Prednison adalah obat dari golongan kortikosteroid yang digunakan untuk mengatasi berbagai kondisi peradangan dan sebagai bagian dari terapi beberapa jenis kanker.
Fungsi dan cara kerja:
-
Pada kanker: dapat menghancurkan sel kanker limfoid tertentu dan memperkuat efek obat kemoterapi lain (misalnya: vincristin, asparaginase, methothrexate)
-
Pada peradangan:Membantu mengurangi reaksi peradangan sehingga nyeri, bengkak dan gejala peradangan lain berkurang
Dosis dan Pemantauan
- Dosis disesuaikan dengan berat badan, usia, dan kondisi anak
- Pantau kadar gula darah dan kalium secara rutin melalui pemeriksaan laboratorium
- Jangan mengubah dosis sendiri, selalu konsultasikan ke dokter atau apoteker
Efek Samping yang Perlu Diketahui
Penggunaan Jangka Pendek:
-
Sakit perut atau maag
Penggunaan Jangka Panjang:
- Otot melemah, massa otot menurun
- Luka sulit sembuh
- Pertumbuhan anak bisa terganggu
- Kulit menjadi tipis dan mudah luka
- Tulang rapuh (osteoporosis)
- Kerusakan tulang (avascular necrosis)
- Masalah pada mata, seperti katarak
Efek Samping Umum:
- Nafsu makan meningkat
- Berat badan naik (terutama di wajah dan perut)
- Wajah tampak membulat (moon face)
- Retensi cairan → tekanan darah naik
- Jerawat dan rambut tumbuh lebih lebat
- Kadar gula naik (perlu pantauan ketat jika ada diabetes)
- Kalium rendah
- Gangguan suasana hati, sulit tidur, lelah
- Sakit kepala, pusing
- Gangguan haid
- Risiko infeksi meningkat
- Jumlah sel darah putih naik
Tips untuk Orang Tua dan Keluarga
- Minum prednison setelah makan untuk mencegah iritasi lambung
- Waspadai infeksi: Prednison dapat menutupi demam, jadi perhatikan tanda infeksi seperti lesu, batuk, atau luka yang sulit sembuh
- Bila perlu, anak mungkin disarankan mengkonsumsi makanan tinggi kalium atau suplemen
-
Beri tahu dokter jika anak mengonsumsi obat lain, seperti:
-
Insulin, aspirin, ibuprofen, warfarin
-
Obat antikejang (fenitoin, fenobarbital)
-
Obat antijamur (ketokonazol)
-
Antibiotik tertentu (rifampisin)
-
Tabel Ringkas: Efek Samping Prednison pada Anak selama Kemoterapi
|
Jenis efek samping |
Ciri/kondisi yang mungkin terjadi |
Yang bisa dipantau di rumah |
Yang perlu segera ke rumah sakit |
|
Perubahan berat badan dan bentuk tubuh |
Berat badan naik cepat, wajah “bulan”, bantalan leher. |
Catat pertambahan berat, sesuaikan makanan seimbang, kurangi camilan manis. |
Jika berat naik sangat cepat, disertai napas sesak atau pembengkakan parah. |
|
Perubahan perilaku dan tidur |
Gelisah, rewel, sulit tidur, mudah menangis atau emosi. |
Atur rutinitas tidur, ruangan tenang, hindari kafein. |
Jika anak sangat gelisah, tidak bisa tertidur sama sekali, atau tampak sangat cemas. |
|
Perut dan pencernaan |
Nafsu makan meningkat, perut kembung, nyeri ringan, sembelit atau diare ringan. |
Makan porsi kecil sering, perbanyak serat bila diare ringan. |
Muntah berat terus‑menerus, nyeri perut hebat, atau tinja hitam (perdarahan). |
|
Metabolik (gula, tekanan, lemak) |
Berat naik, kadang tekanan darah naik ringan, rasa sangat lapar. |
Pantau berat badan, batasi gula, patuhi kontrol tekanan darah dan lab. |
Jika anak pusing berat, mual, muntah, jantung berdebar‑debar, atau tampak mengantuk sekali. |
|
Efek samping serius |
Kelemahan otot, nyeri sendi, pertumbuhan lambat, infeksi mudah terjadi, gangguan adrenal setelah obat dihentikan. |
Ikuti jadwal kontrol laboratorium dan klinik. |
Demam tinggi, kejang, perubahan kesadaran, atau tampak lemas sangat berat. |
Perhatian Khusus:
-
Prednison tidak boleh dihentikan mendadak, kecuali atas arahan dokter