Metilprednisolon adalah obat steroid (kortikosteroid) yang bekerja seperti hormon alami tubuh yang diproduksi oleh kelenjar adrenal. Dalam pengobatan kanker anak, obat ini digunakan untuk:
- Membantu membunuh sel kanker, terutama pada jenis kanker darah seperti leukemia dan limfoma
- Mengurangi peradangan dan pembengkakan, termasuk pada otak dan sumsum tulang belakang
- Mengontrol efek samping dari kemoterapi tertentu, seperti mual atau reaksi alergi.
Dalam beberapa protokol pengobatan, metilprednisolon menjadi bagian penting dari kemoterapi kombinasi.
Bagaimana Obat Ini Diberikan?
Metilprednisolon tersedia dalam beberapa bentuk:
- Tablet yang diminum
- Suspensi cair yang diminum (untuk anak yang sulit menelan tablet)
- Suntikan langsung ke pembuluh darah (intravena) di rumah sakit atau klinik, terutama jika dibutuhkan efek cepat
- Suntikan ke dalam otot(intramuskular), meskipun jarang
💡 Catatan penting:
Dosis dan lama pemberian sangat tergantung pada protokol kanker yang dijalani, usia anak, dan berat badan. Dokter akan menyesuaikannya secara berkala.
Efek Samping yang Mungkin Terjadi
Tidak semua anak akan mengalami semua efek ini, dan banyak efek akan berkurang atau hilang setelah obat dihentikan:
Efek Samping Umum:
- Peningkatan nafsu makan dan berat badan
- Wajah tampak lebih bulat (“moon face”)
- Perubahan suasana hati (mudah marah, cemas, sedih)
- Sulit tidur
- Jerawat
- Kenaikan gula darah (perlu perhatian jika anak punya diabetes)
- Lemah otot jika digunakan jangka panjang
Efek Samping Serius (Perlu Konsultasi Dokter):
- Tanda-tanda infeksi (demam, lemas, batuk yang tidak membaik)
- Muntah darah atau tinja berwarna hitam (tanda adanya luka dilambung)
- Gangguan penglihatan
- Pembengkakan wajah, tangan, atau kaki
- Mudah memar atau luka sulit sembuh
Tips Penting untuk Orang Tua
- Jangan menghentikan obat ini secara tiba-tiba, terutama jika sudah digunakan dalam waktu lama. Penghentian harus bertahap sesuai arahan dokter.
- Berikan obat sesuai jadwal, biasanya pagi hari untuk mengurangi gangguan tidur.
- Berikan dengan makanan atau susu untuk mengurangi iritasi lambung.
- Jaga agar anak tetap makan makanan seimbang — batasi gula dan garam.
- Pantau perubahan perilaku atau emosi dan laporkan ke dokter jika mengkhawatirkan.
- Jika anak tampak sangat lemah atau tidak bertenaga, segera konsultasikan ke dokter.