TOPIK KESEHATAN
Kanker Nasofaring
Pengertian
Karsinoma nasofaring adalah jenis kanker yang tumbuh di bagian belakang hidung, tepatnya di area yang disebut nasofaring. Nasofaring merupakan bagian dari saluran pernapasan atas yang berada di atas tenggorokan.
Nasofaring terletak di lokasi yang tersembunyi, tepatnya:
-
Di balik langit-langit rongga mulut
-
Di bawah dasar tengkorak
Karena letaknya yang tersembunyi ini, karsinoma nasofaring sering kali tidak menimbulkan keluhan pada tahap awal, sehingga sulit diketahui sejak dini. Akibatnya, ketika gejala mulai muncul, penyakit ini sering sudah menyebar ke bagian lain, seperti kelenjar di leher atau organ tubuh lainnya.
Faktor Risiko
Beberapa hal yang meningkatkan risiko seseorang mengalami karsinoma nasofaring antara lain:
-
Infeksi Virus Epstein-Barr (EBV). Virus ini dapat memicu perubahan sel normal menjadi sel kanker.
-
Jenis Kelamin. Lebih banyak terjadi pada laki-laki dibanding perempuan.
-
Ras. Lebih sering ditemukan pada ras Mongoloid (termasuk Asia Timur dan Asia Tenggara).
-
Pola Makan. Konsumsi makanan yang mengandung bahan pengawet, seperti ikan asin, atau makanan yang terlalu panas dapat memicu iritasi dan kerusakan sel di area nasofaring.
-
Faktor Lingkungan, paparan terhadap:
-
- Asap kayu bakar
- Bahan karsinogenik, seperti asbes
- Lingkungan dengan sanitasi yang buruk
Gejala
Pada awalnya, karsinoma nasofaring sering tidak menimbulkan gejala. Meskipun demikian, ada beberapa tanda yang sebaiknya diperhatikan, antara lain:
1. Masalah di hidung dan mulut:
- Ingus bercampur darah
- Hidung tersumbat atau pilek berkepanjangan
- Air ludah terasa kental dan tidak nyaman
- Mimisan berulang tanpa sebab jelas
2. Masalah di telinga (sering hanya pada satu sisi):
- Telinga terasa penuh
- Pendengaran menurun
- Telinga berdengung (tinitus)
- Rasa nyeri di telinga
Gejala Lanjut
Jika kanker berkembang lebih lanjut, gejala yang timbul bisa memberat, seperti:
-
Pembengkakan kelenjar getah bening:
-
Teraba benjolan di leher (umumnya tidak terasa nyeri)
-
-
Masalah penglihatan:
-
Penglihatan ganda
-
Kelopak turun sebelah
- Penglihatan kabur/menurun
-
-
Gangguan saraf dan otot wajah:
-
Wajah terasa kesemutan atau kebas
-
Sulit membuka mulut
-
Sulit menelan makanan atau minum
-
Diagnosis
Untuk mendiagnosis karsinoma nasofaring secara akurat, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan berikut:
Pemeriksaan Laboratorium
-
Pemeriksaan darah rutin dan kimia darah
Untuk menilai kondisi umum pasien serta fungsi organ vital
-
Serologi Epstein-Barr Virus (EBV):
Pemeriksaan antibodi terhadap virus EBV, mengingat infeksi ini sering terkait dengan kanker nasofaring.
Pemeriksaan Pencitraan
- Foto toraks (rontgen dada) – untuk melihat penyebaran kanker.
- CT-scan dan/atau MRI kepala & leher – untuk melihat lebih jelas ukuran tumor, lokasi penyebaran, dan kedalaman invasi.
Pemeriksaan Saluran Pernapasan & Pencernaan
Panendoskopi, pemeriksaan menggunakan alat berkamera kecil untuk melihat secara menyeluruh bagian dalam saluran napas dan saluran cerna bagian atas
- Laringoskopi (tenggorokan)
- Esofagoskopi (kerongkongan)
- Bronkoskopi (saluran napas)
- Nasofaringoskopi (area nasofaring)
Biopsi (Pemeriksaan Jaringan)
- Biopsi (pengambilan sampel jaringan)
- Pemeriksaan Patologi Anatomi dan Imunohistokimia – untuk memastikan jenis kanker dan tingkat keganasannya.
Pengobatan
Terapi untuk karsinoma nasofaring dilakukan dengan mengombinasikan beberapa metode, tergantung pada stadium dan kondisi umum anak. Metode utama yang sering digunakan adalah kemoterapi dan radioterapi.









