Cisplatin adalah salah satu obat kemoterapi yang digunakan untuk mengobati berbagai jenis kanker pada anak, seperti tumor otak, osteosarkoma, tumor sel germinal, dan lainnya.
Obat ini bekerja dengan menghentikan pertumbuhan sel kanker. Caranya adalah dengan merusak bagian dalam sel (DNA), sehingga sel kanker tidak bisa berkembang biak dan akhirnya mati.
Seperti Apa Bentuknya dan Bagaimana Pemberiannya?
- Bentuk: Cairan bening kekuningan.
- Pemberian: Melalui infus ke pembuluh darah (intravena), biasanya selama beberapa jam, tergantung jenis kanker dan protokol pengobatan.
Efek Samping yang Perlu Diperhatikan
Efek Samping Jangka Pendek (dalam 24 jam):
- Mual dan muntah hebat
- Penurunan nafsu makan
- Kelelahan atau lemas
Efek Samping Jangka Panjang (terjadi beberapa hari sampai minggu setelah pemberian):
- Masalah pada ginjal – seperti sulit buang air kecil atau ginjal bekerja lebih lambat
- Gangguan pendengaran – telinga berdenging atau tidak bisa mendengar suara pelan
- Penurunan jumlah sel darah – anak jadi lebih mudah lemas, demam, atau berdarah
- Kesemutan atau mati rasa di jari tangan dan kaki
- Masalah keseimbangan tubuh
- Gangguan elektrolit (seperti kadar kalium atau magnesium yang menurun)
Instruksi Khusus untuk Orang Tua
Segera beri tahu dokter atau perawat jika anak Anda:
- Mengeluh telinga berdenging atau berkurangnya pendengaran
- Terlihat sangat lemas atau pucat
- Jarang buang air kecil atau buang air kecil sangat sedikit
- Mengalami kesemutan di tangan atau kaki
- Tampak bingung atau keseimbangannya terganggu
Pemeriksaan Tambahan
-
Tes fungsi ginjal dan pendengaran akan dilakukan secara berkala sebelum dan selama pengobatan.
-
Anak juga akan mendapat tes darah rutin untuk memantau jumlah sel darah dan kadar elektrolit seperti kalium dan magnesium.
Catatan untuk Orang Tua
Obat ini adalah bagian penting dari pengobatan kanker anak dan sangat kuat kerjanya. Meski efek sampingnya bisa terasa berat, tim medis akan mengawasi kondisi anak secara ketat dan memberikan dukungan pengobatan tambahan bila diperlukan. Jangan ragu untuk selalu bercerita dan bertanya ke dokter atau perawat jika ada gejala yang membuat Bapak/Ibu khawatir.