Rambut rontok adalah salah satu efek samping yang paling sering dialami anak selama pengobatan kanker, terutama saat menjalani kemoterapi atau radioterapi. Meski umum terjadi, banyak orang tua dan anak merasa cemas atau sedih saat menghadapinya. Memahami penyebab dan apa yang bisa dilakukan dapat membantu keluarga lebih siap.
Mengapa rambut bisa rontok?
-
Obat kanker bekerja dengan cara menyerang sel yang cepat membelah. Selain sel kanker, sel akar rambut juga termasuk sel yang tumbuh cepat. Karena itu, obat seperti kemoterapi bisa merusak akar rambut dan membuat rambut rontok.
-
Tidak semua obat kanker menyebabkan kerontokan; beberapa hanya membuat rambut menipis.
-
Pada radioterapi, rambut biasanya rontok hanya di area yang terkena sinar. Bila dosis radiasi tinggi, kerontokan bisa menetap, tetapi pada sebagian besar anak rambut akan tumbuh kembali beberapa bulan setelah pengobatan selesai.
Kapan rambut mulai rontok?
-
Kerontokan biasanya terjadi 2–4 minggu setelah kemoterapi dimulai. Rambut bisa rontok sedikit demi sedikit atau sekaligus.
-
Selain rambut kepala, alis, bulu mata, dan rambut tubuh juga bisa ikut rontok karena obat menyebar ke seluruh tubuh.
-
Setelah pengobatan selesai, rambut biasanya mulai tumbuh kembali dalam 2–3 bulan. Terkadang rambut baru lebih keriting, lebih halus, atau berbeda warna—ini adalah hal yang normal.
Obat yang sering menyebabkan rambut rontok
Beberapa obat kemoterapi diketahui memiliki risiko kerontokan yang tinggi, seperti doxorubicin, daunorubicin, cyclophosphamide, paclitaxel, docetaxel, dan ifosfamide. Faktor lain yang mempengaruhi kerontokan, antara lain dosis obat kemoterapi, cara pemberian, dan kombinasi obat kemoterapi yang digunakan.
Bagaimana membantu anak menghadapinya?
Rambut rontok bukan sekadar perubahan fisik—bagi banyak anak, ini terkait dengan rasa percaya diri dan identitas diri. Berikut hal yang bisa membantu:
Sebelum rambut rontok
-
Diskusikan dengan dokter apakah pengobatan yang diberikan berisiko menyebabkan kerontokan.
-
Persiapkan anak dengan penjelasan sederhana sesuai usia.
-
Beberapa keluarga memilih memotong pendek atau mencukur rambut untuk mengurangi dampak psikologis saat rambut mulai rontok.
-
Mulai mencari penutup kepala yang nyaman seperti topi, scarf, jilbab, atau wig anak.
Saat proses rontok
-
Gunakan sampo yang lembut dan sisir bergigi jarang.
-
Lindungi kulit kepala dari sinar matahari dengan topi atau sunscreen.
-
Biarkan anak memilih apakah ingin memakai penutup kepala atau tidak—kebebasan memilih memberi rasa kontrol pada anak.
Setelah pengobatan
Rambut akan tumbuh kembali secara bertahap. Tekstur awal mungkin berbeda, tetapi biasanya akan membaik seiring waktu.
Dukungan Emosional Itu Penting
Perubahan penampilan dapat berdampak besar pada perasaan anak, terutama remaja. Orang tua bisa membantu dengan memberikan dukungan emosional, memberi ruang anak untuk bercerita, dan bekerja sama dengan tim psikolog atau child life specialist bila diperlukan.