Apa itu Terapi Radioterapi?
Radioterapi atau yang sering dikenal dengan terapi radiasi adalah salah satu metode pengobatan kanker menggunakan sinar berenergi tinggi (seperti sinar-X atau partikel lain) untuk membunuh atau menghentikan pertumbuhan sel kanker.
Radiasi bekerja dengan merusak materi genetik (DNA) sel kanker, sehingga sel tersebut tidak bisa berkembang biak dan akhirnya mati. Radiasi dapat digunakan untuk:
- Mengobati kanker hingga sembuh.
- Mengecilkan tumor sebelum operasi.
- Membunuh sisa sel kanker setelah operasi.
- Mengurangi gejala seperti nyeri kanker atau perdarahan tumor (radiasi paliatif)
Kapan Radioterapi diberikan pada Anak?
-
Tumor otak
-
Tumor padat (rhabdomyosarcoma, neuroblastoma tertentu, sarkoma lainnya)
-
Kanker yang menyebar di daerah tertentu yang sulit dihilangkan dengan kemoterapi saja
Radioterapi tidak diberikan pada semua jenis kanker anak.
Apa saja yang terjadi selama proses Radioterapi ?
Sebelum Terapi Dimulai
Sebelum memulai terapi radioterapi, orang tua dan anak akan berkonsultasi dengan dokter spesialis onkologi radiasi. Dalam sesi ini, dokter akan menjelaskan:
- Tujuan dari terapi radiasi untuk kondisi anak
- Berapa kali dan berapa lama terapi perlu dilakukan
- Persiapan khusus sebelum terapi dimulai
- Efek samping yang mungkin muncul dan cara mengelolanya
- Radiasi daerah kepala pada anak dibawah usia 3 tahun sebaiknya dihindarkan
- CT simulasi/ perencanaan radiasi untuk menentukan lokasi tepat tumor, area yang harus disinar dan area sehat yang harus dilindungi. Hal ini dilakukan karena sinar radiasi juga bisa mengenai sel sehat di sekitar tumor. Proses ini sering dikenal juga dengan istilah pembuatan topeng radiasi.
Selama Proses Radioterapi
- Petugas radioterapi akan mengantar anak ke ruang terapi. Orangtua dapat mendampingi.
- Anak akan berbaring di atas meja terapi
- Posisi tubuh anak dikondisikan sesuai perencanaan radiasi.
- Radiasi biasanya berlangsung selama 5-20 menit.
- Setelah siap, orangtua dan petugas akan meninggalkan ruangan
- Anak tetap dipantau dari luar dengan kamera.
- Orangtua bisa melihat dan bicara dengan anak melalui interkom.
- Anak bisa mendengarkan musik atau cerita favorit dari ponsel yang dihubungkan ke sistem suara.
Setelah Radioterapi
- Anak tidak menjadi “radioaktif” setelah terapi sehingga aman bila bertemu dengan orangtua
- Efek samping bisa muncul, biasanya tergantung bagian tubuh yang diradiasi. Contohnya:
- Kulit kemerahan atau seperti terbakar matahari
- Kelelahan
- Nafsu makan menurun
- Rambut rontok di area yang diradiasi
- Mual
- Nyeri menelan jika leher yang disinar
Semua efek ini akan dimonitor oleh tim medis dan umumnya bersifat sementara. Dokter akan menjadwalkan konsultasi rutin untuk memantau kondisi anak selama terapi berlangsung.
⚠️Catatan Penting untuk Orang Tua
-
Jangan khawatir jika anak merasa takut—ini normal. Tim medis, termasuk petugas psikososial, akan membantu anak merasa aman.
-
Anda bisa menyiapkan anak sebelum terapi dengan cerita, mainan kesayangan, atau lagu favoritnya.
-
Pastikan anak cukup istirahat, makan bergizi, dan minum cukup air selama periode terapi.