Awal tahun biasanya dimulai dengan rasa semangat dan antusias untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Beberapa hal telah kita capai pada tahun sebelumnya dan mencoba mengusahakan kembali meraih hal yang belum terealisasi. Terkadang, sebagai manusia kita selalu merasa hidup ada saja kurangnya. Tak bisa dipungkiri, ada momen dimana hidup terasa berat, tapi dengan bersyukur setidaknya akan membuat perasaan kamu merasa lebih baik dan bermakna. Mungkin, kalau diucapkan secara lisan begitu mudah, mengaplikasikannya dalam keseharian nyatanya tidak semudah itu.
Coba renungkan sejenak. Ternyata, ada banyak hal yang patut kita syukuri, misalnya saja masih sehat dan mampu beraktivitas seperti biasa. Hal seperti inilah yang terkadang luput dari sikap kita. Tahukah kamu bahwa bersyukur ternyata juga berdampak pada kesehatan kita secara menyeluruh. Berikut beberapa hasil penelitian yang membuktikan bahwa bersyukur berkorelasi dengan kesehatan.
Kristin Layous dalam textbook The Wiley Encyclopedia of Health Psychology mengulas topik Health Implications of Gratitude. Pertama, bersyukur memiliki dampak pada Kesejahteraan Psikologis (psychological well-being). Sebuah eksperimen menunjukkan bahwa kegiatan seperti menghitung berkat atau menulis surat terima kasih secara rutin dapat: meningkatkan rasa syukur sebagai sifat kepribadian dan meningkatkan kesejahteraan psikologis (perasaan bahagia, puas, dan positif). Kedua, implikasi langsung kesejahteraan psikologis berpengaruh juga pada tubuh, seperti meningkatkan respons sistem kekebalan tubuh; berpotensi memperpanjang usia; mengurangi stres yang dikenal sebagai faktor penyebab berbagai masalah kesehatan. Temuan lain juga menunjukan bahwa individu dengan sifat bersyukur yang tinggi melaporkan tidur lebih nyenyak dan lebih lama; mereka juga lebih cepat terlelap dan tidak mudah mengantuk di siang hari; serta membantu mengurangi pikiran negatif dan meningkatkan pikiran positif menjelang tidur, sehingga pikiran lebih tenang dan tidak mengganggu waktu istirahat.
Temuan menarik lainnya juga menemukan individu dengan rasa syukur tinggi cenderung memiliki kondisi fisik yang lebih baik. Studi tahun 2012 dalam Personality and Individual Differences mendapati bahwa orang yang bersyukur melaporkan lebih sedikit rasa sakit dan nyeri pada tubuhnya serta merasa lebih sehat secara umum dibandingkan orang lain. Disamping itu, mereka juga lebih mungkin menjaga kesehatan dengan dua cara konkret: Lebih rajin berolahraga dan Lebih rutin melakukan pemeriksaan kesehatan. Kebiasaan menjaga kesehatan ini, yang didorong oleh rasa syukur, pada akhirnya berkontribusi untuk memperpanjang usia harapan hidup (Morin, 2015).
Setelah mengetahui beberapa manfaat bersyukur diatas, mari kita usahakan untuk mengucapkan syukur atas hal-hal kecil yang kita miliki dalam hidup. Stay healty ya healthies.