Pengobatan kanker anak adalah serangkaian tindakan medis yang diberikan untuk menghancurkan sel-sel kanker dalam tubuh anak. Tujuannya adalah membantu anak sembuh dan bisa kembali hidup sehat.
Bagaimana cara kanker diobati?
Pengobatan kanker pada anak tidak hanya satu jenis. Setiap anak dapat menerima satu atau kombinasi beberapa terapi, tergantung pada jenis kanker, stadium atau tingkat penyebaran, kondisi umum anak, serta rencana terapi dari tim dokter.
Secara umum, terdapat lima kelompok utama terapi kanker pada anak.
-
Kemoterapi
Kemoterapi adalah pemberian obat untuk membunuh atau menghambat pertumbuhan sel kanker di seluruh tubuh. Obat dapat diberikan melalui infus, suntikan, diminum, atau pada jenis kanker tertentu disuntikkan ke cairan tulang belakang. Hampir semua kanker anak memerlukan kemoterapi sebagai bagian utama terapi. Tujuannya adalah menghancurkan sel kanker, mengecilkan tumor, serta mencegah penyebaran atau kekambuhan.
-
Radioterapi
Radioterapi menggunakan sinar berenergi tinggi untuk membunuh atau mengecilkan sel kanker di area tertentu. Terapi ini bertujuan mengecilkan tumor, mengontrol kanker di lokasi tertentu, serta mencegah kekambuhan lokal. Pada anak, penggunaannya direncanakan dengan sangat hati-hati karena radiasi dapat memengaruhi tumbuh kembang, fungsi hormon (endokrin), dan fungsi organ. Oleh karena itu, dosis dan area penyinaran dibatasi seminimal mungkin.
-
Operasi/Pembedahan
Operasi merupakan tindakan bedah untuk mengangkat tumor atau jaringan yang terkena kanker. Tindakan ini biasanya dilakukan pada tumor padat seperti tumor otak, ginjal, tulang, atau jaringan lunak. Tujuannya adalah mengangkat tumor sebanyak mungkin sehingga peluang kesembuhan lebih besar dan terapi lain seperti kemoterapi atau radioterapi dapat bekerja lebih efektif.
-
Terapi Target dan/atau Imunoterapi (termasuk sel CAR-T)
Terapi Target:
Obat yang dirancang untuk menyerang target spesifik pada sel kanker, seperti mutasi gen atau protein tertentu. Terapi ini bekerja lebih terarah sehingga diharapkan mengurangi kerusakan pada jaringan sehat. Tujuannya adalah menghambat pertumbuhan kanker secara lebih spesifik dengan efek samping yang lebih minimal pada sel sehat.
-
Imunoterapi
Terapi yang membantu atau menguatkan sistem kekebalan tubuh anak agar dapat mengenali dan menghancurkan sel kanker. Tujuannya adalah membantu tubuh anak melawan kanker dengan memanfaatkan sistem kekebalannya sendiri.
-
CAR-T Cell
Bentuk khusus imunoterapi di mana sel imun anak diambil, dimodifikasi di laboratorium agar lebih kuat melawan kanker, lalu dimasukkan kembali ke dalam tubuh. Tujuannya adalah meningkatkan kemampuan sel imun agar lebih efektif menghancurkan sel kanker, terutama pada kasus yang sulit diobati atau kambuh.
-
Transplantasi sumsum tulang (Stem cell/bone marrow transplant)
Transplantasi sumsum tulang adalah prosedur untuk mengganti sel sumsum yang rusak dengan sel sehat, baik yang berasal dari pasien sendiri (autologous) maupun dari donor (allogeneic). Tindakan ini bertujuan mengembalikan produksi sel darah yang normal, memungkinkan pemberian kemoterapi dosis tinggi, serta membantu mengatasi kanker yang agresif atau kambuh.
|
Jenis Terapi |
Penjelasan Singkat |
Tujuan |
|---|---|---|
|
Kemoterapi |
Pemberian obat untuk membunuh atau menghambat pertumbuhan sel kanker di seluruh tubuh. Obat dapat diberikan melalui infus, suntikan, diminum, atau pada kondisi tertentu disuntikkan ke cairan tulang belakang. |
Menghancurkan sel kanker, mengecilkan tumor, serta mencegah penyebaran atau kekambuhan. |
|
Radioterapi |
Pengobatan dengan sinar berenergi tinggi yang diarahkan ke bagian tubuh tertentu yang terdapat kanker. Pada anak dilakukan dengan perencanaan yang sangat hati-hati agar tidak mengganggu tumbuh kembang. |
Mengecilkan tumor dan mengendalikan kanker di lokasi tertentu dengan tetap menjaga keselamatan pertumbuhan anak. |
|
Operasi (Pembedahan) |
Tindakan bedah untuk mengangkat tumor atau jaringan yang terkena kanker, terutama pada tumor padat seperti di otak, ginjal, tulang, atau jaringan lunak. |
Mengangkat tumor sebanyak mungkin agar peluang kesembuhan lebih besar dan terapi lain dapat bekerja lebih efektif. |
|
Terapi Target |
Obat yang dirancang untuk menyerang bagian atau perubahan tertentu pada sel kanker, seperti mutasi gen atau protein tertentu, sehingga kerjanya lebih terarah. |
Menghambat pertumbuhan kanker secara lebih spesifik dengan efek samping yang lebih minimal pada sel sehat. |
|
Imunoterapi |
Terapi yang membantu atau memperkuat sistem kekebalan tubuh anak agar dapat mengenali dan menghancurkan sel kanker. |
Membantu tubuh anak melawan kanker dengan memanfaatkan sistem kekebalannya sendiri. |
|
CAR-T Cell |
Bentuk khusus imunoterapi di mana sel imun anak diambil, dimodifikasi di laboratorium agar lebih kuat melawan kanker, lalu dimasukkan kembali ke dalam tubuh. |
Meningkatkan kemampuan sel imun agar lebih efektif menghancurkan sel kanker, terutama pada kasus yang sulit diobati atau kambuh. |
|
Transplantasi Sumsum Tulang |
Prosedur untuk mengganti sel sumsum tulang yang rusak dengan sel sehat, baik dari pasien sendiri maupun dari donor. |
Mengembalikan produksi sel darah yang normal, memungkinkan terapi dosis tinggi, dan membantu mengatasi kanker yang agresif atau kambuh. |
Apa Itu Rencana Perawatan (Treatment Plan)?
Setiap anak akan mendapatkan treatment plan, yaitu rencana pengobatan yang dibuat khusus oleh tim dokter.
Walaupun jenis kankernya sama, rencana tiap anak bisa berbeda. Ada anak yang cukup dengan satu jenis terapi, ada yang perlu kombinasi.
Dokter akan menentukan rencana berdasarkan:
-
Jenis kanker yang dialami anak
-
Lokasi kanker (organ asal, kanker primer)
-
Ukuran kanker dan seberapa jauh pertumbuhannya (stadium)
-
Apakah kanker sudah menyebar ke bagian tubuh lain (metastasis)
-
Sifat khusus dari sel kanker (misalnya hasil pemeriksaan laboratorium tertentu)
-
Kondisi umum anak, usia, dan riwayat kesehatan lain
-
Pilihan pengobatan yang tersedia, termasuk jika ada uji klinis yang sesuai
Siapa yang menyusun rencana pengobatan?
Perawatan kanker anak tidak dilakukan oleh satu orang dokter saja, tetapi oleh tim medis yang bekerja bersama. Setiap tenaga kesehatan punya peran penting untuk membantu anak mendapatkan pengobatan terbaik dan menjaga kesehatannya selama proses pengobatan.
Berikut beberapa tenaga kesehatan yang biasanya terlibat dalam perawatan anak dengan kanker:
-
Dokter spesialis kanker anak (onkologi anak)
Dokter utama yang mengatur dan memantau pengobatan, seperti kemoterapi atau terapi lain yang dibutuhkan.
-
Dokter bedah
Menangani tindakan operasi, misalnya untuk mengambil sampel jaringan (biopsi) atau mengangkat tumor.
-
Dokter radioterapi
Memberikan terapi radiasi bila diperlukan.
-
Dokter radiologi
Membantu menegakkan diagnosis melalui pemeriksaan pencitraan (seperti USG, CT scan, atau MRI),
-
Dokter patologi (klinik dan anatomi)
Memeriksa darah dan jaringan di laboratorium untuk memastikan jenis kanker dan melihat hasil pengobatan.
-
Perawat onkologi atau koordinator perawatan kanker
Menemani anak dan keluarga selama pengobatan, memberikan obat dan kemoterapi, serta membantu menjelaskan apa yang akan dilakukan. Mereka juga menjadi penghubung antara keluarga dan tim dokter.
-
Ahli gizi
Membantu menjaga asupan makanan agar anak tetap kuat dan nutrisinya terpenuhi selama menjalani pengobatan.
-
Psikolog dan pekerja sosial medis
Memberikan dukungan emosional untuk anak dan keluarga, membantu menghadapi stres, serta menghubungkan dengan layanan bantuan jika diperlukan.
-
Dokter umum (GP)
Biasanya akan tetap terlibat, terutama setelah pengobatan selesai, untuk memantau kesehatan anak secara menyeluruh.
-
Fisioterapis atau terapis okupasi
Membantu anak beradaptasi kembali dengan aktivitas sehari-hari, misalnya bila ada perubahan kemampuan gerak setelah pengobatan atau operasi.
Semua tenaga kesehatan ini bekerja bersama dalam tim yang disebut “tim multidisiplin” (multidisciplinary team). Mereka akan berdiskusi secara berkala untuk menentukan rencana pengobatan yang paling tepat dan aman bagi setiap anak.
Tahapan dalam Rencana Perawatan
-
Tahap Diagnosis
Pemeriksaan lengkap untuk mengetahui jenis kanker, stadium, dan kondisi umum anak.
-
Tahap Pengobatan Utama
Bisa berupa kemoterapi, operasi, atau radioterapi, tergantung jenis dan stadium kanker. Seringkali kombinasi beberapa metode pengobatan..
-
Tahap Perawatan Lanjutan (Maintenance)
Setelah kanker utama diatasi, anak tetap perlu obat/terapi lanjutan agar sel kanker tidak muncul kembali.
-
Tahap Pemantauan
Anak akan rutin diperiksa (kontrol) untuk memantau efek samping pengobatan, kondisi kesehatan (pertumbuhan dan perkembangan anak), dan kemungkinan kekambuhan.
Apakah kepatuhan pengobatan sangat penting ?
Untuk benar-benar membunuh semua sel kanker, pengobatan harus dijalankan sesuai jadwal hingga selesai.
Pada awal pengobatan, kondisi anak bisa terlihat lebih lemah atau sakit dari sebelumnya. Ini adalah reaksi yang wajar karena kemoterapi mulai bekerja melawan sel kanker. Meski terasa berat, ini adalah masa paling penting dan anak akan mulai membaik setelah melewati fase awal ini.
Setelah kemoterapi, anak bisa merasa tidak enak badan untuk beberapa waktu. Ini hal yang normal. Tetap lanjutkan pengobatan sesuai anjuran dokter.
Walaupun anak terlihat sudah sehat setelah beberapa waktu, bukan berarti semua sel kanker sudah hilang. Masih ada kemungkinan sel kanker tersisa di tubuh. Karena itu, pengobatan harus tetap dilanjutkan sampai tuntas.
Jika anak membawa pulang obat, satu orang dewasa harus bertanggung jawab penuh untuk memberi obat secara teratur agar tidak ada dosis yang terlewat.
⚠️ Menghentikan pengobatan terlalu cepat — baik karena anak terlihat memburuk atau sudah tampak sembuh — bisa menyebabkan kanker kambuh. Pengobatan ulang akan jauh lebih sulit, lebih berat, dan harapan sembuh akan lebih kecil.
Karena itu, selesaikan seluruh rangkaian pengobatan. Ini adalah peluang terbaik anak untuk sembuh sepenuhnya.