Tetap Jaga Kesehatan Mental di Masa Duka Pandemi


Tetap Jaga Kesehatan Mental di Masa Duka Pandemi

Masa pandemi Covid-19 telah memasuki tahun kedua bagi masyarakat di seluruh dunia dan yang pastinya dialami juga di Indonesia. Berita masyarakat tertular Covid-19 makin hari semakin bertambah dan bahkan klaster keluarga menjadi penularan tertinggi saat ini. Pandemi Covid-19 membuat banyak keluarga dan kerabat harus kehilangan orang-orang yang mereka kasihi.

Menurut update data per 3 Agustus 2021, telah tercatat 3.496.700 kasus konfirmasi positif Covid-19 dengan 524.142 kasus aktif, serta kasus meninggal sebanyak 98.889. Angka-angka tersebut mengalami peningkatan harian, disamping berita baik bahwa secara kumulatif terdapat 2.873.669 kasus yang telah sembuh dan juga mengalami peningkatan harian.

Pemerintah terus menggalakkan program vaksinasi, sehingga tercatat sudah sebanyak 48.106.208 orang telah divaksinasi dosis pertama dan 21.436.908 orang pada vaksinasi dosis kedua yang tentunya angka tersebut terus meningkat dari hari ke hari.

Situasi saat ini bukan hanya melumpuhkan sektor kesehatan tetapi juga sektor ekonomi. Akibat lumpuhnya sektor ekonomi, banyak orang yang harus kehilangan pekerjaan namun harus tetap bertahan hidup. Hal ini bisa membuat kita mengalami gejala kesehatan mental ketika kita merasa tidak atau kurang kuat lagi untuk dapat men-support diri kita, keluarga, dan teman kita.

Memang berat untuk menerima kenyataan akibat dari pandemi ini, dimana kita harus kehilangan orang yang kita sayangi baik itu keluarga, teman, atau hanya orang yang kita kenal dari jauh.Untuk menjaga kesehatan mental diri sendiri, kita dapat melakukan beberapa cara sederhana, seperti menyediakan jurnal untuk mencurahkan pikiran dan perasaan atau dengan belajar dan melakukan meditasi.

Berikan waktu istirahat yang cukup untuk tubuh dan jiwa kita, mengonsumsi makanan gizi seimbang, dan lakukan aktivitas fisik ringan. Dengan demikian, kita dapat mengolah atau mengontrol emosi, dan kita bisa berkata ke dalam diri kita bahwa kita dapat menerima dan bahwa semua akan baik-baik saja.

Adapun opsi lainnya adalah kita harus menanamkan dalam diri bahwa kita tidak sendirian. Kita dapat berbicara dengan orang yang dipercaya di lingkungan kita, bisa keluarga atau sahabat yang memahami kondisi kita. Kitapun juga bisa menghubungi layanan professional, yaitu Layanan Psikologi Sehat Jiwa (SEJIWA) secara gratis di nomor telepon 119 Ext 8.

Men Sana In Corpore Sano! Ingatlah, dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat. Hal ini bisa bersifat resiprokal. Oleh karenanya, mari kita tetap menjaga kesehatan mental, sehingga kesehatan fisik juga terjaga dan begitu juga sebaliknya.

Jangan lengah dalam masa pandemi ini, walau kita belum mengetahui sampai kapan pandemi ini dapat berlalu. Tetap terapkan disiplin protokol kesehatan, segera dapatkan Vaksinasi Covid-19 bagi yang belum menerimanya, dan dukung upaya 3T (Tes, Telusur, Tindaklanjut) yang menjadi ikhtiar kita bersama. Pada akhirnya, kita kuatkan keamanan, keimanan, dan ke-imun-an kita agar terhindar dari penularan Covid-19.

Kontributor:

Eunice Margarini, SKM, MIPH

 

Editor:

Astasari, S.Sos, MKM

Marsha Anandita, S.Ds

Kalender

Artikel Terkait