Ringkasan Info

Pengertian

Limfoma Burkitt merupakan salah satu jenis kanker kelenjar getah bening yang sangat agresif dan cepat tumbuh. Kanker ini berasal dari sel darah putih jenis limfosit B, bagian dari sistem kekebalan tubuh  yang berfungsi melawan infeksi. Jenis kanker ini termasuk dalam kelompok limfoma non-Hodgkin.

Limfoma Burkitt dapat menyerang segala usia tetapi paling sering ditemukan pada anak-anak. 

Kanker ini bisa muncul di berbagai bagian tubuh mengikuti pola letak kelenjar getah beningseperti pada perut, tulang, sumsum tulang, hingga otak dan saraf tulang belakang.

Meskipun terdengar menakutkan, limfoma Burkitt termasuk kanker yang mempunyai respon pengobatan yang baik dan memiliki angka kesembuhan yang tinggi, terutama jika ditangani sejak dini.

Faktor risiko

Penyebab pasti Burkitt lymphoma belum diketahui, tetapi ada beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko seorang anak mengalaminya:

  • Infeksi tertentu seperti Epstein-Barr Virus (EBV) atau HIV.
  • Sistem imun yang lemah, misalnya setelah transplantasi organ.
  • Kelainan genetik tertentu, seperti ataxia-telangiectasia.
  • Lebih sering terjadi pada anak laki-laki.
  • Lebih sering ditemukan pada anak kulit putih dibandingkan anak kulit hitam.

Gejala

Gejala  limfoma Burkitt dapat berbeda-beda tergantung lokasi tumor. Beberapa gejala  yang perlu orang tua perhatikan antara lain:

  1. Benjolan/ pembesaran kelenjar getah bening di leher, ketiak, atau selangkangan.
  2. Benjolan umumnya tidak terasa nyeri.Perut membesar disertai nyeri perut, mual, muntah, atau kehilangan nafsu makan.
  3. Demam berulang tanpa sebab yang jelas.
  4. Keringat malam berlebihan.
  5. Penurunan berat badan drastis  tanpa sebab.
  6. Mudah lelah.
  7. Batuk atau sesak napas.
  8. Kulit tampak pucat.

Jika muncul gejala-gejala ini secara menetap atau semakin memburuk, segera konsultasikan ke dokter.

Diagnosis

Untuk memastikan diagnosis limfoma Burkitt, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan penunjang berikut:

  • Pemeriksaan darah lengkap dan pemeriksaan kimia darah untuk menilai kondisi umum dan mendeteksi gangguan akibat pertumbuhan sel kanker.
  • USG, rontgen, atau CT/PET scan untuk menilai penyebaran penyakit.
  • Pemeriksaan EBV atau HIV jika diperlukan.
  • Biopsi, yaitu pengambilan sampel jaringan untuk diperiksa di bawah mikroskop.
  • Pemeriksaan sumsum tulang dan pungsi lumbal untuk menilai penyebaran penyakit 

Hasil pemeriksaan digunakan untuk menentukan diagnosis dan stadium penyakit sehingga membantu dokter memilih jenis pengobatan yang paling tepat.

Pengobatan

Li tumbuh sangat cepat sehingga pengobatan harus dimulai segera setelah diagnosis ditegakkan.

Jenis pengobatan dapat meliputi:

  1. Kemoterapi intensif
    Pengobatan utama adalah kemoterapi dosis tinggi sesegera mungkin setelah diagnosis ditegakkan. . Biasanya menggunakan kombinasi beberapa obat sekaligus, misalnya:
    • Vincristine
    • Cyclophosphamide
    • Prednisone
    • Doxorubicin
    • Methotrexate
    • Cytarabine
    • Etoposide
  1. Terapi tambahan ke sistem saraf

Obat kemoterapi diberikan langsung ke cairan otak. Hal ini ditujukan untuk mencegah penyebaran ke susunan saraf pusat. 

  1. Terapi target (pada kasus tertentu)

Beberapa anak juga mendapat obat tambahan seperti rituximab, yaitu obat yang membantu sistem imun mengenali dan menyerang sel kanker.

Pemantauan Efek Samping

Karena pertumbuhan sel kanker sangat cepat, pengobatan bisa menyebabkan sindrom lisis tumor, kondisi ketika banyak sel kanker mati sekaligus dan melepaskan berbagai zat metabolik ke dalam aliran darah. Dokter akan memantau anak dengan ketat untuk mencegah komplikasi ini.

Lama pengobatan bervariasi, biasanya antara 2–8 bulan, tergantung stadium dan risiko penyakit.

 

Sub Topik

Mohon Maaf Artikel pada Kategori Ini Belum Tersedia Saat Ini. Periksa Kembali Secara Berkala
MOHON MAAF ATRIKEL TERKAIT KATEGORI INI TIDAK TERSEDIA
MOHON MAAF ATRIKEL TERKAIT KATEGORI INI TIDAK TERSEDIA
MOHON MAAF ATRIKEL TERKAIT KATEGORI INI TIDAK TERSEDIA

Kalender

Kampanye Kesehatan


Media Publikasi


Sosial Media


Podcast