Penyakit langka atau rare disease merupakan kondisi medis dengan pola tanda, gejala, dan temuan klinis spesifik yang memengaruhi kurang dari atau sama dengan 1 dari 2000 orang yang tinggal di wilayah mana pun yang masing-masing hanya dialami oleh sebagian kecil penduduk, meskipun batas jumlah pasien penderita penyakit “langka” dapat berbeda antarnegara.
Walaupun setiap penyakit hanya dialami oleh sedikit orang, penyakit langka secara keseluruhan merupakan persoalan kesehatan global karena memengaruhi pasien, keluarga, tenaga kesehatan, dan sistem pelayanan kesehatan.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa lebih dari 7.000 penyakit langka telah diketahui dan lebih dari 300 juta orang di seluruh dunia hidup dengan salah satu penyakit tersebut
Penyakit langka dapat memengaruhi berbagai bagian tubuh, termasuk darah, ginjal, sistem saraf, otot, mata, kulit, tulang, sistem kekebalan tubuh, serta proses tumbuh kembang.
Analisis terhadap basis data Orphanet menunjukkan bahwa sekitar 71,9% penyakit langka memiliki penyebab genetik. Analisis ini menunjukkan bahwa sekitar 69,9% penyakit langka hanya mulai muncul pada masa anak-anak.
Penyebab
-
Sebagian besar penyakit langka berhubungan dengan perubahan genetik. Pada beberapa kondisi, perubahan gen dapat muncul untuk pertama kalinya pada seorang anak atau pasien meskipun tidak terdapat riwayat penyakit serupa dalam keluarga.
-
Penyakit langka juga dapat disebabkan oleh gangguan sistem kekebalan tubuh, aktivitas sistem komplemen yang tidak terkendali, atau perubahan gen yang diperoleh pada sel tertentu selama hidup. Sistem komplemen merupakan bagian dari sistem pertahanan tubuh yang membantu melawan infeksi, tetapi aktivitasnya yang tidak terkendali dapat merusak sel dan jaringan tubuh pada penyakit tertentu.
-
Sebagian penyakit langka mempunyai penyebab yang kompleks atau belum sepenuhnya diketahui sehingga penelitian masih terus dilakukan untuk memahami mekanisme penyakit dan mengembangkan penanganannya.
Diagnosis yang Sering Terlambat
Gejala penyakit langka sering menyerupai penyakit yang lebih umum sehingga pasien dapat menerima diagnosis awal yang belum tepat. Satu penyakit langka juga dapat menimbulkan gejala yang berbeda antara satu pasien dan pasien lainnya. Sebagian penyakit menimbulkan gejala sejak lahir, sedangkan penyakit lain baru terlihat pada masa kanak-kanak, remaja, atau dewasa. Gejala penyakit langka dapat muncul secara bertahap, berubah dari waktu ke waktu, atau terjadi dalam bentuk serangan yang datang dan pergi.
Diagnosis yang tepat penting agar pasien dapat memperoleh penjelasan mengenai penyakitnya, pemeriksaan lanjutan, pemantauan organ, penanganan, rehabilitasi, serta dukungan yang sesuai.
Beberapa Contoh Penyakit Langka
1. Neurofibromatosis Tipe 1
Neurofibromatosis tipe 1 atau NF1 adalah penyakit genetik yang dapat memengaruhi kulit, saraf, mata, tulang, pembuluh darah, dan perkembangan kemampuan belajar. Tanda NF1 dapat berupa bercak kulit berwarna cokelat muda yang disebut café-au-lait, bintik-bintik di ketiak atau selangkangan, serta benjolan pada saraf yang disebut neurofibroma. Sebagian pasien juga dapat mengalami gangguan tulang, tekanan darah tinggi, tumor pada jalur saraf penglihatan, nyeri, atau kesulitan belajar dan berperilaku. Diagnosis NF1 terutama dilakukan berdasarkan kombinasi tanda klinis, sedangkan pemeriksaan genetik dapat digunakan pada keadaan tertentu untuk membantu memastikan diagnosis. Pasien NF1 memerlukan pemantauan berkala karena tanda dan komplikasinya dapat berubah atau bertambah seiring bertambahnya usia. Penanganan dapat melibatkan dokter anak, dokter saraf, dokter mata, dokter kulit, dokter ortopedi, dokter onkologi, serta tenaga kesehatan lain sesuai dengan bagian tubuh yang terdampak.
2. Neuromyelitis Optica Spectrum Disorder
Neuromyelitis optica spectrum disorder atau NMOSD adalah penyakit autoimun langka yang terutama menyerang saraf mata dan sumsum tulang belakang. NMOSD merupakan penyakit yang berbeda dari multiple sclerosis meskipun kedua kondisi tersebut dapat menimbulkan beberapa gejala yang menyerupai satu sama lain. Peradangan pada saraf mata dapat menyebabkan nyeri mata, penglihatan kabur, gangguan melihat warna, atau kehilangan penglihatan. Peradangan pada sumsum tulang belakang dapat menimbulkan kelemahan atau kelumpuhan, kebas, nyeri, spasme otot, serta gangguan buang air kecil atau buang air besar. Sebagian pasien juga dapat mengalami mual, muntah, atau cegukan yang menetap akibat peradangan pada bagian tertentu di batang otak. Diagnosis dilakukan dengan menilai gejala, pemeriksaan saraf, MRI, serta pemeriksaan antibodi aquaporin-4 imunoglobulin G atau AQP4-IgG dalam darah. Pengobatan diberikan untuk mengatasi serangan akut dan mencegah serangan berikutnya karena setiap serangan dapat meninggalkan gangguan saraf yang menetap.
3. Atypical Hemolytic Uremic Syndrome
Atypical hemolytic uremic syndrome atau aHUS adalah penyakit langka yang termasuk dalam kelompok mikroangiopati trombotik, yaitu kondisi ketika terbentuk gumpalan sangat kecil di pembuluh darah kecil. aHUS dapat menyebabkan kerusakan sel darah merah, penurunan jumlah trombosit, dan gangguan organ yang terutama mengenai ginjal.
Pada banyak pasien, aHUS berhubungan dengan aktivitas jalur komplemen yang tidak terkendali sehingga lapisan pembuluh darah mengalami kerusakan. Gejalanya dapat berupa kelelahan, pucat, mual, muntah, pembengkakan, tekanan darah tinggi, berkurangnya urine, urine berdarah, sesak napas, sakit kepala, atau kebingungan.
Diagnosis aHUS memerlukan pemeriksaan darah, fungsi ginjal, urine. pemeriksaan infeksi tertentu, dan pemeriksaan lain untuk menyingkirkan penyebab mikroangiopati trombotik yang berbeda.Pemeriksaan komplemen dan genetik dapat membantu mengetahui faktor yang mendasari penyakit, tetapi hasil pemeriksaan genetik yang normal tidak selalu menyingkirkan aHUS.
Penanganan dapat mencakup perawatan suportif, pengendalian tekanan darah, transfusi, dialisis, serta terapi penghambat komplemen pada pasien yang memenuhi indikasi medis.
4. Paroxysmal Nocturnal Hemoglobinuria
Paroxysmal nocturnal hemoglobinuria atau PNH adalah penyakit darah langka yang diperoleh selama hidup akibat perubahan gen pada sebagian sel pembentuk darah. Perubahan tersebut menyebabkan sel darah kehilangan protein pelindung tertentu sehingga sel darah merah lebih mudah dirusak oleh sistem komplemen di dalam pembuluh darah. PNH bukan penyakit menular dan perubahan gen penyebabnya pada umumnya tidak diwariskan langsung dari orang tua kepada anak.
Gejalanya dapat berupa kelelahan berat, anemia, sesak napas, nyeri perut, sulit menelan, urine berwarna gelap, gangguan ginjal, atau terbentuknya gumpalan darah. Tidak semua pasien PNH mengalami urine gelap sehingga ketiadaan gejala tersebut tidak dapat digunakan untuk menyingkirkan penyakit ini.
Pemeriksaan utama untuk memastikan PNH adalah flow cytometry yang mendeteksi sel darah dengan kekurangan protein terkait jangkar glikosilfosfatidilinositol atau GPI.
Penanganan dapat meliputi pemantauan berkala, transfusi dan suplementasi sesuai kebutuhan, pencegahan atau pengobatan trombosis, terapi penghambat komplemen, serta transplantasi sel punca pada pasien yang sangat terpilih.
5. Myasthenia Gravis
Myasthenia gravis atau MG adalah penyakit autoimun kronis yang mengganggu komunikasi antara saraf dan otot pada sambungan neuromuskular. Gangguan tersebut menyebabkan otot rangka menjadi lemah dan mudah lelah, terutama setelah digunakan berulang kali. Kelemahan otot pada MG biasanya memburuk setelah beraktivitas dan dapat membaik setelah beristirahat.
Gejalanya dapat berupa kelopak mata turun, penglihatan ganda, ekspresi wajah berkurang, suara menjadi pelo atau sengau, serta kesulitan mengunyah atau menelan.
Sebagian pasien mengalami kelemahan pada leher, lengan, atau tungkai sehingga mengalami kesulitan mengangkat benda, menaiki tangga, bangun dari kursi, atau berjalan jauh.
Kelemahan berat pada otot pernapasan dapat menyebabkan krisis miastenik yang merupakan keadaan darurat medis. Diagnosis dapat mencakup pemeriksaan antibodi, stimulasi saraf berulang, elektromiografi, serta CT scan atau MRI dada untuk menilai kelenjar timus.
Penanganan MG dapat meliputi obat untuk memperbaiki komunikasi saraf dan otot, obat yang mengendalikan sistem imun, imunoglobulin intravena, pertukaran plasma, terapi biologis, atau operasi kelenjar timus sesuai kondisi pasien.
Kapan Harus Segera ke Fasilitas Kesehatan?
Segera cari pertolongan medis apabila mengalami gejala berikut ini :
-
sesak napas, nyeri dada, napas semakin lemah, atau kesulitan menelan yang memburuk dengan cepat
-
kehilangan penglihatan secara mendadak, kelemahan atau kelumpuhan anggota tubuh,
-
gangguan buang air kecil yang muncul bersama gejala saraf
-
pembengkakan tubuh,
-
tekanan darah sangat tinggi
-
kejang, penurunan kesadaran, kebingungan berat
Gejala-gejala tersebut tidak selalu menunjukkan penyakit langka, tetapi dapat menandakan keadaan serius yang tidak boleh ditunda pemeriksaannya.
Diagnosis
Tidak terdapat satu pemeriksaan yang dapat digunakan untuk mendiagnosis seluruh penyakit langka.Dokter akan menilai jenis keluhan, usia saat gejala pertama muncul, pola perkembangan penyakit, hasil pemeriksaan fisik, serta riwayat kesehatan pasien dan keluarga.
Pemeriksaan lanjutan dapat berupa pemeriksaan darah, urine, antibodi, fungsi organ, MRI, CT scan, pemeriksaan saraf dan otot, flow cytometry, atau pemeriksaan genetik.
Pemeriksaan genetik tidak selalu diperlukan pada setiap penyakit langka karena sebagian penyakit disebabkan oleh gangguan autoimun atau perubahan gen yang hanya terjadi pada kelompok sel tertentu. Pasien dapat dirujuk kepada dokter spesialis atau tim multidisiplin apabila gejalanya melibatkan beberapa organ atau memerlukan pemeriksaan khusus.
Apakah Penyakit Langka Dapat Diobati?
Pilihan pengobatan berbeda pada setiap penyakit langka dan harus disesuaikan dengan penyebab penyakit, organ yang terdampak, tingkat keparahan, usia, serta kondisi kesehatan pasien. Sebagian penyakit langka belum dapat disembuhkan sepenuhnya, tetapi penanganan tetap dapat membantu mengendalikan gejala, menjaga fungsi organ, mencegah komplikasi, dan meningkatkan kualitas hidup. Penanganan dapat berupa obat-obatan, operasi, transfusi, dialisis, rehabilitasi, terapi untuk mengatur sistem imun, terapi penghambat komplemen, dukungan nutrisi, serta dukungan pendidikan dan psikologis.
Beberapa penyakit langka telah memiliki terapi yang menargetkan mekanisme penyakit secara lebih khusus, tetapi manfaat, risiko, dan kelayakannya harus dinilai oleh dokter untuk setiap pasien.
Pasien tidak dianjurkan menghentikan, mengganti, atau menambahkan obat tanpa berkonsultasi dengan dokter yang merawat.
Apa yang Dapat Dilakukan Pasien dan Keluarga?
Pasien dan keluarga dapat mencatat jenis gejala, waktu kemunculannya, faktor yang memperberat atau meringankan keluhan, serta perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu. Daftar obat yang sedang atau pernah dikonsumsi dan hasil pemeriksaan sebelumnya sebaiknya dibawa ketika berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Riwayat anggota keluarga yang mengalami gejala serupa, gangguan tumbuh kembang, tumor tertentu, atau kematian pada usia muda juga perlu disampaikan kepada dokter. Keluhan yang berulang, semakin berat, melibatkan beberapa bagian tubuh, atau tidak membaik dengan pengobatan sebaiknya diperiksakan kembali.
Dukungan keluarga, sekolah, tempat kerja, tenaga kesehatan, dan lingkungan sekitar dapat membantu pasien menjalani perawatan serta mempertahankan aktivitas dan kualitas hidupnya.