TOPIK KESEHATAN
Limfoma Anaplastik Sel Besar
Pengertian
Limfoma Anaplastik Sel Besar (Anaplastic Large Cell Lymphoma / ALCL) adalah salah satu jenis kanker kelenjar getah bening. Penyakit ini termasuk kelompok limfoma non-Hodgkin dan menyerang sel T, yaitu bagian dari sel darah putih yang berperan dalam melawan infeksi. Karena sel T beredar melalui pembuluh getah bening ke seluruh tubuh, ALCL dapat muncul di berbagai bagian tubuh, seperti kelenjar getah bening, tulang, kulit, paru, otot, dan perut. Dalam kasus yang jarang, penyakit ini juga dapat mengenai sumsum tulang atau sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang).
Kanker ini menyumbang sekitar 10% kasus limfoma non-Hodgkin pada anak.
Faktor risiko
Penyebab pasti ALCL pada anak belum diketahui, tetapi beberapa kondisi dapat meningkatkan risiko, antara lain:
- Sistem imun lemah
- Infeksi virus tertentu, seperti virus Epstein–Barr (EBV) atau HIV
- Kelainan genetik seperti ataxia-telangiectasia
- Lebih sering terjadi pada anak laki-laki dibanding perempuan
- Lebih banyak ditemukan pada anak ras Kaukasia dibandingkan pada anak ras Afrika.
Gejala
Gejala tergantung pada lokasi tumor namun secara umum dapat berupa:
- Pembengkakan kelenjar getah bening (leher, ketiak, lipat paha)
- Demam, keringat malam
- Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas
- Cepat lelah
- Batuk atau sesak napas bila tumor berada di dada
- Perut tampak membesar atau terasa nyeri
- Mual, muntah, kurang nafsu makan
- Kulit pucat.
- Nyeri tulang
- Ruam atau benjolan merah di kulit
- Luka/borok di kulit yang tidak kunjung sembuh
Jika gejala-gejala ini muncul dan berlangsung lama, sebaiknya dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Diagnosis
Untuk memastikan ALCL, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan:
- Pemeriksaan fisis
Pemeriksaan pembesaran kelenjar getah bening, pernapasan, perut, dan tanda klinis lainnya.
-
Biopsi (pemeriksaan paling penting)
Sebagian kecil jaringan dari benjolan akan diambil dan diperiksa di laboratorium untuk memastikan jenis penyakitnya.
-
Pemeriksaan darah
Meliputi tes darah lengkap, pemeriksaan fungsi organ melalui kimia darah, kadar zat tertentu (LDH), serta tes untuk mendeteksi infeksi HIV atau EBV
-
Pencitraan
Seperti USG, rontgen, CT-scan atau PET-scan untuk mengetahui lokasi dan penyebaran penyakit. -
Pemeriksaan tambahan (jika diperlukan)
-
- Aspirasi dan/atau biopsi sumsum tulang untuk melihat penyebaran ke sumsum tulang.
- Pungsi lumbal untuk melihat penyebaran ke otak atau saraf tulang belakang.
Dokter juga akan menentukan stadium atau tingkat penyebaran penyakit untuk merencanakan pengobatan yang paling sesuai.
Pengobatan
Pengobatan yang diberikan tergantung pada jenis ALCL (ALK-positif atau ALK-negatif), tingkat penyebaran penyakit, serta kondisi umum anak. Terapi yang dapat diberikan meliputi:
- Kemoterapi
Pengobatan utama untuk ALCL. Obat-obatan diberikan dalam beberapa siklus selama 3–12 bulan. Contoh obat yang sering digunakan:- Cyclophosphamide
- Ifosfamide
- Doxorubicin
- Vincristine
- Vinblastine
- Cytarabine
- Methotrexate
- Etoposide
- Kortikosteroid (prednisone/dexamethasone)
- Imunoterapi / Targeted Therapy
Obat yang dirancang khusus untuk menyerang sel kanker tertentu, misalnya:
-
- Brentuximab vedotin
- Crizotinib (terutama untuk ALCL dengan perubahan gen ALK)
- Transplantasi Sumsum Tulang
Biasanya direkomendasikan untuk:
-
- Penyakit yang kambuh (relaps)
- Penyakit yang tidak membaik dengan kemoterapi awal (refrakter)
Pemantauan Efek Samping
Selama pengobatan, anak dapat mengalami efek samping seperti infeksi, penurunan jumlah sel darah, mual, atau kondisi yang disebut sindrom lisis tumor (yaitu ketika sel kanker hancur sangat cepat dan memengaruhi keseimbangan tubuh). Karena itu, tim medis akan memantau kondisi anak secara ketat agar efek samping dapat segera ditangani.









