Ancaman infeksi Human Papillomavirus (HPV) merupakan masalah kesehatan serius yang dapat memicu berbagai jenis kanker berbahaya, tidak hanya pada perempuan tetapi juga pada laki-laki. Menyadari tingginya risiko tersebut, pakar kesehatan sangat menyarankan pemberian imunisasi HPV sejak dini sebagai langkah pencegahan utama yang terbukti aman dan efektif. Panduan tanya jawab komprehensif berikut hadir untuk membantu Anda memahami fakta sebenarnya sehingga tidak ragu lagi dalam memberikan perlindungan masa depan yang optimal bagi buah hati tercinta.
-
Apa itu virus HPV?
Human Papillomavirus (HPV) adalah salah satu virus yang menyebabkan berbagai macam kanker. HPV dapat menginfeksi perempuan dan laki-laki. Walaupun paling sering menyebabkan kanker serviks, HPV juga menyebabkan kanker lain di area kulit, kelamin, bahkan tenggorokan. Oleh karena itu, perlindungan terhadap HPV penting untuk perempuan dan laki-laki.
2. Kanker apa saja yang disebabkan virus HPV?
Infeksi persisten dengan jenis HPV tertentu dapat menyebabkan setidaknya 6 jenis kanker:
- Hampir semua kasus kanker serviks.
- 90% kanker pada anus.
- 78% kanker pada vagina
- 60% kanker orofaringeal (kanker di bagian belakang tenggorokan, termasuk pangkal lidah dan amandel).
- 50% kanker pada penis.
- 25% kanker pada vulva.
3. Bagaimana cara mencegah tertular HPV?
Cara paling aman, efektif, dan utama untuk mencegah infeksi HPV adalah melalui imunisasi sejak dini pada anak perempuan dan laki-laki. Selain itu, perlu menjaga kebersihan diri terutama pada daerah intim.
4. Mengapa imunisasi HPV diberikan juga kepada anak laki-laki usia 11 tahun?
Anak laki-laki membutuhkan vaksin HPV karena dua alasan utama yang sangat penting:
- Perlindungan diri sendiri: Imunisasi ini melindungi anak laki-laki dari risiko penyakit serius di masa depan, seperti kanker anus, kanker penis, dan kanker tenggorokan (orofaring).
- Perlindungan untuk orang terkasih di masa depan: Dengan memberikan kekebalan pada anak laki-laki, akan memutus rantai penularan virus. Artinya, mereka tidak akan menjadi pembawa (carrier) virus kepada pasangan hidupnya kelak.
Selama ini Imunisasi HPV telah diberikan pada anak perempuan, namun karena virus ini juga dapat menyerang laki-laki dan perjalanan menjadi kanker itu panjang, maka perlindungan harus diberikan sejak dini.
5. Apakah vaksin HPV ini aman diberikan kepada anak laki-laki?
Sangat aman. Vaksin ini juga telah memiliki izin edar dari BPOM RI. WHO (Badan Kesehatan Dunia), Komite Imunisasi Nasional (KIN), dan Kementerian Kesehatan RI merekomendasikan vaksin ini pada anak laki-laki. Ratusan juta anak laki-laki dan perempuan di berbagai negara telah mendapatkan imunisasi HPV dan terbukti aman. Sebanyak 93 negara dan wilayah telah mengembangkan kebijakan imunisasi HPV pada anak laki-laki sebagai upaya pencegahan yang lebih komprehensif.
6. Seberapa efektifkah vaksin HPV?
Vaksin HPV sangat efektif memberikan perlindungan jangka panjang. Berbagai studi kesehatan menunjukkan bahwa vaksin ini memberikan perlindungan hampir 100% terhadap tipe virus HPV berisiko tinggi jika diberikan sejak dini, dan efektivitasnya mampu bertahan hingga lebih dari 10 tahun setelah imunisasi. Sejak vaksin ini diberikan secara global, telah terbukti adanya penurunan penyakit dan kanker terkait HPV secara drastis pada laki-laki dan perempuan. Agar perlindungan ini bekerja maksimal, sangat penting memberikan vaksin sebelum anak terpapar virus.
7. Kapan Imunisasi HPV diberikan?
Kementerian Kesehatan RI merekomendasikan pemberian imunisasi HPV cukup satu dosis jika diberikan sebelum usia 20 tahun. Untuk perlindungan yang optimal, maka Indonesia memberikan imunisasi HPV pada anak kelas 5 SD/MI atau anak usia 11 tahun untuk yang tidak sekolah formal.
8. Bagaimana jika anak saya terlambat mendapatkan Imunisasi HPV saat usia 11 tahun (Kelas 5 SD/MI sederajat)?
Tidak perlu khawatir, anak Anda masih bisa dan sangat dianjurkan untuk menyusul ketertinggalannya. Jika anak terlewat jadwal imunisasi HPV di kelas 5 SD/MI (misalnya karena sakit atau berhalangan hadir), Anda dapat melakukan dua langkah berikut:
- Laporkan kepada guru atau wali kelas agar anak dapat diikutkan pada jadwal imunisasi susulan yang akan dikoordinasikan oleh pihak sekolah dan petugas kesehatan.
- Kunjungi puskesmas terdekat dan konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan Imunisasi HPV yang tertinggal.
Prinsip utamanya: Lebih baik terlambat mendapatkan imunisasi daripada tidak terlindungi sama sekali.
9. Dimana mendapatkan imunisasi HPV? Apakah berbayar?
Imunisasi HPV diberikan secara GRATIS bagi peserta didik di sekolah-sekolah dalam rangkaian program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) pada bulan Agustus setiap tahunnya. Untuk anak di luar sekolah bisa mendapatkan Imunisasi HPV secara GRATIS di Puskesmas ataupun Pos Imunisasi lainnya.
10. Apa saja efek samping dari Imunisasi HPV?
Efek samping Imunisasi HPV umumnya ringan, seperti nyeri, bengkak, atau kemerahan di tempat suntikan diberikan. Gejala ini biasanya hilang dalam beberapa hari. Efek samping serius sangat jarang terjadi.
11. Apa yang harus dilakukan jika ditemukan efek samping setelah dilakukan Imunisasi HPV?
Jika terjadi reaksi sesudah imunisasi HPV, maka orangtua dan guru perlu segera melaporkan ke petugas Puskesmas terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.
12. Apakah vaksin HPV bisa menyebabkan kemandulan pada anak saya?
Tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa pemberian vaksin HPV akan memengaruhi kesuburan di masa depan.
Nah, sekarang sudah lebih paham, kan?
Jangan ragu untuk Imunisasi HPV pada saat BIAS ya!
Untuk informasi lebih lanjut dan cek HOAKS, dapat menghubungi HALO KEMENKES di:
Telepon: (Kode Lokal) 1500-567
Whatsapp: 0811-10-500-567
Email: [email protected]
Cek hoaks: www.kemkes.go.id
https://ayosehat.kemkes.go.id/apa-itu-vaksin-hpv