Mengenal Faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner


Mengenal Faktor Risiko  Penyakit Jantung Koroner

Menurut data Badan Kesehatan Dunia (WHO), penyakit kardiovaskular telah menyebabkan 17,6 juta orang meninggal dunia setiap tahunnya. Penyakit kardiovaskular ini mengganggu jantung dan pembuluh darah yang dapat menyebabkan kematian bagi penderitanya. 

Salah satu jenis penyakit kardiovaskular adalah Penyakit Jantung Koroner (PJK). Jenis penyakit kardiovaskular ini merupakan pembunuh nomor 1 yang menyebabkan kematian di dunia. Penyebab penyakit jantung koroner karena adanya penyumbatan atau penyempitan pada pembuluh darah arteri koroner yang membentuk plak.

Tanda dan gejala khas PJK adalah keluhan rasa tidak nyaman di dada atau nyeri dada yang berlangsung selama lebih dari 20 menit saat istirahat atau saat aktivitas yang disertai gejala keringat dingin atau gejala lainnya seperti lemah, rasa mual, dan pusing. 

Gaya hidup yang tidak sehat dapat meningkatkan risiko terkena penyakit jantung koroner. Faktor risiko Penyakit Jantung Koroner (PJK) dibagi menjadi 2, yaitu faktor risiko yang tidak dapat diubah, dan faktor risiko yang dapat diubah. Diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Risiko yang tidak dapat diubah

  1. Umur

  2. Jenis Kelamin

  3.  Keturunan

      B.  Risiko yang dapat diubah

  1. Merokok

  2. Disiplidemia

  3. Hipertensi

  4. Diabetes Melitus

  5. Stres

  6. Diet yang Tidak sehat

  7. Konsumsi alkohol berlebih

  8. Kurang aktivitas fisik

  9. Berat badan yang berlebih dan obesitas

Keterangan terkait faktor risiko penyakit jantung koroner diatas, diharapkan dapat mendorongan masyarakat untuk mau melakukan tindakan pencegahan dengan disiplin dalam menerapkan perilaku gaya hidup sehat agar terhindar dari potensi terjangkit penyakit jantung koroner.

Rutin melakukan pemeriksaan kesehatan seperti tekanan darah, gula darah dan koleterol di fasilitas pelayanan kesehatan terdekat. Segera hubungi petugas kesehatan jika mengalami gejala penyakit jantung koroner agar segera  mendapatkan penanganan sedini mungkin dari petugas kesehatan.

Review: Astasari

 

 

Kalender

Artikel Terkait