Bleomycin adalah obat kemoterapi yang digunakan dalam pengobatan berbagai jenis kanker anak, seperti limfoma Hodgkin, tumor sel germinal, dan beberapa jenis tumor padat lainnya.
Obat ini bekerja dengan merusak DNA sel kanker, sehingga sel kanker tidak dapat tumbuh atau berkembang lebih lanjut.
Seperti Apa Bentuknya dan Bagaimana Pemberiannya?
-
Bentuk: Cairan bening.
-
Pemberian: Melalui pembuluh darah (intravena) dalam bentuk infus, diberikan di rumah sakit oleh tenaga medis profesional.
-
Kadang-kadang juga diberikan melalui otot (intramuskular), tergantung protokol pengobatan dan kondisi pasien.
Efek Samping yang Perlu Diperhatikan
Efek Samping Jangka Pendek (dalam 24 jam):
-
Demam dan menggigil
-
Reaksi alergi/hipersensitivitas (gatal, kulit kemerahan, sesak napas, tekanan darah rendah)
-
Mual dan muntah ringan (dapat terjadi hingga 12 jam setelah pemberian)
Efek Samping Jangka Panjang (1–14 hari setelah pemberian):
-
Penurunan sel darah putih dan trombosit → meningkatkan risiko infeksi atau perdarahan
-
Radang mulut (sariawan atau nyeri di rongga mulut)
-
Kelelahan dan kehilangan nafsu makan
-
Rambut rontok
-
Penggelapan pada lipatan kulit atau dasar kuku
-
Risiko kerusakan paru-paru (bisa berkembang setelah beberapa kali pemberian)
Instruksi Khusus untuk Orang Tua
Segera beri tahu dokter atau perawat jika anak mengalami:
-
Nyeri atau sensasi terbakar saat obat diberikan
-
Kulit menjadi merah, nyeri, atau bengkak di sekitar area suntikan
-
Sesak napas, batuk yang tidak membaik, atau napas cepat (tanda awal gangguan paru-paru)
-
Demam tinggi atau menggigil beberapa jam setelah kemoterapi
Pantauan Khusus yang Dilakukan Tenaga Medis:
-
Rontgen dada atau tes fungsi paru-paru dilakukan secara berkala selama terapi, untuk mendeteksi dini gangguan pada paru-paru.
-
Pemeriksaan darah rutin untuk memantau jumlah sel darah.