Actinomycin-D (ACD)


Actinomycin-D (ACD)

Actinomycin-D (Dactinomycin) adalah obat kemoterapi yang digunakan untuk mengobati berbagai jenis kanker anak, seperti Wilms Tumor, Rhabdomyosarcoma, dan Tumor Sel Germinal (Germ Cell Tumor/GCT). 

Obat ini bekerja dengan cara berikatan dengan DNA sel kanker dan menghambat pembentukan RNA. Akibatnya, sel kanker tidak dapat memproduksi protein yang dibutuhkan untuk tumbuh dan berkembang.

 

Bagaimana Cara Pemberiannya?

  • Actinomycin diberikan melalui infus ke pembuluh darah (intravena) oleh tenaga medis di rumah sakit.
  • Pemberian dilakukan sesuai jadwal dan dosis yang telah ditentukan dalam protokol pengobatan.

⚠️ Obat ini dapat menyebabkan iritasi berat jika keluar dari pembuluh darah (ekstravasasi). Segera beritahu perawat atau dokter jika anak merasakan panas, perih, atau nyeri di area infus.

 

Efek Samping yang Perlu Diperhatikan

Tidak semua anak mengalami efek samping. Efek yang muncul dapat berbeda pada setiap anak.
Efek Awal:

  • Mual dan muntah
  • Nafsu makan menurun

Efek yang Dapat Muncul Beberapa Hari Setelah Pemberian:

  • Radang mulut (sariawan, nyeri saat menelan)
  • Diare
  • Rambut rontok
  • Ruam pada kulit
  • Nyeri otot
  • Penurunan jumlah sel darah:

 

    • Sel darah putih menurun → risiko infeksi meningkat

    • Sel darah merah menurun → anak tampak pucat atau mudah lelah

    • Trombosit menurun → mudah memar atau berdarah

Efek Lain yang Perlu Diwaspadai:

  • Iritasi berat pada area suntikan bila terjadi ekstravasasi/kebocoran obat (ditandai dengan bengkak pada area infus, nyeri, perih, kemerahan seperti luka bakar)

  • Kemerahan atau iritasi pada area tubuh yang pernah mendapat terapi radiasi sebelumnya

  • Gangguan fungsi hati (hepatotoksisitas), yang dapat menyebabkan mata atau kulit tampak kuning

 

Pemantauan Selama Pengobatan

Selama terapi, anak akan menjalani pemeriksaan rutin untuk memantau:

  • Jumlah sel darah (hematologi lengkap)

  • Fungsi hati dan ginjal

Pemeriksaan ini penting untuk memastikan pengobatan tetap aman dan efektif.

 

Instruksi Khusus untuk Orang Tua 

🚨 Segera Hubungi Dokter Jika:

  • Anak demam (≥ 38°C)

  • Anak tampak sangat lemas

  • Muncul luka berat di mulut yang membuat anak sulit makan atau minum

  • Kulit atau mata tampak menguning

  • Area suntikan menjadi merah, nyeri, atau melepuh

🦠 Waspadai Risiko Infeksi

  • Karena jumlah sel darah putih dapat menurun:

  • Hindari kontak dengan orang yang sedang sakit

  • Ajarkan anak mencuci tangan dengan baik

  • Jangan menunda pemeriksaan jika anak demam

🍽️ Jaga Asupan Nutrisi

  • Berikan makanan lembut bila anak mengalami sariawan

  • Berikan porsi kecil tetapi sering bila anak mual

  • Pastikan anak cukup minum

🩸 Perhatikan Tanda Perdarahan

  • Hindari aktivitas yang berisiko benturan

  • Gunakan sikat gigi berbulu lembut

  • Laporkan bila muncul memar atau mimisan

 

"“Kemoterapi adalah bagian penting dalam upaya menyembuhkan kanker pada anak. Pengobatan ini dirancang secara hati-hati dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing anak. Respons setiap anak terhadap terapi dapat berbeda-beda. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengikuti jadwal pengobatan sesuai anjuran dokter dan tidak menghentikan atau mengubah terapi tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga medis.”"
Apa Kata Ahlinya
dr. Ludi Dhyani Rahmartani, SpA(K)
dr. Ludi Dhyani Rahmartani, SpA(K)

Kemoterapi adalah bagian penting dalam upaya menyembuhkan kanker pada anak. Pengobatan ini dirancang secara hati-hati dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing anak. Respons setiap anak terhadap terapi dapat berbeda-beda. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengikuti jadwal pengobatan sesuai anjuran dokter dan tidak menghentikan atau mengubah terapi tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga medis.

Kalender

Artikel Terkait