Mitos Dan Fakta Seputar Kanker Anak


Mitos Dan Fakta Seputar Kanker Anak

Terdapat banyak mitos yang beredar di masyarakat terkait pandangan tentang kanker anak, dimana banyak dari mitos-mitos tersebut yang keliru atau tidak sesuai dengan faktanya. Berikut adalah tabel seputar mitos dan fakta kanker anak.

Apakah penyakit kanker itu menular?

Kanker bukan penyakit menular, termasuk kanker pada anak. Artinya, kanker tidak dapat menyebar dari satu anak ke anak lain, atau dari anak ke orang dewasa — baik melalui sentuhan, udara, makanan, maupun cairan tubuh.Kanker pada anak terjadi karena pertumbuhan sel-sel yang abnormal dan tidak terkendali di dalam tubuh.

 

Dapatkah kanker dicegah?

Alasan pasti yang menyebabkan berkembangnya kanker masih belum diketahui, jadi tidak ada yang dapat kita lakukan untuk mencegah anak kita dari mengidap kanker.

Berbeda dengan kanker pada orang dewasa, yang kadang berkaitan dengan gaya hidup seperti merokok, diet, atau paparan bahan kimia, kanker pada anak seringkali terjadi karena  sesuatu yang tidak bisa kita kendalikan sepenuhnya, seperti faktor genetik atau perubahan biologis sejak dalam kandungan..

Namun, mendeteksi kanker sejak dini dapat meningkatkan peluang kesembuhan secara signifikan. Maka dari itu, penting untuk mengenali gejala awal dan segera mencari pertolongan medis.

 

Dapatkah kanker disembuhkan?

Ya, banyak jenis kanker pada anak bisa disembuhkan. Di negara-negara maju, sekitar 80% anak yang didiagnosis kanker dapat sembuh, terutama jika dideteksi sejak dini dan mendapat pengobatan yang tepat. Enam jenis kanker yang paling sering terjadi pada anak adalah 

  1. leukemia, yaitu kanker darah yang berasal dari sumsum tulang dan paling umum pada anak (terutama ALL) dengan gejala pucat, demam berulang, dan mudah memar; 
  2. tumor otak dan sistem saraf pusat, yang merupakan tumor padat tersering dengan keluhan sakit kepala progresif, muntah proyektil, dan gangguan neurologis; 
  3. limfoma (Hodgkin dan non-Hodgkin), yang menyerang sistem limfatik dan ditandai pembesaran kelenjar getah bening tanpa nyeri disertai demam atau keringat malam; 
  4. neuroblastoma, kanker dari sel saraf imatur yang sering muncul di kelenjar anak ginjal/adrenal pada balita dan dapat menyebabkan benjolan perut serta nyeri tulang; 
  5. tumor Wilms (nefroblastoma), kanker ginjal pada anak usia di bawah lima tahun yang biasanya tampak sebagai massa abdomen tanpa nyeri; serta 
  6. retinoblastoma, kanker mata pada anak kecil yang ditandai mata kucing/leukokoria atau refleks putih pada bagian hitam mata/pupil dan dapat terjadi secara spontan/sporadis atau bawaan keluarga/herediter.

 

Di negara berkembang seperti Indonesia, tingkat kesembuhan anak dengan kanker masih bervariasi, tergantung pada:

  • Stadium kanker saat pertama kali di diagnosis
  • Jenis kanker yang diderita
  • Ketersediaan tenaga medis terlatih dan fasilitas pengobatan
  • Kepatuhan keluarga terhadap jadwal dan jenis pengobatan

Infeksi, perdarahan, dan efek samping dari kemoterapi bisa menjadi tantangan, namun dengan penanganan yang tepat dan dukungan penuh dari keluarga serta tenaga medis, anak dengan kanker memiliki harapan untuk sembuh dan hidup sehat. Faktor penting lainnya yang dapat meningkatkan harapan sembuh adalah kepatuhan dalam pengobatan.

Mitos

Fakta

Makanan mengandung gula dapat membuat kanker tumbuh lebih cepat

Mengonsumsi gula tidak akan membuat kanker tumbuh lebih cepat, begitu juga mengurangi gula tidak akan memperlambat pertumbuhan kanker.

Sinyal ponsel, Wi-Fi, atau antena dapat menyebabkan kanker pada anak

Sampai saat ini, penelitian ilmiah menunjukkan bahwa paparan sinyal dari ponsel, Wi-Fi, atau antena komunikasi kemungkinan besar tidak meningkatkan risiko kanker pada anak.

Makan makanan ringan sesekali dapat langsung menyebabkan kanker pada anak

Tidak ada bukti bahwa makanan ringan secara langsung menyebabkan kanker pada anak. Namun, konsumsi makanan ultra-proses (ultraprocessed food) yang terlalu sering dan dalam jangka panjang, dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, termasuk kanker. Sebaiknya konsumsi makanan jenis ini dibatasi dan diimbangi dengan makanan yang sehat dan bergizi.

Semua penyintas kanker tidak dapat memiliki keturunan.

Ini tidak benar. Kanker dan terapinya memang dapat mempengaruhi kesuburan, namun hal ini dipengaruhi oleh tipe kanker dan pengobatan yang didapatkan oleh anak. Penyintas kanker tetap dapat memiliki keturunan.

Setelah anak sembuh dari kanker, anak tidak perlu kontrol lagi.

Setelah sembuh, anak masih perlu dipantau untuk memastikan anak memiliki kualitas hidup yang baik.

Anak dengan kanker tidak dapat hidup dengan normal.

Anak penyintas kanker dapat kembali ke sekolah, memiliki teman, dan melakukan kegiatan sehari-hari.

Anak dengan kanker mengalami kesulitan belajar.

Hal ini tidak berlaku bagi semua orang. Memang ada beberapa anak yang mengalami masalah dalam belajar, namun banyak juga anak yang berprestasi di

sekolah.

Lebih baik jika anak tidak mengetahui bahwa mereka terkena kanker.

Anak perlu memahami penyakitnya supaya anak patuh terhadap pengobatan.

Anak dengan kanker akan mendapatkan stigma di masyarakat.

Anak penyintas kanker adalah pahlawan yang membuktikan bahwa kanker dapat disembuhkan. Jika anak mendapat stigma, keluarga perlu mendukung anak dan berani melawan stigma tersebut.

 

Mitos dan fakta lainnya mengenai kanker

Mitos

Fakta

Makanan mengandung gula dapat membuat kanker tumbuh lebih cepat

Mengonsumsi gula tidak akan membuat kanker tumbuh lebih cepat, begitu juga mengurangi gula tidak akan memperlambat pertumbuhan kanker.

Sinyal ponsel, Wi-Fi, atau antena dapat menyebabkan kanker pada anak

Sampai saat ini, penelitian ilmiah menunjukkan bahwa paparan sinyal dari ponsel, Wi-Fi, atau antena komunikasi kemungkinan besar tidak meningkatkan risiko kanker pada anak.

Makan makanan ringan sesekali dapat langsung menyebabkan kanker pada anak

Tidak ada bukti bahwa makanan ringan secara langsung menyebabkan kanker pada anak. Namun, konsumsi makanan ultra-proses (ultraprocessed food) yang terlalu sering dan dalam jangka panjang, dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, termasuk kanker. Sebaiknya konsumsi makanan jenis ini dibatasi dan diimbangi dengan makanan yang sehat dan bergizi.

Semua penyintas kanker tidak dapat memiliki keturunan.

Ini tidak benar. Kanker dan terapinya memang dapat mempengaruhi kesuburan, namun hal ini dipengaruhi oleh tipe kanker dan pengobatan yang didapatkan oleh anak. Penyintas kanker tetap dapat memiliki keturunan.

Setelah anak sembuh dari kanker, anak tidak perlu kontrol lagi.

Setelah sembuh, anak masih perlu dipantau untuk memastikan anak memiliki kualitas hidup yang baik.

Anak dengan kanker tidak dapat hidup dengan normal.

Anak penyintas kanker dapat kembali ke sekolah, memiliki teman, dan melakukan kegiatan sehari-hari.

Anak dengan kanker mengalami kesulitan belajar.

Hal ini tidak berlaku bagi semua orang. Memang ada beberapa anak yang mengalami masalah dalam belajar, namun banyak juga anak yang berprestasi di

sekolah.

Lebih baik jika anak tidak mengetahui bahwa mereka terkena kanker.

Anak perlu memahami penyakitnya supaya anak patuh terhadap pengobatan.

Anak dengan kanker akan mendapatkan stigma di masyarakat.

Anak penyintas kanker adalah pahlawan yang membuktikan bahwa kanker dapat disembuhkan. Jika anak mendapat stigma, keluarga perlu mendukung anak dan berani melawan stigma tersebut.

 

Mencari Informasi di Internet

Ada banyak informasi yang bermanfaat di internet, namun ada juga informasi yang tidak benar. Berikut beberapa saran ketika anda mencari informasi di internet:

  • Gunakan situs yang terpercaya. Anda dapat bertanya pada dokter atau perawat situs apa yang direkomendasikan.
  • Jangan mempercayai semua cerita yang anda baca. Kita mungkin senang saat membaca cerita-cerita orang yang sembuh dari kanker. Kita perlu berhati-hati, apalagi bila cerita tersebut menawarkan produk tertentu (makanan, minuman, obat, atau terapi dll.). Semua orang dapat menulis apapun di internet, baik informasi yang benar maupun tidak benar. Mereka mungkin tidak menceritakan keseluruhan cerita.
  • Semua anak berbeda. Setiap anak terdiagnosis kanker pada stadium yang berbeda. Respon terhadap pengobatan antara satu anak dengan anak lain pun juga berbeda. Ingatlah, apa yang terjadi pada satu anak belum tentu akan terjadi pada anak anda.
  • Lihatlah situs lain untuk membandingkan informasi.
  • Gunakan internet sebagai titik awal. Untuk informasi lebih lanjut, sebaiknya anda tetap berdiskusi dengan ahlinya.
"Kanker anak bukan kutukan, bukan penyakit menular, dan bukan akibat kesalahan orang tua. Kanker adalah penyakit medis yang dapat diobati dengan penanganan yang tepat."
Apa Kata Ahlinya
dr. Imanuel Yulius Malino, M.Sc, Sp.A(K)
dr. Imanuel Yulius Malino, M.Sc, Sp.A(K)

Kanker anak bukan kutukan, bukan penyakit menular, dan bukan akibat kesalahan orang tua. Kanker adalah penyakit medis yang dapat diobati dengan penanganan yang tepat.

Tautan Referensi

Kalender

Artikel Terkait