Positif Covid-19

ASI merupakan makanan terbaik bagi kesehatan bayi (0-1 tahun) sampai berumur 2 tahun. ASI memberikan kecukupan dan kelengkapan nutrisi serta perlindungan terhadap berbagai penyakit. Ibu dapat mencurahkan perhatian dan kasih sayangnya yang terbaik ketika memberikan ASI kepada anaknya. Perjuangan ibu memberikan manfaat ASI yang terbaik bagi bayi dan anak di bawah dua tahun (baduta) tidak bisa dihalangi, bahkan ketika sedang positif Covid-19. Ibu tetap membutuhkan dukungan untuk dapat seoptimal mungkin menyusui bayi dan badutanya. Dengan prinsip menjaga kebersihan dan penerapan protokol kesehatan, seperti mencuci tangan pakai sabun dan memakai masker, ibu dapat menyusui dan melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dengan aman dan nyaman.

Rawat gabung juga dilakukan untuk mendukung pemberian ASI pasca melahirkan. Namun, ketika tidak kuat menyusui, pilihan memberikan ASI Perah (ASIP) juga dapat dilakukan dengan memperhatikan kebersihan diri dan alat yang dipakai. Perhatikan juga cara penyimpanan ASI perah agar terjaga kualitas dan kebersihannya, sehingga memberikan manfaat terbaik bagi kesehatan bayi dan baduta.

Cara Memberikan ASI Pada Bayi

Ibu dapat menyusui langsung dan mendapatkan dukungan. Berikut adalah beberapa panduan dalam pemberian ASI dari ibu yang positif Covid-19.

  1. Selalu pakai masker saat menyusui dan merawat bayi/baduta
  2. Cuci tangan sebelum dan sesudah memegang bayi/baduta
  3. Bersihkan dan disinfeksi permukaan dan benda yang sering disentuh ibu dan bayi/baduta
  4. Menyusui dengan aman, IMD dan menyusui eksklusif membantu tumbuh kembang bayi/baduta secara optimal
  5. Lakukan IMD, kontak kulit dengan kulit saat ibu dan bayi dalam keadaan stabil
  6. Rawat gabung bersama bayi pasca melahirkan

Jika Ibu Tidak Kuat Menyusui

Apabila ibu tidak kuat menyusui, langsung beri ASI Perah (ASIP) pada bayi, berikut panduannya.

  1. Pastikan kebersihan diri dan lingkungan saat memerah ASI
  2. Gunakan cangkir bermulut lebar untuk memberikan ASIP pada bayi
  3. Gunakan wadah dengan tutup untuk menyimpan ASI perah

Kondisi Susu ASI dan Penyimpanannya

ASI Perah juga harus dalam kondisi prima untuk menunjang kesehatan bayi/ baduta, yang didukung dengan cara penyimpanan ASI Perah yang baik dan benar. Berikut adalah panduan dalam penyimpanan ASI Perah sebagai berikut.

  1. ASI bertahan selama 3-4 hari pada lemari pendingin bawah dengan suhu 4°C - 5°C
  2. Pada freezer dengan suhu (-18°C s.d - 20°C), ASI bertahan selama 4 bulan
  3. ASI bertahan selama 24 jam dengan Ice Pack pada suhu 15°C
  4. Pada suhu kamar/ ruangan, ASI bertahan selama 3-4 jam.

Itulah panduan dalam pemberian ASI kepada bayi/baduta bagi ibu positif Covid-19, tetap berikan dukungan terhadap ibu untuk tetap dapat optimal menyusui bayinya, sehingga ibu tetap sehat dan nutrisi serta tumbuh kembang anak tetap terjaga.

Editor:
Eunice Margarini, SKM, MIPH
Marsha Anindita, S.Ds

Referensi: Kementerian Kesehatan RI
Telah tayang di: https://www.instagram.com/p/CRXy4Y2NPic/

Kalender

Artikel Terkait