Methotrexate adalah salah satu obat yang sering digunakan dalam pengobatan kanker anak, termasuk leukemia dan beberapa jenis tumor lainnya. Obat ini bekerja dengan cara menghambat atau menghentikan pertumbuhan sel, terutama sel-sel yang membelah dengan cepat, seperti sel kanker.
Bagaimana Methotrexate Diberikan?
Methotrexate dapat diberikan melalui beberapa cara, tergantung pada rencana pengobatan:
- Melalui infus (intravena) di rumah sakit
- Melalui suntikan intramuskular
- Melalui suntikan (intratekal)
- Dalam bentuk obat minum (oral)
Jadwal dan Dosis Disesuaikan Secara Individual
Pemberian Methotrexate akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing anak, berdasarkan:
- Jenis kanker yang diderita
- Usia dan berat badan anak
- Cara pemberian obat
- Fungsi hati dan ginjal anak, karena Methotrexate diproses di organ-organ ini
Efek Samping Methotrexate
Setiap anak bisa mengalami efek samping yang berbeda, tergantung pada dosis, cara pemberian, dan kondisi tubuh masing-masing. Methotrexate memiliki efek samping jangka pendek maupun jangka panjang yang perlu diperhatikan.
Efek Samping Jangka Pendek (Dalam 24 Jam)
-
Mual dan muntah
Umum terjadi, terutama pada dosis tinggi. Dokter biasanya memberikan obat anti-mual sebelumnya.
-
Diare
Disebabkan oleh iritasi pada dinding usus.
-
Sakit kepala, muntah, atau demam
Dapat terjadi setelah pemberian Methotrexate secara intratekal (suntikan ke dalam cairan tulang belakang).
Efek Samping Jangka Lanjut (Beberapa Hari Setelah Pemberian)
-
Sariawan dan sakit mulut
Terjadi karena peradangan pada mukosa mulut, biasanya muncul 3–5 hari setelah pemberian.
-
Penurunan sel darah putih dan trombosit
Umumnya terjadi 7–14 hari setelah pemberian, menyebabkan anak lebih mudah terkena infeksi atau memar.
-
Rambut rontok
Bisa muncul setelah beberapa kali pemberian obat. Biasanya bersifat sementara.
-
Sensitivitas pada mata dan kulit
Kulit anak bisa menjadi lebih sensitif terhadap sinar matahari, dan mata mungkin terasa lebih mudah iritasi.
Catatan untuk Orang Tua
- Tidak semua anak mengalami semua efek samping.
- Tim medis akan memantau kondisi anak secara rutin dan memberikan obat tambahan bila diperlukan untuk mengurangi efek samping.
- Jika anak mengalami gejala yang mengganggu atau tidak biasa, segera hubungi dokter atau perawat yang menangani.
Instruksi Khusus Penggunaan Methotrexate (MTX)
Untuk memastikan pengobatan Methotrexate bekerja secara efektif dan aman, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan oleh orang tua:
Setelah Pemberian MTX via Infus
- Anak akan menerima obat pendamping bernama Leucovorin sesuai jadwal.
Obat ini berfungsi melindungi sel sehat dari efek samping Methotrexate. - Penting untuk mengikuti jadwal pemberian Leucovorin secara tepat. Jangan menunda atau melewatkannya.
Obat yang Harus Dihindari
Beberapa obat bisa meningkatkan efek racun dari Methotrexate. Beri tahu dokter sebelum memberi anak obat lain, termasuk:
- Aspirin
- Sinaspril
- Vitamin atau suplemen tertentu
- Kotrimoksazol (obat antibiotik)
- Beberapa jenis antibiotik lainnya
Anak tidak boleh mengonsumsi obat-obatan ini sebelum, selama, atau setelah pemberian MTX, kecuali atas petunjuk dokter.
❌Makanan yang harus dihindari
- Makanan mentah/setengah matang (sushi, telur mentah)
- Makanan sangat asam atau pedas (dapat memperparah sariawan)
- Makanan cepat saji atau tinggi pengawet
- Jamu, herbal, atau suplemen tanpa izin dokter
- Minuman bersoda atau minuman energi berlebihan
✅ Yang Dianjurkan
- Minum air putih cukup
- Makan makanan matang dan bersih
- Buah yang dikupas sendiri
- Makan sedikit tetapi sering bila mual
Cara Pemberian MTX (Tablet/Oral)
- Methotrexate boleh diminum dengan atau tanpa makanan.
- Jika anak muntah dalam waktu 30 menit setelah minum obat, segera konsultasikan dengan perawat apakah perlu mengulang dosisnya.