TOPIK KESEHATAN
Kanker Ginjal
Pengertian
Tumor Wilms atau nefroblastoma adalah jenis kanker ginjal yang paling sering terjadi pada anak-anak, terutama pada usia di bawah 5 tahun. Penyakit ini jarang ditemukan pada anak yang berusia di atas 10 tahun.
Biasanya, tumor hanya menyerang satu ginjal, tetapi pada sebagian kecil kasus (sekitar 5–10%), kedua ginjal dapat terkena.
Sebelum memahami lebih jauh, penting untuk mengetahui peran ginjal dalam tubuh.
Ginjal adalah dua organ berbentuk seperti kacang yang terletak di kedua sisi tulang belakang, sedikit di atas pinggang. Fungsinya sangat penting, yaitu menyaring limbah dan kelebihan cairan dari darah untuk dibuang sebagai urin, serta membantu mengatur tekanan darah, membentuk sel darah merah, dan menjaga keseimbangan elektrolit.
Tumor Wilms terjadi ketika sel-sel ginjal tumbuh tidak normal dan berkembang tanpa kendali, membentuk benjolan (tumor) di dalam ginjal. Perubahan ini biasanya sudah mulai sejak anak masih dalam kandungan, tetapi baru tampak atau terdeteksi saat anak mulai tumbuh lebih besar.
Penyebab
Dalam sebagian besar kasus, penyebab pasti Tumor Wilms belum diketahui. Para ahli meyakini bahwa tumor ini terjadi karena adanya perubahan (mutasi) genetik pada sel ginjal saat anak masih berada dalam kandungan. Mutasi ini menyebabkan sel ginjal yang seharusnya berhenti berkembang justru terus tumbuh secara tidak terkendali, membentuk tumor.
Namun demikian, hanya sekitar 1–2% kasus Tumor Wilms yang diketahui berkaitan dengan faktor keturunan. Pada kasus ini, anak dapat mewarisi mutasi gen tertentu dari orang tua mereka.
Gejala
Gejala Tumor Wilms sering kali muncul ketika tumor sudah cukup besar, namun beberapa anak tidak menunjukkan gejala hingga tumor ditemukan secara tidak sengaja saat pemeriksaan fisik rutin.
Gejala utama dan paling umum:
- Benjolan keras, padat, atau kenyal di perut (biasanya tidak nyeri)
- Pembesaran perut yang dapat dirasakan di satu sisi (kanan atau kiri)
- Darah dalam urin (hematuria)
- Tekanan darah tinggi (hipertensi)
- Buang air kecil berdarah (hematuria)
- Tekanan darah tinggi (hipertensi)
Gejala tambahan lainnya yang mungkin menyertai:
- Demam
- Mual dan muntah
- Hilang nafsu makan
- Berat badan menurun
- Sembelit
- Sesak napas (jika tumor menekan diafragma atau terjadi metastasis ke paru)
- Anemia (karena perdarahan atau dampak sistemik kanker)
Pada beberapa anak, Tumor Wilms juga bisa muncul bersamaan dengan kelainan bawaan, antara lain:
- Aniridia (ketiadaan iris mata)
- Hemihipertrofi (salah satu sisi tubuh lebih besar dari yang lain)
- Kelainan saluran kemih atau genitalia
- Retardasi mental – sering ditemukan pada anak dengan sindrom WAGR (Wilms tumor, Aniridia, Genitourinary anomalies, and intellectual disability)
Diagnosis
Untuk menegakkan diagnosis Tumor Wilms dan menentukan tingkat penyebarannya, dilakukan serangkaian pemeriksaan berikut:
-
Biopsi
Diambil sampel jaringan tumor untuk dianalisis di laboratorium patologi anatomi guna memastikan diagnosis Tumor Wilms. Namun, pada beberapa kasus, biopsi dapat ditunda sampai operasi pengangkatan tumor, tergantung pada stadium dan protokol pengobatan yang diikuti. -
Rontgen, USG, CT-scan, atau MRI
Digunakan untuk melihat ukuran tumor, lokasi, serta apakah kanker telah menyebar ke organ lain seperti paru-paru atau hati. -
Pemeriksaan darah lengkap dan kimia darah
Bertujuan untuk mengevaluasi kondisi umum anak dan fungsi organ vital seperti ginjal, hati, dan kadar elektrolit. -
Pemeriksaan urine
Digunakan untuk menilai fungsi ginjal. Pada beberapa kasus Tumor Wilms, urine dapat mengandung darah (hematuria).
Pengobatan
Pengobatan Tumor Wilms biasanya melibatkan kombinasi pembedahan, kemoterapi, dan dalam kasus tertentu, radioterapi. Pemilihan jenis pengobatan tergantung pada stadium kanker dan kondisi umum anak.
1. Pembedahan
Pembedahan adalah metode utama untuk mengangkat tumor dan dilakukan pada sebagian besar pasien. Tindakan ini dapat berupa:
-
Nefrektomi parsial: hanya tumor yang diangkat, ginjal tetap dipertahankan.
-
Nefrektomi total: seluruh ginjal yang terkena kanker diangkat, terutama jika ukuran tumor besar atau menyebar di ginjal.
2. Kemoterapi
Kemoterapi diberikan:
- Sebelum operasi untuk mengecilkan tumor.
- Setelah operasi untuk membunuh sisa sel kanker dan mencegah kekambuhan.
Obat diberikan melalui infus (IV) dengan jadwal tertentu selama beberapa minggu.
3. Radioterapi
Radioterapi digunakan secara selektif, terutama pada:
- Tumor yang sangat besar
- Tumor yang pecah saat operasi
- Tumor yang telah menyebar ke organ lain
Radiasi bertujuan membunuh atau memperlambat pertumbuhan sel kanker yang tidak dapat diangkat melalui pembedahan.









