Transfusi Darah


Transfusi Darah

Apa Itu transfusi darah ?

Transfusi darah adalah prosedur medis untuk memberikan darah atau komponen darah kepada anak melalui pembuluh darah (infus). Prosedur ini dilakukan ketika tubuh anak tidak dapat memproduksi sel darah yang cukup atau ketika anak membutuhkan darah tambahan untuk membantu proses pengobatan.

Darah diproduksi di sumsum tulang, yaitu jaringan lunak yang berada di bagian tengah tulang. Pada beberapa penyakit dan pengobatan tertentu, produksi sel darah dapat terganggu sehingga diperlukan transfusi darah.

 

Mengapa anak membutuhkan transfusi darah?

Anak mungkin memerlukan transfusi darah jika mengalami kondisi berikut:

  • Kanker darah, seperti leukemia dan limfoma
  • Gangguan darah, misalnya anemia, gangguan pembekuan darah, atau penyakit sel darah
  • Efek samping kemoterapi
  • Radioterapi
  • Transplantasi sel punca (sumsum tulang)
  • Setelah operasi
  • Kondisi medis lain yang menyebabkan perdarahan atau penurunan sel darah

Sebagian anak membutuhkan transfusi berulang selama masa pengobatan. 

 

Komponen darah yang dapat ditransfusikan

Darah terdiri dari beberapa bagian. Dalam transfusi, anak biasanya hanya menerima komponen darah yang dibutuhkan, bukan darah utuh.

Sel Darah Merah
Sel darah merah mengandung hemoglobin, yang berfungsi membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh.
Transfusi ini diberikan bila anak mengalami anemia atau kadar hemoglobin rendah.

Trombosit
Trombosit membantu proses pembekuan darah dan mencegah perdarahan. Transfusi trombosit diberikan bila jumlah trombosit anak rendah (trombositopenia) atau ada risiko perdarahan.

Sel Darah Putih (Granulosit)
Sel darah putih membantu melawan infeksi. Transfusi ini jarang dilakukan, biasanya hanya pada infeksi berat yang tidak membaik dengan antibiotik.

Plasma
Plasma adalah bagian cair dari darah yang mengandung protein dan faktor pembekuan darah.
Plasma diberikan bila anak mengalami gangguan pembekuan darah atau perdarahan berat.

Transfusi sel darah merah dan trombosit adalah yang paling sering dilakukan pada anak.

 

Pemeriksaan sebelum transfusi darah

Sebelum transfusi, anak akan menjalani pemeriksaan darah untuk memastikan transfusi aman dan sesuai.

  • Golongan darah
    Menentukan golongan darah (A, B, AB, O) dan faktor Rh (+/–) agar darah donor cocok dengan anak.

  • Pemeriksaan antibodi (type and screen)
    Untuk mendeteksi antibodi yang dapat bereaksi dengan darah donor. Hasil pemeriksaan ini berlaku selama 3 hari.

  • Verifikasi ABO
    Pada transfusi pertama, pemeriksaan golongan darah dilakukan dua kali untuk mencegah kesalahan.

 

⚠️ Bagaimana Prosedurnya ?

Transfusi darah biasanya dilakukan di rumah sakit, seperti di ruang rawat inap atau ruang infus.
Saat transfusi:

  1. Perawat akan memeriksa tekanan darah, denyut nadi, dan suhu tubuh anak
  2. Produk darah diperiksa kembali untuk memastikan kesesuaian
  3. Darah diberikan melalui infus atau central line (jika anak memilikinya)
  4. Aliran darah diatur menggunakan pompa infus
  5. Anak akan dipantau ketat selama dan setelah transfusi
  6. Tanda-tanda vital diperiksa kembali secara berkala

Durasi transfusi berbeda-beda, tergantung jenis darah, jumlah yang diberikan, dan berat badan anak.

 

Apakah transfusi darah aman?

Transfusi darah umumnya aman. Donor darah diseleksi secara ketat dan darah yang didonorkan diperiksa untuk mencegah penularan penyakit.

Efek samping biasanya ringan dan sementara, seperti demam ringan atau ruam kulit. Reaksi berat sangat jarang terjadi.

 

Reaksi transfusi darah yang perlu diwaspadai

Segera laporkan kepada tenaga kesehatan jika anak mengalami:
Dalam 24 jam setelah transfusi:

  • Demam atau menggigil
  • Ruam, gatal, atau bentol pada kulit
  • Sesak napas
  • Mual atau muntah
  • Pusing atau terasa ingin pingsan

Hingga 2 minggu setelah transfusi:

  • Demam baru
  • Urin berwarna merah atau cokelat
  • Jumlah urin berkurang
  • Lemas berlebihan
  • Mata atau kulit tampak kuning
  • Mudah memar atau perdarahan

 

Keamanan produk darah

Untuk menjaga keamanan:

  • Donor darah melalui skrining kesehatan
  • Darah diperiksa untuk berbagai penyakit infeksi
  • Golongan darah dan kecocokan diperiksa dengan teliti
  • Darah yang tidak memenuhi standar tidak digunakan

Jika orang tua memiliki pertanyaan atau kekhawatiran, jangan ragu untuk berdiskusi dengan tim medis.

""Transfusi darah pada anak dengan kanker adalah tetesan energi yang menyambung harapan dan kekuatan mereka untuk terus berjuang." "
Apa Kata Ahlinya
Dr. dr. Olga Rasiyanti Siregar., Sp.A(K)
Dr. dr. Olga Rasiyanti Siregar., Sp.A(K)

"Transfusi darah pada anak dengan kanker adalah tetesan energi yang menyambung harapan dan kekuatan mereka untuk terus berjuang."

Kalender

Artikel Terkait