Obat paracetamol digunakan untuk menurunkan demam dan meredakan rasa nyeri ringan sampai sedang, seperti sakit kepala, nyeri otot, nyeri karena demam, atau setelah prosedur medis.
Obat ini bekerja dengan cara mengurangi zat pemicu nyeri dan panas dalam tubuh, sehingga anak merasa lebih nyaman.
Bagaimana Cara Pemberiannya?
Obat ini bisa diberikan dalam beberapa bentuk, tergantung usia dan kondisi anak:
-
Tablet atau kapsul (diminum lewat mulut)
-
Larutan/cairan oral (sirup) untuk anak kecil
-
Cairan infus (IV) langsung ke pembuluh darah (biasanya di rumah sakit)
-
Suppositoria (dimasukkan ke anus) jika anak tidak bisa minum obat
Dosisnya akan disesuaikan berdasarkan usia dan berat badan anak.
Efek Samping yang Mungkin Terjadi
Obat ini umumnya aman jika digunakan sesuai dosis. Namun, pada penggunaan jangka panjang atau dosis berlebihan, bisa menimbulkan:
- Mual atau muntah
- Sakit perut
- Diare
- Gangguan hati (bila digunakan terlalu sering atau dalam dosis tinggi)
Perhatian Khusus untuk Orang Tua
-
Jangan melebihi dosis yang dianjurkan, terutama jika anak juga sedang mengonsumsi obat lain.
-
Hati-hati jika memberikan obat bebas (seperti obat flu), karena banyak yang juga mengandung parasetamol — bisa menyebabkan overdosis tanpa disadari.
-
Jika anak tampak lemas, tidak nafsu makan, atau matanya kuning, segera konsultasikan ke dokter karena bisa jadi ada masalah pada hati.
Tips untuk Keluarga
-
Selalu ikuti petunjuk dokter atau apoteker dalam memberikan obat ini.
-
Gunakan alat ukur yang tepat (sendok obat, spuit, atau cup) — jangan pakai sendok makan biasa.
-
Simpan obat di tempat yang tidak mudah dijangkau anak-anak lain.
-
Jika lupa memberi dosis, berikan segera saat ingat — kecuali sudah mendekati jadwal dosis berikutnya, maka lewati saja dosis yang terlewat.