Leukemia


Leukemia

Pengertian

Leukemia adalah kanker yang berasal dari sel progenitor sel darah putih di dalam sumsum tulang, yang menyebabkan produksi sel darah putih abnormal dan tidak terkendali. 

Dalam keadaan normal, sumsum tulang memproduksi sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit secara proporsional. Tetapi pada pasien leukemia, sel progenitor dari sel darah putih muda mengalami gangguan pematangan (maturasi) sehingga terus membelah diri tanpa kontrol. Pertumbuhan ini mendesak produksi sel-sel darah lain, sehingga jumlah sel darah merah, trombosit dan sel darah putih matur berkurang.1 Akibatnya tubuh mengalami anemia, gangguan fungsi pembekuan dan rentan terserang infeksi.

Leukemia adalah kanker yang paling banyak terjadi pada anak usia <18 tahun, dengan proporsi sekitar 25–30% dari seluruh kanker anak.²,3 Leukemia limfoblastik akut (LLA) adalah jenis leukemia yang tersering, 85% LLA merupakan LLA sel B yang mempunyai respon terapi baik dengan kesintasan hidup 5 tahun mencapai 90%.1,2

Mekanisme awal leukemia pada anak melibatkan perubahan genetik awal pada sel-sel anak seperti,:4-6

  • Chromosomal rearrangement (perubahan susunan kromosom)
  • Fusi gen yang mengaktifkan oncogene
  • Penekanan fungsi tumor suppressor gene
  • Gangguan jalur sinyal sel 

Perubahan genetik awal ini sering disebut sebagai “initial lesion.” Namun, perubahan awal saja biasanya belum cukup menyebabkan leukemia. Diperlukan fenomena tambahan yang dikenal sebagai “second hit”, yaitu mutasi somatik yang terjadi kemudian hari di kehidupan anak.3,4 Setelah terjadi second hit, sel progenitor mengalami:

  • Developmental arrest  dari sel progenitor (sel blast)
  • Pembelahan sel blast tidak terkendali
  • Penumpukan sel blast di sumsum tulang
  • Migrasi sel-sel blast ke sirkulasi darah perifer

Secara sederhana, leukemia dapat dipahami sebagai akibat dari kombinasi kerentanan genetik dan mutasi somatik, yang akhirnya menyebabkan pertumbuhan sel blast  yang tidak terkendali.

 

Gejala 

Gejala leukemia sering kali menyerupai penyakit yang umum pada anak, sehingga dapat terlewat pada tahap awal. Berikut ini adalah  tanda-tanda yang perlu mendapat perhatian

A. Gejala akibat anemia (kekurangan sel darah merah)

  • Pucat
  • Mudah lelah
  • Lemas
  • Sesak saat aktivitas ringan

B. Gejala akibat trombosit rendah

  • Mudah memar
  • Mimisan berulang
  • Gusi mudah berdarah
  • Bintik merah kecil di kulit (petekie)

C. Gejala akibat gangguan sistem imun

  • Demam berkepanjangan tanpa sebab jelas
  • Infeksi berulang atau sulit sembuh

D. Gejala akibat infiltrasi sel leukemia

  • Nyeri tulang atau sendi (anak sering mengeluh kaki sakit)
  • Pembesaran kelenjar getah bening
  • Perut membesar akibat pembesaran hati atau limpa
  • Penurunan berat badan tanpa sebab jelas

Diagnosis

Untuk memastikan apakah anak menderita leukemia, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan berikut:

  • Pemeriksaan Darah lengkap:  hitung sel abnormal
  • Pemeriksaan Sumsum Tulang: konfirmasi jenis leukemia 
  • Pemeriksaan Pencitraan/Foto penunjang lain
  • Pemeriksaan genetik: menentukan risiko dan rencana terapi yang presisi

 

Pengobatan

Pengobatan leukemia pada anak tergantung pada jenis leukemia dan kondisi anak secara keseluruhan. Namun, secara umum, berikut beberapa bentuk pengobatan yang biasa dilakukan:

  • Kemoterapi (Pengobatan utama leukemia)

Pengobatan biasanya terdiri dari beberapa fase, yaitu:

    1. Fase Induksi

Tujuan: Menghancurkan sebanyak mungkin sel leukemia dalam darah dan sumsum tulang.
Waktu: Beberapa minggu Anak akan dirawat di rumah sakit selama fase ini.

     2. Fase Konsolidasi/Intensifikasi

Tujuan: Membunuh sisa sel leukemia yang tidak terdeteksi, untuk mencegah kekambuhan.
Waktu: Beberapa bulan.

Obat kemoterapi diberikan secara intensif.

     3. Fase Pemeliharaan (Maintenance)

Tujuan: Menjaga agar leukemia tidak kambuh.

Waktu: Bisa berlangsung hingga 2–3 tahun.

Obat diberikan dalam dosis lebih rendah, kombinasi rawat jalan dan rawat inap dengan durasi singkat.


Selama semua fase, anak harus menjalani pemeriksaan darah rutin, kontrol ke rumah sakit, dan terkadang rawat inap bila muncul efek samping.

 

  • Radioterapi (jarang dilakukan)

  • Imunoterapi

  • Perawatan Suportif

 

Membantu tubuh anak tetap kuat selama pengobatan:

  • Transfusi darah, jika kadar sel darah merah atau trombosit rendah
  • Dukungan nutrisi yang cukup, agar anak tetap kuat menjalani pengobatan
  • Pemberian antibiotik, antivirus, atau antijamur, jika anak mengalami infeksi
  • Cegah infeksi, hindari keramaian atau kontak dengan orang yang sakit; jaga kebersihan tangan, mulut, dan area anus; jaga kebersihan peralatan makan dan area tidur
  • Dukungan psikologis dan sosial, agar anak dan keluarga tetap kuat secara mental dan emosional
Apa Kata Ahlinya
dr. Wisvici Yosua Samin., Sp.A(K)
dr. Wisvici Yosua Samin., Sp.A(K)

Leukemia adalah kanker darah yang paling sering terjadi pada anak, namun dengan diagnosis dini dan kepatuhan terhadap pengobatan, peluang sembuhnya sangat tinggi.

Kalender

Artikel Terkait