Apa Itu CT Scan?
CT Scan (Computed Tomography), juga dikenal sebagai CAT scan, adalah pemeriksaan pencitraan yang menggunakan sinar-X dan komputer untuk menghasilkan gambar 3D yang sangat rinci dari bagian dalam tubuh.
CT scan membantu dokter melihat organ, tulang, pembuluh darah, dan jaringan lunak, terutama di bagian tubuh seperti kepala, dada, dan perut. Pemeriksaan ini sering digunakan dalam proses diagnosis, pemantauan, atau evaluasi hasil pengobatan kanker anak.
Kapan CT Scan Dibutuhkan?
Dokter mungkin merekomendasikan CT Scan untuk:
- Mendeteksi tumor atau benjolan
- Menentukan ukuran, lokasi, dan penyebaran kanker
- Melihat struktur tubuh seperti tulang, organ, dan pembuluh darah
- Mengetahui stadium kanker
- Memandu prosedur seperti biopsi
- Mendeteksi pembekuan darah, perdarahan, atau infeksi
Bagaimana Cara Kerja CT Scan?
CT scan dilakukan dengan mesin berbentuk seperti donat besar. Anak akan berbaring di atas meja yang perlahan masuk ke tengah mesin. Mesin akan berputar dan memindai tubuh anak dari berbagai sudut, sementara komputer menyusun gambar menjadi potongan melintang tubuh.
CT scan tidak menimbulkan rasa sakit, tetapi anak perlu berbaring diam selama 10–30 menit untuk mendapatkan hasil yang jelas.
Penggunaan Zat Kontras
Dalam beberapa kasus, dokter akan menggunakan zat kontras untuk memperjelas gambar. Kontras diberikan:
- Lewat infus (intravena)
- Diminum (tergantung area yang diperiksa)
Zat kontras membantu menunjukkan pembuluh darah, organ, atau massa lebih jelas. Efek samping kontras biasanya ringan, seperti:
- Rasa hangat, mual, atau rasa logam di mulu
- tReaksi alergi (sangat jarang)
CT Scan dengan Bius atau Sedasi
Karena anak harus benar-benar diam selama pemeriksaan:
- Sedasi (obat penenang) bisa diberikan agar anak tenang atau mengantuk
- Anestesi umum dapat digunakan agar anak tidur total jika diperlukan.
Pada anak yang memerlukan sedasi atau anestesi, diperlukan puasa 4-6 jam sebelumnya untuk menghindari muntah tiba-tiba
dan tersedak selama pembiusan. Anak yang akan menjalani CT scan dengan kontras akan menjalani pemeriksaan fungsi ginjal lebih dulu seperti serum kreatinin. Dokter akan menjelaskan manfaat, risiko, dan alternatif sebelum memberikan sedasi atau anestesi.
Persiapan Sebelum Pemeriksaan
Agar pemeriksaan berjalan lancar:
- Beri tahu anak bahwa mereka perlu berbaring diam
- Anak boleh membawa barang kesayangan (boneka, selimut) jika diizinkan
- Ikuti petunjuk tim medis, terutama jika anak akan mendapat zat kontras atau anestesi
❗ Informasikan kepada tim medis jika anak:
- Takut ruang sempit (klaustrofobia)
- Sulit diam atau memiliki kebutuhan khusus
- Sedang atau mungkin hamil (untuk anak remaja)
- Alergi terhadap kontras atau yodium
- Memiliki gangguan ginjal atau diabetes
Pakaian:
- Gunakan pakaian longgar dan nyaman
- Hindari pakaian atau aksesori logam:
- Ikat pinggang dengan gesper logam, kancing logam, aksesori rambut, resleting logam,
- Jam tangan, anting, kalung, gelang, cincin, dan perhiasan yang berbahan logam
- Kacamata (terutama untuk CT kepala)
Proses CT Scan
-
Anak berbaring di atas meja pemeriksaan
-
Meja akan masuk ke dalam mesin CT berbentuk donat
-
Teknolog radiologi akan memposisikan anak dengan bantalan atau sabuk agar tidak bergerak
-
Anak bisa diminta menahan napas sebentar
-
Anak akan mendengar suara seperti “klik”, “berputar”, atau “desingan”
Mesin tidak menyentuh tubuh anak, dan prosesnya tidak menyakitkan
Setelah Pemeriksaan
-
Jika tidak diberi sedasi, anak bisa langsung kembali beraktivitas
-
Jika diberi sedasi atau anestesi, anak akan dipantau sampai sadar sepenuhnya
-
Observasi kemungkinan adanya reaksi alergi akibat bahan kontras atau anestesi (gatal, bengkak, sesak, dan syok)
-
Anak dianjurkan minum air putih lebih banyak untuk membantu membuang sisa kontras
-
Hasil CT akan diperiksa oleh dokter radiologi dan dikirim ke dokter utama yang menangani anak
⚠️ Risiko dan Keamanan
Paparan Radiasi:
CT scan menggunakan radiasi lebih banyak dibanding Rontgen biasa. Namun, dokter akan memastikan bahwa:
- Dosis radiasi serendah mungkin
- Pemeriksaan dilakukan hanya jika benar-benar diperlukan
- Risiko lebih kecil dibandingkan manfaat yang diperoleh
Reaksi Terhadap Kontras:
Efek samping umumnya ringan:
- Mual, muntah, rasa hangat, pusing
- Reaksi alergi sangat jarang terjadi, tetapi tim medis siap menangani